
"Iya, gue memang penghianat. Gue sudah membocorkan semua rencana kalian" Ucap Edo.
"Kenapa lo lakuin itu bang?"
"Karena gue muak dengan sikap lo Jamal. Lo sudah melenceng jauh dan lo nggak pantas jadi ketua di geng ini" Ucap Edo marah.
Duack
"Gue sudah lama curiga sama lo bang***t." Ucap Jamal memukuli Edo.
Edo yang menerima pukulan mendadak dari Jamal tidak bisa mengelak. Jamal terus memukuli Edo hingga terkapar lemas di jalan.
Jamal semakin menggila. Dia berjalan ke arah Dion dengan emosi memuncak karena dia pikir ulah Naga Darat membuat kedua sahabatnya menghianatinya.
Krek
"Arghhhhhh" Teriak Dion kesakitan karena kakinya yang di injak oleh Jamal.
"Ini hukuman lo karena geng bang***t lo itu sudah menghancurkan persahabatan gue" Ucap Jamal.
Krek
"Arghhhhhh" Dion kembali berteriak kesakitan. Lagi lagi Jamal menginjak kaki Dion.
Duack
"Bang***t siapa yang melempar gue?" Ucap Jamal marah ketika sebuah batu mendarat di kepalanya.
"Gue. Lepasin teman gue" Ucap Elang yang kini tengah siap dengan jaket kebesarannya dengan ikat pinggang yang ia lilitkan di tangannya.
"Hahahaha, baji***n lo Edo. Lo benar benar menjebak gue" Ucap Jamal tertawa.
"Berani lo mendekat, gue akan buat kedua kakinya patah" Ancam Jamal pada Elang.
Elang terdiam melihat Dion yang kini terkapar dengan sebelah kakinya yang masih di injak oleh Jamal. Dia mengepalkan jemarinya karena Jamal sudah membuat Dion terkapar.
"Jack, cari cara untuk menyerang Jamal dari belakang. Gue akan alihkan dia" Ucap Elang lirih.
"Ok" Jawab Jack mengangguk.
Elang tetap menatap tajam ke arah Jamal. Dia melihat Dion yang kesakitan walaupun saat ini Dion masih menggunakan helmnya yang full face dengan kaca hitam. Namun dengan melihat tangan Dion yang mencengkram erat kaki Jamal menunjukkan bahwa dia kesakitan saat ini.
"Maafin gue Dion, lo harus bertahan. Gue nggak akan membiarkan baj***n itu lebih menyakiti lo lagi" Guman Elang dalam hati.
"Apa mau lo?" Tanya Elang yang mulai buka suara.
"Hahahaha, gue suka dengan sikap lo iti Elang" Ucap Jamal tertawa.
"Nggak usah banyak bac***t deh lo. Apa mau lo sekarang?" Tanya Elang.
"Gue akan lepasin dia asal lo mai cium kaki gue" Ucap Jamal.
"Jangan gila lo Mal, semakin di biarkan lo semakin gila" Ucap Dika yang sudah emosi dengan ucapan Jamal.
Dika ingin menyerang Jamal namun di tahan oleh Elang. "Jangan gegabah Dika, lo nggak lihat Dion masih di sana?" Ucap Elang.
__ADS_1
"Tapi dia sudah gila Lang, gue nggak akan biarkan lo melakukan itu" Ucap Dika.
"Lo tanang Dik, Elang tidak akan melakukan itu" Ucap Langit.
"Tapi gue memang harus melakukan itu Langit" Sahut Elang.
"Lo gila ya Lang, itu hanya jebakan buat lo" Ucap Langit yang saat ini emosi.
"Gue nggak perduli Ngit. Yang penting saat ini segera melepaskan Dion dari Jamal. Gue nggak mau kalau Zahra sampai hancur karena abangnya yang terluka" Ucap Elang.
"Dia juga akan hancur kalau lo yang terluka Lang" Sahut Dika.
