
Lita pun menangis, dengan langkah gemetar dia mulai menghampiri Elang yang terus mengusap kepala Zahra. Tangannya yang gemetar menyentuh kepala Zahra yang basah karena darah.
"Jangan di ganggu, Zahra baru tidur. Nanti kalau kebangun dia bisa marah" Ucap Elang berbisik pada Lita. Mendengar ucapan Elang mrmbuat Lita semakin menangis. Dia pergi menjauh karena sudah tidam tahan melihah Elang yang hancur seperti saat ini.
Anak anak Naga Darat pun lembali menangis. Mereka tidak tega melihat Elang yang sudah mulai gila dengan kepergian Zahra. Yoga segera menghapus air matanya. Dia tidak boleh bersedih karena harus ada orang yang mengurus pemakaman Zahra secepatnya. Dia kasihan dengan Zahra jika tidak segera di makamkan.
"Ayo bawa masuk Lang" Ucap Yoga yang di angguki oleh Elang.
Elang menggendong Zahra masuk ke dalam rumah. Darah segar yang keluar dari kepala Zahra menetes di setiap langkah Elang. Naira membantu Dion untuk bangun, dia mengajak Dion masuk ke dalam rumah Elang.
Kakek Dirga yang berada di luar kota mendengar kabar kematian Zahra. Dia amat terkejut hingga membuat jantungnya terasa sakit. Namun dia segera menuruh anak buahnya untuk menyiapkan helikopter agar lebih cepat sampai.
Dika dan Langit yang masih berada di luar negri juga mendapat kabar hal serupa. Tanpa pikir panjang, mereka segera menuju bandara untuk kembali secepatnya ke Indonesia.
Anak anak anggota Naga Darat mulai membantu persiapan pemakaman Zahra. Anak anak yang berada di bawah naungan Naga Darat pun datang. Termasuk Kaka, anak SMK Makarta dan antek anteknya. Kaka yang sejujurnya memiliki perasaan pada Zahra sampai terpukul ketika mendengar kabar tentang meninggalnya Zahra.
"Hai bro" Ucap Kaka pada Edo yang menuambut kedatangan geng geng lain.
"Thanks ya sudah mau hadir" Ucap Edo lirih.
"Kami memang harus hadir Do, kami ingin memberikan penghormatan terakhir pada Ratu kita"
"Iya, gue mewakili Elang mengucapkan banyak banyak terima kasih." Ucap Edo.
Mereka semua yang berada di luar rumah Elang seketika terkejut ketika mendengar teriakan Elang dari dalam rumah.
"Enggak, Zahra tidak meninggal. Dia hanya tidur. Jangan sentuh Zahra ku" Teriak Elang menggila.
Jack dan Yoga sampai terpental karena kekuatan Elang yang super kuat. Mereka tidak menyangka jila Elang masih sekuat itu padahal dia sudah babak belur di sekujur tubuhnya.
Kaka dan kedua sahabatnya masuk ke dalam rumah Elang. Mereka membantu Jack dan Yoga untuk memegangi Elang karena Zahra akan di mandikan.
"Enggak, Zahra hanya tidur... dia tidak meninggal... tolong lepasin gue" Ucap Elang menangis lirih.
"Lang sadar Lang, dengan lo yang seperti ini akan memberatkan Zahra untuk menuju ke jalan surga. Jangan seperti Lang,biarkan Zahra pergi. Gue tau jika itu sangat berat lo lakukan tapi Zahra pergi dengan terhormat karen menjaga kehormatannya. Dia memilih jalan ini dari pada harus merelakan hal itu" Ucap Dion yang mencoba menenangkan Elang. Dan benar saja, Elang mulai tenang.
"Lepasin gue, gue mau ikut memandikan istri gue" Ucap Elang lirih.
__ADS_1
Jack dan Yoga saling pandang lalu mereka memandang ke arah Dion. Dion mengangguk pelan lalu mereka melepaskan pegangannya pada Elang. Elang bangkit dan ikut membopong Zahra menuju ke garasi rumah yang merek jadikan tempat untuk memandikan Zahra.
