BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
38


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





Zahra mengehela nafasnya. Dia melepaskan pelukannya dari Elang lalu berjalan menghampiri Dion. "Bang, ini perjuangan ku untuk membantu mereka yang sudah masuk ke dalam dunia malam terlalu lama. Jadi tolong ijinkan aku untuk membawa mereka hijrah ke jalan yang lebih baik lagi" Ucap Zahra lembut.


"Ion, gue tau lo sayang banget sama Zahra. Gue juga sama seperti lo Ion. Gue juga sayang sama Zahra bahkan labih dari nyawa gue sendiri. Gue janji akan menjaga dia lebih baik lagi. Gue janji sama lo Ion" Ucap Elang yang kini berdiri di belakang Zahra.


"Tapi dunia lo terlalu kejam Lang. Gue tidak bisa bayangkan bagaimana nantinya jika adik gue kenapa kenapa" Ucap Dion terduduk di sofa dengan tertunduk memegangi kepalanya.


"Jika lo masih belum percaya dan yakin sama gue, lo bisa ikut masuk ke dalam geng gue hanya untuk menjaga Ara" Ucap Elang.


"Bagaimana Dion? Semua keputusan ada di tangan kamu nak. Kalau kakek pribadi akan mendukung Zahra karena niatnya yang begitu mulia" Ucap kakek Dirga.


"Tapi kamu harus janji untuk menjaga diri kanu baik baik ya dek. Abang tidak mau jika kamu sampai terluka. Abang tidak rela dek" Ucap Dion.


"Terima kasih bang, Rara akan menjaga diri Rara sebaik mungkin. Ada kak Langit dan kak Dika yang bantu kak Elang untuk menjaga Rara" Ucap Zahra tersenyum.


"Makasih Ion, gue tidak akan membuat lo kecewa" Ucap Elang tersenyum juga.


Karena kondisi yang sudah mulai tenang, Angel berjalan ke arah mereka semua. "Jadi kalian sudah menikah?" Tanya Angel yang mampu membuat semua orangvyang ada di ruangan itu seketika menatap ke arah Angel.


"Angel" Ucap Zahra terkejut. Dia lupa dengan adanya Angel di rumahnya itu.


"Sejaka kapan kalian menikah?" Tanya Angel yang kini duduk di sebelah Zahra.


"Beberapa hari sebelum aku pindah sekolah ke sini" Jawab Zahra tertunduk.


"Selamat ya Ra, maaf karena aku baru memberikan selamat pada kalian" Ucap Angel.

__ADS_1


"Makasih Angel, tapi gue harap lo simpan rahasia ini sampai kalian lulus. Gue tidak mau kalau sampai omongan omongan negatif yang mengarah ke Zahra" Ucap Elang.


"Lo tenang saja Lang, gue akan jaga rahasia ini sampai kalian sendiri yang mempublikasikannya" Jawab Angel.


"Makasih ya Angel" Ucap Zahra tersenyum.


Zahra dan Angel pun berpelukan dengan rasa bahagia di antara mereka. Dion pun tersenyum melihat persahabatan mereka. Walaulun keyakinan mereka berbeda namun tidak mengalahkan rasa persahabatan mereka.


🌹🌹🌹


Hati hati telah berlalu. Anak anak yang kemarin telah menghina Zahra sudah meminta maaf pada Zahra dan kini lebih menghormati Zahra dari sebelumnya.


Seperti siang ini ketika mereka semua sudah pulang sekolah, Zahra dan Elang memilih untuk datang ke warung kang Asep.


"Selamat datang Ratu Naga Darat" Ucap smeua anggota geng Naga Darat.


"Hahaha, jangan seperti itu, aku tidak nyaman jika kalian seperti itu" Ucap Zahra.


"Dengarkan itu, jangan bersikap seperti itu lagi" Ucap Elang.


"Baik bos" Jawab anak anak.