Elang tersenyum ketika melihat Jack yang sudah tidak jauh dari belakang Jamal. Jack mengangguk untuk memberi kode pada Elang. Elang berjalan perlahan ke arah Jamal. Melihat hal itu Jamal dan anak buahnya tertawa puas. Sedangkan Langit dan Dika semakin emosi dengan kebodohan Elang.
"Gila lo Lang" Ucap Dika lirih.
"Gue kecewa sama lo Lang" Ucap Langit lirih juga.
Saat Elang tepat berada di depan Jamal, dia melirik ke arah Jack yang sudah siap menyerang Jamal. Karena sibuk tertawa Jamal sampai tidak sadar ketika Elang mengangguk.
Duack
Jack menendang punggung Jamal hingga Jamal terjatuh di pelukan Elang. Elang segera memukul perut Jamal terus menerus.
Melihat penyerangan itu Langit dan Dika tersenyum. Mereka dan anak anak Naga Darat segera berlari menyerang anak buah Lion yang sudah mulai menyerang Elang.
"Hahaha gue habisi lo semua" Teriak Dika yang mulai bersenang senang.
Dika Langit dan Elang mulai menggila karena terpancing emosi dari Jamal. Sedangkan Jack lebih memilih untuk membawa Dion dan Edo ke tempat yang aman.
"Lo nggak papa kan Do?" Tanya Jack.
"Iya, gue panggil taxi dulu" Ucap Jack berjalan ke jalan raya. Sedangkan Edo membantu Dion membuka helmnya.
"Lo bertahan ya, kita akan bawa lo ke rumah sakit" Ucap Edo.
"Maksih" Ucap Dion lirih dengan terus memegangi kakinya yang terasa sangat menyakitkan saat ini.
🌹🌹🌹
Di rumah sakit.
Dion saat ini sedang di periksa oleh Dokter. Sedangkan Edo dan Jack menunggu Dion di ruang tunggu. Tak lama anggota Naga Darat telah sampai di rumah sakit. 3 pentolan Naga Darat masuk ke dalam rumah sakit. Sedangkan anggota lainnya lebih memilih di luar dulu.
"Dari pada kalian di luar, lebih baik kalian ke kafe depan saja. Kalian minum atau makan di sana. Biar gue nanti yang bayar" Ucap Elang.
"Lo serius bos?"
"Iya, sudah sana. Tapi ingat jangan membuat keributan, atau kalian akan tau akibatnya" Ucap Elang tegas.
"Siap bos. Kita tidak akan membuat keributan kalau tidak di ajak ribut lebih dulu"
"Bagus, kalau gitu kami ke dalam dulu" Pamit Elang.
"Siap bos"
__ADS_1
Elang dan kedua sahabatnya itu masuk ke dalam rumah sakit. Mereka menghampiri Edo dan Jack yang masih menunggu di ruang tunggu.
"Lo sudah sampai?" Ucap Jack bangkit dari duduknya di ikuti oleh Edo.
Elang mengangguk lalu melihat sekilas ke arah Edo. "Gimana Dion?" Tanya Elang ke Jack.
"Dia masih di dalam. Dokter masih memeriksa keadaannya" Jawab Jack.
"Lo bawa dia biar di obati, soal biaya biar gue yang tanggung" Ucap Elang.
"Nggak usah bang, gue nggak papa kok" Tolak Edo yang merasa tidak enak.
"Lo nggak usah sungkan begitu. Dia orang kaya di sini. Rumah sakit ini pun punya dia. Lagian lo sudah bantu kita, jadi biar kita berterima kasih sama lo" Ucap Dika yang merangkul bahu Edo.
"Makasih bang" Ucap Edo.
"Ya sudah, gue bawa Edo dulu biar di obati" Pamit Jack yang di angguki oleh Elang.
Elang, Dika dan Langit duduk di kursi ruang tunggu. Mereka masih menunggu kabar dari Dokter tentang keadaan Dion.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja