BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
100


__ADS_3

"Tunggu Do" Ucap Alice. Alice melepaskan tangan Edo yang ada di lengannya. Dia berbalik menghampiri Yoga. Dia berjongkok di depan Yoga dan mengusap sudut bibir Yoga yang berdarah dengan ujung jaketnya.


"Gue hanya mau kasih ini kok je lo, di makan ya" Ucap Alice lembut dengan senyumannya yang ia paksakan.


Brack


Yoga melempar makanan pemberian Aluce ke sampingnya. Dia menatap tajam ke arah Alice dengan tatapan jijik. Alice sudah tidak bisa menahan air matanya. Dia bangkit lalu berlari pergi dari area parkir.


"Lo sudah keterlaluan Yoga" Ucap Edo singkat lalu berlari mengikuti Alice.


"Arght" Teriak Yoga frustasi. Dia bangkit lalu berjalan untuk mengambil makanan yang ia buang tadi. Dia menaruh makanan dari Alice tadi ke dalam mobilnya.


Di sisi lain Alice terus berlari menaiki anak tangga. Dia tidak perduli dengan anak anak lain yang tengah menatapnya dengan tatapan heran karena ia tengah menangis. Saat akan membuka pintu untuk menuju ke atap, tangannya di tarik oleh Edo. Edo menarik tangan Alice dan membawa Aluce ke dalam pelukannya.


"Menangis lah, keluarkan semua luka yang lo pendam selama ini. Lepaskan semuanya Alice" Ucap Edo lembut.


Alice menangis keras dalam pelukan Edo. Dia meremas kemeja sekolah Edo dengan memukul mukul dada bidang Edo. Hatinya Aluce benar benar hancur sudah. Ini kali pertamanya ia jatuh cinta. Ia tidak tau bagaimana mengapresiasikan perasaannya pada orang yang ia cintai. Namun dia tetap bertahan dengan ucapab kasar dan bentakan dari Yoga, karena hatinya benar benar mencintai Yoga.


"Kenapa sesakit ini mencintai dia Do? Apa salah gue? Gue hanya ingin mencintai dia dengan cara gue. Kenapa dia selalu marah bahkan menghina gue. Gue tidak tau harus melakukan apa lagi agar dia mencintai gue Do. Jujur gue capek, capek sekali mengejar dia. Jika saja gue tau cinta sesakit ini, maka gue nggak akan pernah memilih untuk jatuh cinta Do. Ini terlalu sakit" Ucap Alice menangis histeris. Dia memukuli dadanya karena saat ini dadanya benar benar sangat sakit. Edo meraih tangan Alice, dia menggenggam tangan Alice agar Alice tidak lagi menyakiti dirinya.


"Jangan sakiti diri lo Alice. Pukul gue Luce, pukul gue sesuka lo tapi jangan pernah lo sakiti diri lo seperti ini" Ucap Edo lembut.


"Tapi ini sangat sakit Do, sakit sekali" Ucap Alice kembali memeluk erat tubuh Edo.


"Iya Lice, sakit memang, aakit sekali. Gue juga merasakan hal yang sama seperti yang lo rasakan saat ini Lice. Gue juga sakit melihat lo mencintai orang lain dan menangis dalam pelukan gue demi orang lain. Sangat sakit Lice, tapi gue hanya ingin melihat lo bahagia Alice. Gue nggak perduli jika marah, memukul gue, bahkan lo benci sama gue sekalipun gue nggak perduli Lice. Yang penting lo harus bahagia" Guman Edo dalam hati.


Cukup lama Alice menangis dalam pelukan Edo sampai mereka membolos dalam pelajaran pagi ini. Saat ini Alice dan Edo tengah duduk di tangga yang berada di dapan pintu menuju ke atap. Edo menatap Alice yang masih sibuk menghapus jejak air matanya. Edo meraih tangan Alice lalu tersenyum ke arah Alice.


