
"Lo mau kan Do?" Tanya Anita.
"Boleh deh" Jawab Edo setuju.
"Yes" Teriak Alice kembali bersemangat.
"Lo tenang saja Do, gue akan kasih hadiah yang bagus buat lo karena lo sudah mau membantu gue" Ucap Alice semangat.
"Nggak usah, gue kerja di sini sudah terpenuhi semua kebutuhan gue kok" Ucap Edo.
"Edo, rejeki nggak boleh di tolak lho, pamali" Ucap Zahra.
"Iya Ra" Jawab Edo mengangguk.
"Ya sudah, karena gue sudah kembali semangat, ayo kita jalan ke mall. Biar gue yang teraktir kalian semua" Ucap Alice semangat.
"Dengan mata panda lo itu?" Tanya Angel
"Lo nggak malu?" Tanya Anita.
"Kan ada ini" Ucap Alice memperlihatkan kaca matanya. "Ayo Ra jalan yuk ke mall" Ucap Alice memeluk lengan Zahra.
"Maaf aku nggak bisa. Ponsel kak Elang lagi sibuk jadi aku nggak bisa ijin deh" Ucap Zahra.
"Susah ya kalau cewek sudah punya suami. Mau pergi saja harus ijin" Ucap Alice.
"Lo akan merasakan apa yang di rasakan Zahra setelah lo jadian sama Yoga nantinya" Ucap Jack.
"Kok bisa?" Tanya Alice bingung.
"Asal lo tau saja, dengan gaun gaunnya saja dia protektif apa lagi sama kekasihnya" Celetuk Anita.
"Gue jadi penasaran. Ahh gue jadi pengen peluk Yoga deh" Teriak Alice kesenangan.
"Gila lo" Ucap Angel dan Anita bersamaan yang membuat tawa mereka pecah.
Flash back off
🌹🌹🌹
Di taman.
Yoga menghentikan mobilnya di taman tak jauh dari butik miliknya. Dia menatap lurus ke depan dengan amarahnya yang masih membara. Alice tau jika Yoga marah saat ini. Namun dia tidak ingin ambil pusing karena dia ingin rau sejauh apa perasaan Yoga padanya.
"Gue nggak suka lo dekat dekat sama Edo" Ucap Yoga.
"Siapa lo?" Ucap Alice tersenyum licik.
"Siapa gue? Gue kekasih lo dan lo milik gue mulai sekarang" Ucap Yoga tegas.
"Enggak, gue bukan milik lo. Bukannya lo terus menolak gue? Kenapa sekarang mengklaim kalau gue milik lo? Apa lo pikir gue cewek yang mudah buat lo permainkan? Jangan gila Yoga, gue sudah menyerah untuk mengejar lo. Dan gue akan buka lembaran baru tanpa ada nama lo di dalam lembaran gue itu" Ucap Alice tegas.
__ADS_1
Yoga menarik tangan Alice lalu dia meraih tengkuk Alice. Dia mencium bibir Alice dan ********** lembut. "Lo milik gue sekarang" Ucap Yoga setelah melepaskan ciumannya pada Alice.
"Maaf karena gue egois dan sering membuat lo sakit hati. Gue sadar kalau gue juga punya perasaan lebih sama lo. Walaupun gue belum yakin apa ini yang dj namakan cinta tapi gue yakin kalau gue sayang sama lo Lice" Ucap Yoga.
"Bisa saja rasa sayang lo itu hanya karena kasihan pada gue Yog. Kalau lo nggak yakin maka lepasin gue Yog, biarkan gue bahagia dengan orang lain" Ucap Alice lirih.
"Lo sudah nggak cinta sama gue?" Tanya Yoga.
"Jujur gue masih sayang sama lo Yoga. Gue juga masih sangat mencintai lo. Tapi jika dengan mencintai lo menyakiti hati gue, gue lebih memilih untuk melepaskan lo" Jawab Alices tertunduk sedih.
"Enggak, lo nggak boleh melepaskan gue Lice. Gue sayang sama lo, tolong tunggu gue Lice. Bantu gue untuk jatuh cinta sama lo" Ucap Yoga meraih wajah Alice. Dia menatap kedua manik indah milik Alice yang kini tengah mengeluarkan air matanya.
"Jangan menangis Alice, maafin gue. Gue salah karena sudah menyakiti lo. Maafin gue" Ucap Yoga membawa Alice ke dalam pelukannya. "Gue akan berusaha mencintai lo Alice. Gue akan buktikan ke lo kalau gue layak untuk lo miliki. Tolong tunggu gue Alice" Pinta Yoga lembut.
"Iya, gue akan tunggu lo Yoga. Gue akan temani lo dan gue akan membantu lo untuk cinta ke gue. Gue cinta sama lo Yoga" Ucap Alice
"Gue juga sayang sama lo Alice." Sahut Yoga.
Yoga melepaskan pelukannya. Dia menghapus air mata Alice dengan lembut lalu mencium bibir Alice sekilas. "Jangan tinggalin gue Alice" Ucap Yoga yang di angguki oleh Alice.
"Ya sudah, lo mau nggak ikut gue ke butik. Gue ada kejutan buat lo" Ucap Yoga.
"Kejutan apa?" Tanya Alice.
"Kalau gue kasih tau sekarang, itu bukan kejutan namanya sayang" Ucap Yoga mengusap lembut sebelah pipi Alice. Alice tersenyum menerima perlakuan lembut dari Yoga.
"Kita jalan ya" Ucap Yoga yang di jawab anggukan oleh Alice
Setelah Alice turun, Yoga merapikan rambut Alice yang berantakan karena ulahnya tadi. "Cantik" Ucap Yoga tersenyum.
"Makasih" Ucap Alice tersenyum malu.
"Yuk masuk" Ucap Yoga meraih tangan Alice untuk ia genggam. Ia masuk ke dalam butik dengan Alice yang mengekor di belakangnya.
"Gue pengen teriak sekarang rasanya" Batin Alice melihat Yoga yang menggengam tanganny erat dan lembut.
"Kamu duduk di sini dulu, aku ke dalam sebentar" Ucap Yoga.
"Iya" Jawab Alice yang sudah duduk di sofa ruang VIP.
Alice mengambil buku yang ada di atas meja. Dia melihat gaun gaun indah gang di pakai oleh Anita dan Angel. "Jadi mereka modelnya Yoga" Guman Alice membuka hasil foto Anita dan Angel.
Tak lama Yoga kembali dengan beberapa karyawannya yang membawa manekin yang memakai gaun merah marun dengan taburan hiasan mewah di area dadanya. Gaun long dress berbentuk kemben dengan belahan samping untuk memeprlihatkan kaki jenjang yang memakainya.
"Wah, gaunnya cantik banget" Ucap Alice yang bangkit dari duduknya.
"Lo suka nggak?" Tanya Yoga memeluk pinggang ramping Alice.
"Suka banget" Jawab Alice.
"Gaun ini buat lo" Ucap Yoga.
__ADS_1
"Lo serius? Gaun ini pasti mahal banget" Ucap Alice.
"Nggak masalah, coba saja dulu" Ucap Yoga. "Bantu cewek gue untuk coba gaunnya" Ucap Yoga pada pelayannya.
"Baik" Jawab palayan.
"Sana coba dulu" Ucap Yoga yang di angguki oleh Alice.
Alice masuk ke ruang ganti dengan di bantu 2 karyawan Yoga. Yoga duduk di sofa dengan memainkan ponselnya sambil menunggu Alice kembali.
Tak lama Alice keluar dari ruang ganti, Yoga tersenyum puas melihat gaun buatannya kini telah melekat pada tubuh Alice. Yoga mulai memotret Alice yang tengah asik bercermin di cermin full body yang ada di ruangan itu.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
#fiksiRemaja
__ADS_1