
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga π€...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part β€...
β
β
β
Anita bangkit dari duduknya namun Dika tidak mau melepaskan pelukannya dari pinggang ramping Anita.
"Lepasin" Ucap Anita menatap tajam ke arah Dika.
"Tapi aku masih kangen sama kamu hunny" Ucap Dika.
"Ih jijik gue" Ucap Anita mendorong kepala Dika hingga Dika melepaskan pelukannya dari pinggang Anita.
Anita segera menarik tangan Angel agar pergi jauh dari Dika yang selalu ingin menempel padanya.
"Dia masih belum mau menjalin hubungan sama lo?" Tanya Langit setelah kedua sahabat Zahra itu pergi.
"Belum, katanya sih dia belum yakin karena gue sering gonta ganti cewek" Jawab Dika.
"Eh Lang, gue boleh minta sesuatu nggak nanti saat di ulang tahun Zahra?" Tanya Dika.
"Memangnya apa yang lo mau?" Tanya Elang.
"Gue mau nembak Anita lagi di pesta ulabg tahunnya Zahra. Boleh ya Lang? Plis?" Pinta Dika.
"Gimana Ngit, lo bisa kabulkan nggak tuh permintaan si curut" Tanya Elang ke Langit.
"Bisa bisa saja sih, tapi acara lo setelah acara Zahra selesai." Jawab Langit.
"Makasih bro, lo benar benar brother gue yang paling TOP deh" Ucap Dika.
__ADS_1
"Iya, semoga rencana lo berhasil" Ucap Langit.
"Gue juga doakan lo semoga lo lancar jaya" Ucap Elang.
"Toko matrial dong" Sahut Dika yang membuat mereka bertiga tertawa lepas.
Saat istirahat Dion yang baru saja keluar dari kelasnya melihat Zahra yang tampak sedih. Dia menghampiri adik kecilnya itu dan merangkulnya penuh kasih sayang.
"Kamu kenapa Ra? Kenapa kamu tampak sedih?" Tanya Dion.
"Kak Elang sejak pagi menghindariku bang. Aku tidak tau punya salah apa sama kak Elang. Tapi dia bersikap aneh sejak pagi, bahkan dia tidak sarapan pagi ini" Jawab Zahra sedih.
"Sia***n tuh Elang kampret. Apa yang sebenarnya dia mau? Apa dia sudah tidak mengingkan Rara lagi?" Guman Dion dalam hati.
Di saat bersamaan Angel dan Anita menghampiri Zahra yang sedang bersama Dion. "Ra ikut kita yuk ke perpus" Ucap Angel memeluk bahu Zahra.
"Bokeh deh" Jawab Zahra. "Aku pergi dulu ya bang" Pamit Zahra yang di angguki oleh Dion.
Setelah Zahra dan kedua sahabatnya itu lergi, dia segera mengambil ponselnya di dalam saku celana. Dia segera menghubungi nomer ponsel Elang.
"Ada apa?" Tanya Elang ketika dia sudah mengangkat telfon dari Dion.
"Di mana lo sekarang?" Tanya Dion.
Dion saat ini sudah sampai di ruang Osis. Dia melihat Elang, Langit dan Dika yang sedang bersantai di sana. Elang menurunkan kakinya dari atas meja lalu bangkit dari duduknya.
"Ada apa? Kenapa lo mencari gue?" Tanya Elang. Bukannya menjawab, Dion malah melayangkan pukulannya ke wajah Elang.
Duack
"Apa sih mau lo? Kenapa lo membuat hati adik gue terluka?" Ucap Dion marah. Dia mencengkram kuat kerah seragam Elang.
"Ion tunggu dulu, lo salah paham sama Elang" Ucap Langit yang memisahkan Dion dari Elang.
"Salah paham lo bilang? Lihat tuh adik gue sampai murung, dia tamoak sedih karena ulang baj***n ini yang sejak pagi menghindarinya" Ucap Dion marah.
"Lo tenang dulu Ion, Elang melakukan itu karena ingin memberikan kejutan bagi Zahra malam ini" Ucap Dika.
Mendengar ucapan Dika, membuat Dion melepaskan cengkramannya dari kerah seragam Elang. "Apa maksud lo?" Tanya Dion pada Dika. Dika hanya mengangkat bahunya lalu menunjuk Elang dengan dagunya.
"Zahra hari ini ulang tahun, gue juga awlanya lupa tapi pagi ini saat gue buka ponsel, gue baru ingat kalau Zahra ulang tahun hari ini"
"Gue yang belum membuat rencana apapun akhirnya menghindari dia karena merasa bersalah" Jelas Elang.
"Tapi karena Elang sudah terlanjur menghindari Zahra itu hal yang baik untuk membuat rencana kejutan bagi Zahra malam ini" Sahut Langit.
__ADS_1
"Jadi ini semua demi kejutan untuk Zahra?" Tanya Dion yang di angguki oleh ketiga sahabat itu.
"Ok gue pahan dan mengerti sekarang. Terus kalian ngapain di ruang Osis. Ruangan ini khusus untuk Osis dan hanya anggota Osis yang boleh masuk sini" Ucap Dion kembali marah.
"Memangnya kalau ini ruang Osis kenapa? Sekolah ini milik gue jadi gue bebas mau di mana saja" Ucap Elang kembali menaikkan kakinya ke atas meja.
"Lagian hanya tempat ini yang tepat untuk bersembunyi dari Zahra, agar Zahra tidak menemukan Elang" Sahut Dika.
"Arght, terserah kalian lah" Ucap Dion yang mengusap kasar kepalanya. Dia berjalan keluar dari ruang Osis.
Elang dan Dika saling pandang lalu mereka tertawa karena sikap Dion barusan. "Sudah hentikan tawa kalian, anak anak sudah menunggu kita di kang Asep. Kita mau pergi sekarang atau tidak?" Tanya Langit.
"Ya sudah ayo, lagian pelajaran terakhir juga kosong kan" Ucap Elang yang di angguki oleh Dika dan Langit.
Elang mengirim pesan ke Dion, agar nanti malam Dion juga hadir dalam pesta kejutan untuk Zahra karena tadi dia lupa untuk memberi tau Dion.
π¬Nanti malam lo harus hadir, Zahra pasti akan sangat senang jika kekuarganya berkumpul" Isi pesan Elang.
Setelah mengirim pesan, Elang Dika dan Langit segera menuju ke warung kang Asep. Mereka akan berangkat bersama sama ke rumahnya dari warung kang Asep.
πΉπΉπΉ
Karena ada tambahan kelas untuk seluruh kelas Xl, membuat Zahra, Anita dan Angel harus pulang terlambat. Apa lagi Angel dan Anita masih ada tugas sebagai pengalih perhatian untuk Zahra.
π¬Lo di mana? Gue sudah di parkiran sekarang" Isi pesan Anita ke ponsel Angel.
π¬Kita baru saja selesai kelas, sekarang kita ke lo" Jawab Angel.
π¬Ok, gue tunggu kalian di parkiran" Balas Anita.
Anita menunggu Angel dan Zahra di parkiran. Saat melihat anak anak yang baru keluar dari kelasnya, Anita merasakan ponselnya yang bergetar. Anita mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan melihat nama Dika yang sedang menelfonnya saat ini.
"Hallo, ada apa?" Tanya Anita yang sudah menjawab telfon dari Dika.
"Lo di mana hunny?" Tanya Dika.
"Masih di sekolah, kenapa?" Tanya Anita balik.
"Oh ya sudah, nih si curut nyuruh gue terus buat tanya ke lo soal Zahra" Ucap Dika malas.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
ππππππ
__ADS_1