Elang duduk memangku kepala Zahra. Ibu ibu warga setempat membantu untuk memandikan Zahra. Elang kembali menangis melihat wajah Zahra yang sudah pucat membiru. Dia mengusap wajah cantik Zahra lalu mencium kenig Zahra kama.
"Kenapa kamu harus pergi sayang. Kenapa kamu memilih meninggalkan aku. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu sayang. Hati dan perasaan ku mati melihat kamu yang terbujur kaku seperti ini" Guman Elang dalam hati.
Kakek Dirga sampai sesaat sebelum Zahra di sholatkan. Beliau datang bersama pak Amir yang memapah kakek Dirga. Kakek Dirga sudah tidak bisa membendung air matanya. Dia menangis lalu berjalan menuju keranda yang sudah di tutupi kain berwarna hijau.
"Maafkan kakek Zahra, kakek telah gagal menjaga kamu, maafkan kakek" Ucap kakek Dirga menangis.
"Kakek mau ikut menyolatkan nona?" Tanya pak Amir yang di angguki oleh kakek Dirga. Walaupun dadanya masih terasa sangat sakit, tapi ia akan menahanya untuk ikut menyolatkan Zahra.
Tak lama setelah di sholatkan, Elang, Dion, Edo dan Kaka mengangkat keranda menuju ke mobil ambulance. Karena pemakaman keluarga Elang cukup jauh, mereka semua ikut menuju ke makam dengan menaiki motor. Hanya ada Lita dan Naira di rumah Elang untuk menjaga rumah. Mereka menyiapkan minuman dan makan ringan untuk anak anak yang nanti kembali dari makam.
🌹🌹🌹
Ke esokan harinya.
Semua murid dan guru SMA Dirgantara datang ke rumah Elang. Mereka semua baru tau jika Elang dan Zahra sudah menikah lama.
"Elang, kamu yang tabah ya nak. Yakin lah di balik semua ujian, Tuhan telah menyiapkan rencana terindah untuk kamu" Ucap bu Ika.
"Terima kasih semuanya, saya selaku kakak kandung dari Zahra meminta maaf sebesar besarnya jika Zahra memiliki salah yang di sengaja maupun tidak di sengaja" Ucap Dion
"Iya Dion. Kami semua sudah memaafkan Zahra sebelum kamu mintanya" Ucap kepala sekolah.
Kepala sekolah mengeluarkan sebuah undangan dari dalam jasnya. Beliau memberikan undang tersebut kepada Elang. Elang yang sejak tadi melamun pun terkejut melihat undangan di tangannya.
"Itu undangan untuk pengambilan ijazah serta acara kelulusan untuk Zahra. Bapak harap kamu bisa hadir untuk mewakili Zahra. Kamu pasti akan bangga mengetahui predikat yang akan di sandang Zahra. Jadi bapak harap kamu mau hadir dalam acara itu" Ucap kepala sekolah.
"Saya akan hadir" Jawab Elang yang akhirnya mau membuka suara.
"Baik lah kalau begitu, kami permisi dulu" Pamit kepala sekolah yang di ikuti oleh guru guru lainnya.
Dion, Anita dan Yoga bangkit untuk menyalami para guru namun tidak dengan Elang. Elang terus diam menatap lurus dengan pandangan matanya yang kosong. Dion menepuk bahu Elang setelah kepergian para guru.
"Ayo makan dulu bareng gue, sejak kemarin lo sama sekali tidak makan dan minu" Ucap Dion.
__ADS_1
"Gue nggak lapar" Jawab Elang singkat. Elang bangkit dari duduknya lalu berjalan masuk ke lantai atas untuk menuju ke kamarnya. Kamar yabg penuh dengan kenangannya bersama Zahra. Bahkan harus feminim milik Zahra masih tercium lembut di hidung Elang.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja