BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
40


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





"Oh bagus, kalian sudah mulai rahasia rahasiaan sama gue"


"Apa lagi yang tidak gue ketahui? Apa hanya gue di sini yang seperti orang bodoh dengan kebohongan kalian" Ucap Dika marah.


"Jawab bang***t" Teriak Dika marah.


Di saat bersamaan Lita turun ke lantai bawah. Dia merasa malu bertemu dengan Dika. Dia sedikit berlari dan memeluk lengan kekar Langit.


"Sorry Dika, gue memang sudah menikah sama Lita. Asal lo tau bahwa obat yang lo berikan ke gue membuat gue harus menikahi Lita." Jelas Langit.


"Dan lo tidak bicara sama gue soal pernikahan lo ini?"


"Apa? Apa lagi yang tidak gue ketahui?" Tanya Dika.


"Gue dan Zahra juga sudah menikah Dik, bahkan sebelum Zahra pindah ke sekolah kita" Ucap Elang.


"Hahahahaha, BANG***T kalian. Kalian anggap gue apa selama ini? Kenapa hanya gue yang tidak tau di sini?"


"Hei kita sudah bersama sejak kita kecil, gue tau semua tentang kalian dan begitu pun dengan kalian. Tidak ada rahasia yang bisa gue rahasiakan ke kalian."


"Tapi apa sekarang? Kalian sudah membohongi gue" Teriak Dika marah.


"Ok, jadi selama ini hanya gue yang anggap kalian sahabat, tapi tidak dengan kalian" Ucap Dika.

__ADS_1


Dika berjalan keluar dari rumah Langit. Zahra yang merasa bersalah berlari keluar menghampiri Dika. "Kak tunggu, dengarkan penjelasan ku" Ucap Zahra.


"Buat apa lo ke sini? Lo mau mentertawakan kebodohan gue?" Ucap Dika.


"Tidak kak, tolong dengarkan penjelasan kami dulu kak. Zahra mohon kak" Pinta Zahra.


"Gue butuh waktu sendiri Zahra. Gue tau lo gadis yang baik. Tolong biarkan gue sendiri dulu" Ucap Dika lirih.


"Maafkan kami kak" Ucap Zahra.


Dika hanya mengangguk lalu dia naik ke atas motornya. Dia memakai helmnya lalu mulai menghidupkan motor sport hitamnya. Dika melajukan motornya pergi dari area rumah Langit.


🌹🌹🌹


Dika baru saja sampai di club malam. Dia datang sendiri ke club karena merasa marah dengan kedua sahabatnya. Sahabat yang selama ini selalu bersama namun membuatnya kecewa.


"Argh. Sia***n"


"Kenapa mereka sejahat itu ke gue" Ucap Dika lirih.


Dika yang saat ini di mini bar meminum minuman yang ia pesan tadi dengan sekali teguk. Dika mengusap rambutnya kasar karena masih kecewa dengan kedua sahabatnya itu.


"Satu lagi" Ucap Dika ke pelayan club.


Pelayan mengangguk pelan lalu mulai membuatkan pesanan Dika. Tak berselang lama minuman yang Dika pesan sudah berada di depannya.


"Siapa lo? Apa peduli lo ke gue?" Tanya Dika balik.


"Gue sejujurnya tidak perduli dengan lo. Tapi gue merasa kasihan saja dengan diri lo yang seperti pecundang" Ucap pelayan club.


"Siapa lo sebenarnya? Kenapa lo ikut campur urusan gue?"


"Bukan siapa siapa. Gue hanya sebutir debu dari ribuan debu yang mengelilingi lo" Ucap pelayan itu lalu melenggang pergi dari hadapan Dika.


Dika menarik sudut bibirnya mengingat ucapan pelayan tadi. Dika segera meminum minumannya lalu dia berjalan menghampiri pelayan itu dan mencekal tangan sang pelayan.


"Siapa nama lo?" Tanya Dika.


"Lo akan tau nanti" Ucap pelayan lalu melepaskan tangan Dika. Pelayan itu lalu berjalan meninggalkan Dika yang mulai mabuk.


"Sia***n. Kenapa gue penasaran sama tuh cewek" Batin Dika.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Anita, gadis yang awalnya sering memakai kaca mata tebal dan kuncir kuda kini telah betubah drastis. Dia tidak ingin di permalukan lagi dan kini dalam dirinya hanya ada rasa benci untuk membalas dendam pada orang orang yang sudah merendahkan dirinya.


Anita saat ini sedang berdiri di depan cermin meja riasnya. Dia menatap dirinya yang telah berubah drastis. Rok seragam sekolah yang minim, rambut sebahu yang berwarna golden, dan kemeja putih yang ia keluarkan.


Anita melepaskan kaca mata tebalnya. Kini ia tengah memakai soflen bening untuk menggantikan kaca matanya. "Sudah cukup hinaan yang telah mereka berikan ke gue. Mulai sekarang gue akan balas semua perlakuan buruk mereka ke gue" Batinya.


Anita mengambil tas sekolahnya lalu berjalan keluar dari kamar. Di luar kamarnya, tampak suasana yang sepi karena kedua orabg tua Anita yang selalu di luar negri mengurusi perusahaan mereka.


"Bang***t. Selalu seperti ini" Ucap Anita yang lelah dengan kehidupannya yang kekurangan kasih sayang.


Anita berjalan keluar dari rumahnya. Saat dia akan membuka pintu mobilnya, dia melihat kakaknya yang baru pulang dengan motor sportnya berwarna oren.


"Mau ke mana lo dengan dandanan seperti jal***g?" Ucap Jack.


Jack Dwikara adalah musuh bebuyutan Elang. Dia juga kakak kandung dari Anita. Jack terkejut dengan penampilan Anita yang sangat berbeda jauh dari hari biasanya.


"Bukan urusan lo" Ucap Anita cuek.


"Bang***t lo, mau melawan gue lo?" Ucap Jack marah karena Anita yang begitu berani dengannya. Jack mencekal tangan Anita dengan sangat kuat hingga membuat Anita meringis kesakitan.


"Lepasin gue bang***t" Ucap Anita yang mencoba melepaskan tangan Jack dari pergelangan tangannya.


Jack tidak tega dengan rintihan adik kandungnya itu. Dia mulai melepas tangannya dari lengan Anita. "Gue tidak perduli dengan lo yang mau sekolah di sekolah musuh gue. Tapi gue tidak mau kalau lo jadi jal***g seperti ini" Ucap Jack penuh penekanan.


"Apa peduli lo? Lo ngelarang gue berpenampilan seperti ini. Lalu kemana saja lo saat gue di bully habis habisan sama anak anak baj***n itu?" Ucap Anita yang sudah mulai emosi.


"Lo hanya mikirin diri lo sendiri dan gang lo yang nggak berguna itu" Ucap Anita.


"Sorry, tapi itu pilihan lo sendiri. Gue sudah minta lo untuk pindah sekolah. Tapi lo bersikeras untuk tetap di sana. Lo tau sendiri kalau di sekolah itu musuh sekolah gue" Ucap Jack.


"Alah sudah deh, lo tidak usah urusi kehidupan gue lagi. Gue tidak akan jadi gadis cengeng seperti dulu. Gue akan balas semua perlakuan mereka ke gue" Ucap Anita tegas.


Dia berjalan ke arah mobilnya lalu masuk ke dalam mobil untuk menuju ke sekolahnya.




...Next? ...


...Udah vote dan spam komen belum? ...


...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....

__ADS_1


...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...


...See u next part ❤...


__ADS_2