"Jangan di hapus kasar begitu, wajah lo bisa luka" Ucap Edo lembut. Edo mengusap lembut wajah Alice lalu menatapnya penuh kelembutan.


"Edo jangan lihaton gue gitu dong, gue kan malu" Ucap Alice menutup wajahnya dengan kedua telapak tangnnya.


Edo tersenyum lalu mengusap rambut Alice karena gemas. "Lo sudah mulai tenang sekarang?" Tanya Edo.


Alice menurunkan tangannya. Dia tertunduk sedih menatap ujung sepatunya. "Apa gue salah jika mencintai dia Do?" Tanya Alice lirih.


"Dalam cinta tidak ada yang salah Lice. Mungkin apa yang lo lakukan lah yang membuat cinta lo itu salah" Ucap Edo lembut.


"Tapi gue tidak pernah mendapatkan perlakuan baik dari dia Do. Jujur gue lelah, gue sangat lelah Do" Ucap Alice yang kembali menitihkan air matanya.


"Sudah dong Lice, lo jangan menangis lagi" Ucap Edo menarik wajah Alice. Dia menghapus air mata Alice lagi.

__ADS_1


"Lupakan dia jika lo lelah Lice. Lo tidak pantas di perlakukan seperti ini sama dia" Ucap Edo.


"Tapi gue nggak bisa Do, gue terlalu cinta sama dia. Gue nggak bisa melupakan dia Do" Ucap Alice.


"Lo bisa Lice. Berusaha lah, gue akan bantu lo agar lepas dari cinta lo itu" Ucap Edo.


"Lo yakin mau banti gue?" Tanya Alice yang masih sesegukan.


"Gue akan lakukan apapun untuk lo Lice, apapun" Jawab Edo tegas.


"Makasih ya Do, gue beruntung punya sahabat seperti lo" Ucap Alice mengusap wajahnya.


"Sahabat" Guman Edo lirih dengan meremas jemarinya.


"Kayaknya kita akan dapat hukuman nih Do" Ucap Alice tersenyum.


"Hem, maksudnya?" Tanya Edo bingung.


"Tuh lihat" Ucap Alice menunjuk ke bawah dengan dagunya. Edo terbelalak ketika melihat pak Budi yang kini juga menatap kearah mereka.


"Kalian membolos pelajaran" Teriak pak Budi guru olah raga mereka.


"SUDAH DARI TADI EDOOO" Teriak pak Budi yang membuat Edo dan Alice menutup kedua telinganya.


"Sekarang kalian lari lapangan sebanyak 15 kali" Ucap pak Budi.


"Baik pak" Jawab Edo dan Alice bersamaan.


Edo dan Alice pun turun ke lantai bawah untuk melakukan hukuman mereka. "Gila, panas banget" Ucap Edo malas.


"Sudah ayo" Ucap Alice menarik tangan Edo lalu mereka pun berlari mengelilingi lapangan basket.


Alice dan Edo berlari di lapangan bersamaan dengan di selingi candaan dari Edo yang membuat Alice tertawa lepas. Semua itu tak lepas dari pandangan mata milik Yoga. Yoga yang malas mengikuti pelajaran awalnya ingin ke kantin, namun dia berhenti ketika melihat Edo dan Alice yang sedang di hukum. Yoga meremas jemarinya melihat Alice yang tampak bahagia bersama Edo.


"Lo kalah satu langkah Ga, harusnya lo tidak secuek itu sama Alice" Ucap Jack yang berada di belakang tubuh Yoga.


"Apa peduli gue" Ucap Yoga yang berlalu pergi meninggalkan Jack.


"Dasar batu" Ucap Jack menyeringai.


"Hei Zaki, sedang apa kamu di sana? Kamu mau bolos pelajaran juga?" Teriak pak Budi.

__ADS_1


"Enggak pak, saya....saya dari kamar mandi. Saya balik ke kelas dulu ya pak" Pamit Jack yang berlari menuju ke kelasnya.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus


#fiksiRemaja

__ADS_1


__ADS_2