Zahra melihat jam dinding yang ada di warung kang Asep. Jam dinding itu sudah menunjukkan pukul 1 siang. "Siapa yang belum sholat, ayo sholat dulu" Ucap Zahra.


"Bagus lah kalau begitu. Karena kalian sudah menunaikan ibadah sholat, aku akan mentraktir kalian makan. Pesan lah ke kang Asep biar aku yang bayar" Ucap Zahra.


"Serius Ratu? Kami banyak lho anggotanya yang datang hari ini?" Tanya Geo.


"Sudah pesan saja, mumpung lagi baik nih" Ucap Elang.


"Kak Elang, emangnya aku biasanya tidak baik apa?" Tanya Zahra memukul bahu Elang.


"Hahahaha tidak sayang, aku bercanda" Jawab Elang tertawa lepas.


"Ah manisnya si bos sama Ratu, bikin melelah saja"


"Iya nih si bos, ingat kami kami yang jomblo dong bos"


"Gue juga mau dong bos di manisin gitu sama Ratu"


"Mau kepala lo pisah dari badan lo" Ucap Elang menatap tajam.


"Hahaha mampus lo, makanya jangan asal cuap tuh mulut" Ucap Coki tertawa.


"Sudah sudah, cepat pesan jangan bercanda terus" Ucap Zahra.

__ADS_1


"Siap Ratu" Ucap anak anak serempak.


Zahra tersenyum senang melihat keakraban mereka. Zahra pun merasa bangga karena mereka sadar akan kewajiban mereka tanpa harus Zahra ataupun Elang ingatkan.


"Zahra" Panggil Lita yang baru saja datang ke warung.


"Kak Lita, kakak tidak ada kuliah?" Tanya Zahra.


"Harusnya sih ada, tapi tuh si Langit minta aku ikut ke sini. Katanya untuk menemani kamu" Ucap Lita.


Zahra seketika menatap ke arah Langit yang berdiri di belakang Lita. Langit yang merasa gerogi menggaruk kepalanya belakangnya yang tidak gatal.


"Kakak jangan percaya dengan kak Langit. Sebenarnya kak Langit hanya ingin selalu dekat dengan kakak saja."


"Sebetulnya kak Langit sudah mulai bucin sama kak Lita" Bisik Zahra.


"Gue dengar Za" Ucap Langit.


Zahra cengengesan karena ucapannya terdengar oleh Langit. Elang yang melihat hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zahra yang menggemaskan baginya.


Hingga sore hari mereka berada di warung kang Asep. Saat ini Langit sudah berada di rumah bersama Lita yang baru saja selesai mandi. Dia memakai handuk kimononya dengan rambut yang di lilit oleh handuk.


"Mandi gih, aku sudah siapkan air hangat di bathtup" Ucap Lita yang berjalan ke arah meja riasnya.


Dia membuka handuk yang ia lilitkan di rambutnya. Namun saat dia akan mengeringkan rambutnya, dia merasakan tangan kekar yang memeluk pinggangnya. Terpaan nafas yang hangat ia rasakan di tengkuk lehernya karena rambutnya kini tengah ia sampingkan.


"Langit, jangan seperti ini. Aku kegelian" Ucap Lita.


"Apa lo sudah benar benar menerima gue Lita?" Tanya Langit.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Lita.


Langit melepaskan pelukannya lalu dia membalikkan badan Lita lalu menggendongnya dan mendudukkannya ke atas meja rias.


"Gue mengunginkan lo Lita, gue ingin semua yang ada dalam diri lo. Termasuk hati lo" Ucap Langit.


"Apa kamu yakin menginginkan hati ku Langit?" Tanya Lita menatap kedua manik coklat gelap milik Langit.


"Gue serius Lita karena kini di hati dan pikiran gue hanya ada lo. Gue gelisah jika jauh dari lo. Gue rindu setiap lo tidak mengabari gue. Gue selalu ingin memeluk lo setiap gue melihat lo. Dan gue ingin selalu berada di samping lo menikmati harum tubuh lo yang sudah membuat gue candu" Ucap Langit.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2