BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
68


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan dan menebus obat, Pak Amir dan Dion memutuskan untuk pulang.


"Jangan sampai Zahra tau tentang penyakit saya pak" Pinta Dion.


"Tapi mas Dion saat ini hanya punya mbak Zahra sebagai keluarga. Jika mbak Zahra tau dan sudah terlambat, dia pasti akan sangat marah pada dirinya sendiri. Dia pasti akan terus menyalahkan dirinya sendiri" Jelas Pak Amir.


"Kalau soal itu pastikan bahwa dia jangan pernah tau bahkan sampai mati pun jangan sampai di tau" Ucap Dion.


"Baik mas" Jawab pak Amir.


Dion melihat keluar jendela. Pak Amir melihat Dion dari pantulan kaca sepion. Dia merasa kasihan dengan Dion yang di umurnya yang masih sangat muda harus memikul tanggung jawab besar. Dion memnag sudah sering terjun ke perusahaan namun itu pun masih banyak di bantu oleh kakek Tara. Namun sekarang hanya dia sendiri, dia tidak ada tempat bersandar hanya untuk istirahat saja.


"Hari ini akan ada pelayan baru yang akan mengurus rumah mas Dion. Dia masih muda dan dia juga sangat rajin" Jelas Pak Amir.


"Saya serahkan semua ke pak Amir saja. Saya sudah terlalu lelah berfikir saat ini" Ucap Dion.


"Pak, saya mau tidur dulu. Nanti kalau sampai di rumah tolong bangunkan saya" Pinta Dion.


"Baik mas" Jawab pak Amir.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Dion. Pak Amir yang masih melihat Dion tertidur, lebih memilih tetap di dalam mobil agar Dion tidak terbangun. Dia merasa kasihan dengan Dion yang kurang tidur.


Hampir 2 jam lamanya Dion tertidur. Dion mulai terbangun dan melihat pak Amir yang masih berada di dalam mobil, padahal saat ini mereka sudah sampai di rumah.


"Kenapa pak Amir tidak membangunkan saya?" Tanya Dion.


"Kenapa mas Dion sudah bangun? Anda tidur belum sampai 2 jam" Ucap pak Amir.


"Tidur saya lebih banyak kali ini berkat kbat dari Dokter" Jawab Dion tersenyum.


"Ya sudah, mas Dion lebih baik masuk lalu mandi agar mas Dion bisa istirahat lagi di kamar" Ucap pak Amir.


"Pak Amir mau ke mana?" Tanya Dion.


"Saya mau ke kantor mas, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan" Jawab pak Amir.


"Baik lah, siang nanti saya akan ke kantor" Ucap Dion.


"Tidak perlu, anda lebih baik istirahat saja di rumah" Ucap pak Amir tegas.


"Baik lah pak Amir, saya akan tetap di rumah hari ini" Jawab Dion malas.


Dion keluar dari mobil pak Amir lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Saat melewati dapur, dia melihat pelayan yang baru sedang memasak makanan.


"Mbak tolong antarkan kopi ke kamar saya" Ucap Dion tanpa melihat ke arah pelayan baru itu


"Baik tuan" Jawab pelayan itu menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Dion berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Dia lebih memilih duduk di kursi yang ada di balkon kamar.


"Aku capek kek. Bolehkah aku berhenti sekarang?" Guman Dion lirih.


Tok tok tok


"Permisi tuan, saya bawakan kopi pesanan tuan"


"Masuk saja" Jawab Dion.


Pelayan baru itu pun masuk ke dalam kamar Dion. Dia menaruh kopi yang ia bawa di atas meja yang berada di samping Dion.


"Naira" Ucap Dion terkejut.


Pelayan yang bernama Naira itu pun melihat ke arah Dion. Naira pun sam terkejutnya dengan Dion karena saat ini dia bekerja pada teman masa kecilnya dulu.


"Dion. Jadi aku bekerja di rumah kamu sekarang?" Tanya Naira.


"Iya, sini duduk dulu" Pinta Dion.


"Tidak sopan, aku kan palayan kamu di rumah ini" Tolak Naira.


"Ra, duduk" Ucap Dion tegas. Akhirnya Naira pun mengikuti ucapan Dion. Dia duduk di kursi sebelah Dion.


"Kenapa lo bekerja jadi pelayan?" Tanya Dion.


"Saya mau menabung untuk kuliah. Kamu kan tau sendiri kalau bapak saya hanya buruh tani di kampung. Jadi saya harus berusaha sendiri untuk menaikkan derajat bapak" Jelas Naira tertunduk.


"Tidak usah Dion, gaji saya di sini sudah sangat banyak. Saya pasti bisa segera kuliah dengan biaya saya sendiri" Ucap Naira.


"Ra, lo itu cewek yang pintar. Gue akan bantu lo untuk mendapat beasiswa di kantor gue. Jadi lo tidak usah khawatir soal biaya. Untuk gaji lo, lo bisa kirim ke bapak lo di kampung, agar lo bisa sedikit meringankan beban beliau" Jelas Dion.


"Makasih ya Ion, kamu sangat baik sejak dulu dengan saya. Bahkan kakek Tara selalu membantu bapak saya ketika ada kesulitan" Ucap Naira.


"Kakek sudah meninggal Ra, sudah satu minggu yang lalu" Ucap Dion tertunduk sedih.


"Innalillahi wa innalillahi rajiun. Maaf Dion bukan maksud saya untuk membuat kamu sedih" Ucap Naira meraih tangan Dion karena merasa bersalah.


"Nggak papa kok" Jawab Dion tersenyum.


Dion merasa nyaman saat bersama Naira saat ini. Dia banyak cerita pada Naira tentang hari harinya tanpa ada kakek Tara lagi. Naira pun menjadi pendengar yang baik dengan sesekali dia mengusap lembut punggung Dion untuk menguatkan Dion dengan jalan yang Allah berikan padanya.


"Sudah malam, lebih baik kamu istirahat sekarang. Besuk kamu harus bangun pagi dan mulailah hidup kamu dengan lebih baik lagi Dion. Betapapun beratnya jalan hidup kamu, ingat lah bahwa kamu tidak sendirian di sini. Jangan pantang menyerah Dion. Semangat" Ucap Naira ceria.


Dion yang malu karena di semangati oleh Naira hanya tersenyum lebar namun tertunduk. "Jangan nunduk dong, nanti saya tidak bisa melihat senyuman kamu" Ucap Naira.


"Apaan sih lo Ra, sudah ah gue mau istirahat" Ucap Dion.

__ADS_1


"Ok, saya juga mau istirahat. Selamat malam Dion" Ucap Naira tersneyum manis.


Naira bangkit dari duduknya. Dia berjalan menuju ke pintu kamar Dion. Namun saat akan membuka pintu, ia terhenti karena kembali di panggil oleh Dion.


"Naira"


Naira menoleh ke arah Dion. "Jangan panggil saya kamu lagi. Lo bisa lebih santai saat bicara sama gue nanti. Gue merasa terlalu jauh jika lo terlalu formal sama gue" Ucap Dion.


"Baik lah" Jawab Naira mengangguk.


Naira Givarel adalah seornag gadis desa yang dulu berteman dengan Dion. Walaupun Naira lebih tua satu tahun dari Dion, namun Naira tetap berteman baik dengan Dion. Sapai mereka sekolah menengah pertama, Naira mulai suka pada Dion. Namun dia sadar bahwa Dion bukan anak laki laki yang bisa dia dapatkan karena keluarga Dion yang cukup terpandang di desanya.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy

__ADS_1


#kampus


#fiksiRemaja


__ADS_2