
"Apa peduli gue" Ucap Yoga yang berlalu pergi meninggalkan Jack.
"Dasar batu" Ucap Jack menyeringai.
"Hei Zaki, sedang apa kamu di sana? Kamu mau bolos pelajaran juga?" Teriak pak Budi.
"Enggak pak, saya....saya dari kamar mandi. Saya balik ke kelas dulu ya pak" Pamit Jack yang berlari menuju ke kelasnya.
"Ke kamar mandi? Tapi kan kamar mandi berada di lawan arah. Kalau dari sana kan ke arah kantin" Guman pak Budi.
Melihat pak Budi yang tidak memperhatikannya, Edo menarik tangan Alice dan membawa Alice kabur. "Mau ke mana?" Tanya Alice bingung karena hukuman mereka belum selesia.
"Capek, balik ke kelas saja" Jawab Edo.
"Tapi pak Budi...?" Ucap Alice.
"Sudah, palingan lupa sama kita" Sahut Edo menarik Alice menuju ke kelas Alice
Saat sampai di depan kelas Alice, tampak kelas Alice yang tengaj gaduh karena tidak ada pelajaran alias jam kosong.
"Ingan apa yang sudah kita bicarakan tadi di tangga. Lo harus bisa" Ucap Edo.
"Iya, gue pasti bisa" Jawab Alice tersenyum yang membuat Edo semakin gemas.
"Semangat" Ucap Edo mengusap pucuk kepala Alice lalu berlalu meninggalkan Alice yang masih menatap punggung Edo.
"Wah, punggung si Edo bisa bolong tuh kalau lo tatap begitu" Ucap Eko di belakang Alice.
Duack
"Ta* lo" Umpat Alice terkejut dengan memukul wajah Eko karena refleks.
"Bang**t lo Lice, lo sudah hina gue di tampol juga. Jahat banget sih lo sama gue" Ucap Eko meringis kesakitan.
"Eko sorry, gue...gue tadi refleks. Habisnya sih lo kagetin gue" Ucap Alice.
"Tapi nggak nampol juga kali Lice, lo kan tau wajah gue tuh pas pasan. Kalau lo nampol gue di wajah, wajah gue tambah ancur dong Lice. Terus nggak ada yang mau sama gue gimana?" Ucap Eko mendramatisir
"Sorry, ayo gue bantu bangun" Ucap Alice karena pukulannya tadi, Eko sampai jatuh tersungkur ke belakang. Alice memegangi lengan Eko dan membawa Eko masuk ke dalan kelas.
"Lo kenapa Ko? Kok mula lo tambah ancur sih?" Tanya Jack.
"Sia***n lo. Nih semua gara gara Alice" Ucap Eko.
"Kan gue sudah minta maaf Ko sama lo. Lagian itu salah lo sendiri yang membuat gue kaget" Ucap Alice.
"Ada apa sih?" Tanya Angel. "Eh buset Ko, muka lo kenapa? Kok merah gitu? Hidung lo apa lagi sudah seperti tomat busuk" Ucap Angel terkejut.
__ADS_1
"Eh curut, lo kok malah menghina gue sih? Perhatian kek, teman lagi apes bukan di baik baikin malah di hina. Memang klop lo berdua" Ucap Eko.
Di saat bersamaan Yoga masuk ke dalam kelas. Dia melihat Alice yang tengah berdiri di samping Eko. Alice tanpa sengaja menatap Yoga dan tatapan mata mereka pun bertemu. Alice menghela nafas panjang lalu memutus tatapan matanya. "Sekali lagi sorry ya Ko, nanti saat istirahat gue akan traktir lo kok untuk ucapan minta maaf gue" Ucap Alice.
"Ok setuju" Jawab Eko antusias.
"Gue balik ke kursi gue dulu ya" Ucap Alice menepuk bahu Eko lalu berjalan menuju ke bangkunya melewati Yoga yang tengah berdiri tidak jauh dari bangku Eko.
Yoga menoleh ke belakang saat Alice melewatinya begitu saja. Dia terus menatap Alice yang kini tengah tertawa bersama dengan Zahra dan kedua sahabatnya.
"Yoga, sedang apa kamu? Ayo kembali duduk, ibu mau memulai pelajarannya" Ucap bu Ika.
"Iya bu" Jawab Yoga yang berjalan kembali menuju ke bangkunya. Jack mihat semua gerak gerik Yoga pada Alice. Dia semakin yakin jika Yoga memang memiliki perasaan pada Alice. Tapi untum urusan perasaan, Jack tidak akan membantu atau memihak pada siapapun. Yang terpenting dia tidak ingin ada pertengkaran antara sesama anggota geng Naga Darat.
Jam pulang sekolah Edo menghampiri Alice ke kelasnya. Dia mengetuk jendela yang berada di samping Zahra. Zahra yang melihat pun menepuk bahu Alice "Lice, di cari Edo tuh" Ucap Zahra. Alice melihat ke arah yang di tunjuk Zahra dan tersenyum ketika melihat Edo di balik kaca kelasnya.
Alice segera merapikan buku bukunya lalu bangkit dari duduknya. Baru saja dia akan melangkah keluar, tapi tangannya di cekal oleh Yoga. "Pulang bareng gue" Ucap Yoga.
"Maaf, tapi gue mau pulang sama Edo saja" Jawab Alice lalu menepis tangan Yoga lalu berjalan keluar dari kelas. Alice langsung tersenyum senang ketika berhadapab dengan Edo. Alice menatap Yoga sekilas dari kaca. Namun dia segera memeluk lengan Edo dan kembali tersneyum pada Edo.
"Haduh sepertinya AC nya rusak ya?" Ucap Anita.
"Masak sih Nit, tapi emang panas banget sih" Ucap Angel
"Iya lah panas kan lagi kebakar api" Ucap Anita.
"Api apa ya Ko?" Tanya Anita ke Eko.
"Api cemburu. Hahahahaha" Jawab Eko, Angel dan Anita bersamaan.
Yoga menoleh ke arah ketiga temannya itu lalu melenggang pergi dari kelas yang membuat tawa mereka semakin pecah. "Sudah hentikan" Ucap Jack.
"Yah lo nggak asik banget sih kak" Ucap Anita.
"Jangan menggoda singa yang sedang marah" Ucap Jack.
"Ra, lo gue antar ya sama Angel dan Anita" Ucap Jack.
"Boleh" Jawab Anita mengangguk.
"Ya sudah yuk" Ajak Angel.
"Kita duluan ya Ko, lo langsung ke warung saja nanti setelah gue antar anak anak, gue akan langsung ke warung" Ucap Jack.
"Ok bang, lo santai saja" Jawab Eko.
Jack menepuk bahu Eko lalu berjalan kekuar mengikuti ketiga gadis yang kini menjadi tanggung jawabnya. Berat memang menanggung 3 wanita secara bersamaan. Apa lagi ke 3 wanita di depannya adalah orang orang penting baginya.
__ADS_1
Di tempat lain Alice baru saja sampai di parkiran sekolah. Dia bercanda dengan Edo yang entah apa yang mereka tertawakan. Hal itu pun tak luput dari pandangan Yoga yang baru saja sampai di parkiran juga.
"Lice, ikut gue" Ucap Yoga menarik tangan Alice kasar.
"Bang, jangan kasar dong sama cewek" Ucap Edo meraih tangan Alice juga.
Melihat tangan Alice yang di pegang oleh Edo membuat Yoga semakin emosi. Dia menepis tangan Edo lalu menarik Alice ke belakang tubuhnya.
"Jangan sentuh cewek gue. Dia milik gue sekarang" Ucap Yoga penuh amarah.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja