
...Hai hai hai...
...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
Langit, Dika dan Elang meneguk es teh yang mereka pesan untuk menghilangkan dahaga mereka setelah pertempuran yang menguras tenaga tadi.
"Gue nggak nyangka Zahra sehebat itu" Ucap Langit.
"Gue sudah tau kalau dia pemegang sabuk hitam. Tapi ini kali pertama gue lihat dia beraksi" Jawab Elang tersenyum bangga.
"Pantas gerakannya teratur dan terarah. Dia langsung melumpuhkan titik lemah lawannya" Ucap Dika yang kini memakan gorengan yang ada di hadapan mereka.
"Gue semakin penasaran dengan keahlian Zahra. Apa saja ya yang bisa dia lakukan?" Guman Elang yang membayangkan keahlian Zahra.
"Mana gue tau, gue bukan bokapnya" Sahut Dika.
Plack
"Bagke" Umpat Dika yang merasa kepalanya sakit lagi karena ulah Elang.
Langit hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Dia kembali meminum es tehnya. Dika melihat Langut sekilas lalu ia ikut meminum es teh miliknya.
"Sorry Ngit, bercandaan gue sudah keterlaluan" Ucap Dika yang kini buka suara untuk meluruskan masalah mereka.
"Mulai sekarang jangan lagi lo bercanda dengan obat sia**n itu. Gue tidak akan memaafkan lo kalau sampai lo bercanda dengan obat itu lagi" Ucap Langit.
"Lagian lo dapat dari mana sih tuh obat?" Tanya Elang.
"Dapat dari tas cewek gue. Ternyata dia selalu makek tuh obat. Gila nggak tuh cewek. Gue mulai ogah sama cewek bang***t seperti dia" Ucap Dika.
"Cewek lo?" Tanya Langit bingung.
"Cewek lo yang mana bang***t. Cewek lo banyak ******" Ucap Elang emosi.
"Hahahaha iya gue lupa. Cewek gue kan banyak ya" Ucap Dika cengengesan .
"Sia***n lo" Ucap Langit tersenyum.
Akhirnya mereka kembali tertawa lepas bersama. Masalah antara Langit dan Dika kini telah terselesaikan. Dika dengan gentlenya meminta maaf lebih dulu pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Eh setelah itu apa yang lo lakukan? Apa lo tidur sama cewek?" Tanya Dika yang mampu membuat Langut tersedak dengan tawanya sendiri.
Elang yang tau akan jawaban untuk pertanyaan Dika hanya tertawa. Sedangkan Langit mulai kelabakan dengan pertanyaan Dika.
"Ada apa? Kenapa lo terkejut?" Tanya Dika bingung.
"Gara gara lo dia solo men" Ucap Elang tertawa lepas.
"Bang***t lo" Ucap Langit melempari Elang dengan kerupuk bungkusan kecil di depannya.
"Lo main solo Ngit?" Tanya Dika tidak percaya.
"Bukan urusan lo. Makan tuh gorengan jabgan mikir yang aneh aneh" Ucap Langit menyumpal gorengan di mulut Dika.
"Sia***n lo" Ucap Dika lalu memakan gorengan dari Langit.
Tring
Tring
Tring
Di saat bersamaan ponsel Langit dan Elang berdering. Elang melihat nama Zahra yang tertera di layar ponselnya. Sedangkan di layar ponsel Langit tertera nama 'Kekasih Halal'.
"Halo sayang ada apa?" Tanya Elang yang sudah mengangkat telfon dari Zahra.
"Kakak bolos pelajaran ya? Mau masuk sekarang atau Ara marah ke kakak?" Ancam Zahra.
"Kakak tidak bolos kok sayang. Kakak sedang di.... sedang di kamar mandi sekarang" Jawab Elang gelagapan.
"Tidak akan lah sayang, kamu tenang saja" Jawab Elang mengelus dadanya.
"Mi dengan telur setenga matangnya siap bang. Mau pakai saos apa tidak nih?" Tanya kak Asep yang mampu membuat Elang terbelalak.
"Mampus lo" Ucap Dika lirih dan tertawa lepas melihat wajah Elang yang mulai pucat.
"Wah di kamar mandi ada ya mi dengan telur setengah matangnya. Di kamar mandi mana tuh?" Tanya Zahra yang membuat Elang semakin pucat.
Jangan tanya Dika sekarang tertawa sampai seperti apa karena Elang termakan oleh kebohongannya sendiri. Dika yang tertawa sampai terjungkal ke belakang saking senangnya melihat sang bos ketakutan.
"Sayang tenang ya, aku bisa jelaskan ke kamu kok...." Ucapan Elang terhenti.
"Cepat habiskan pesanan kamu lalu kembali ke kelas. Saat istirahat nanti temui aku" Ucap Zahra lalu mematikan panggilannya sepihak.
"Mampus gue" Ucap Elang yang mengusap kasar rambutnya.
Sedangkan Langit lebih memilih menjauh untuk menerima panggilan dari Lita. "Ada apa?" Tanya Langit.
"Aku ada di supermarket sekarang, kamu butuh sesuatu tidak?" Tanya Lita.
"Butuh lo saja kalau boleh" Jawab Langit.
__ADS_1
Lita yang mendapat jawaban nyeleneh dari Langit seketika terdiam dengan tangan yang baru saja akan mengambil pembalut.
"Gue bercanda" Ucap Langit yang tertawa karena malu dengan ucapannya sendiri.
"Gue nggak butuh apa apa. Lo belanja kebutuhan lo sendiri saja." Ucap Langit.
"Em...iya" Jawab Lita.
"Lo pergi sama siapa?" Tanya Langit.
"Sendiri, cuma pergi di supermarket depan kompleks saja kok" Jawab Lita.
Baru saja Langit akan menjawab ucapab Lita, dia terhenti ketika mendengar suara pria yang sedang menyapa Lita.
"Lita" Ucap pria itu.
"Mirza, sedang apa kamu di sini?" Tanya Lita yang terkejut dengan kedatangan Mirza.
Mirza adalah teman kuliah Lita. Mirza memiliki perasaan sejak lama dengan Lita. Namun dia tidak ingin terburu buru untuk mengajak Lita menjalin hubungan karena dia tau hidup Lita yang sudah susah. Di tau Lita seorang yatim piatu yang harus menghidupi dirinya sendiri.
"Mau belanja lah masak cari kamu" Gurau Mirza tersenyum.
"Apaan sih Za, nggak lucu tau nggak" Ucap Lita malu.
"Apa kuliah kamu masih libur? Kok aku tidak lihat kamu tadi di kampus?" Tanya Mirza.
"Iya, besuk aku baru masuk" Jawab Lita.
Langit yang mendengar percakapan Lita dan pria bernama Mirza itu merasa emosi. Dia mematikan ponselnya lalu berlari ke arah parkiran sekolah. Langit memakai helmnya lalu mulai melajukan motornya meninggalkan area sekolah.
Elang dan Dika pun merasa heran dengan sikap Langit itu. "Mau ke mana tuh anak?" Tanya Dika.
"Nggak tau, ah bodo ah. Gue harus cepat balik ke kelas nih. Kalau enggak bisa hancur masa depan gue" Ucap Elang yang dengan cepat makan mi yang ia pesan tadi.
Di supermarket Lita dan Mirza baru saja keluar dengan tawa Lita atas gurauan Mirza.
Brum......ciiiiiit
Langit menghentikan motornya tepat di depan Lita dan Mirza. Lita tersenyum ketika melihat Langit yang kini baru saja membuka helmnya.
"Kok sudah pulang?" Tanya Lita yang menghampiri Langit.
Langit menatap tajam ke arah Mirza. Mirza merasa heran karena anak berseragam SMA itu tampak menyeramkan dan membuat nyalinya sedikit menciut tentunya.
"Ada apa?" Tanya Lita yang mengikuti pandangan mata Langit.
"Oh, dia Mirza. Dia teman kuliah ku" Ucap Lita.
"Naik, kita pulang sekarang" Ucap Langit tegas.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