
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
"Gila, cewek gue keren banget" Guman Elang.
"Cewek gue malah manis banget tuh" Sahut Langit yang juga tampak melihat Lita yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Gue makin cinta sama tuh cewek" Ucap Elang tersenyum tipis.
"Gue lebih cinta ke dia" Sahut Langit.
"Kalian pada ngapain sih?" Tanya Angel yang merasa heran dengan sikap Elang dan Langit yang tampak berseri seri.
"Kalian sakit ya?" Tanya Angel lagi.
"Iya" Jawab Elang dan Langit bersamaan.
"Sakit apa?" Tanya Angel khawatir.
"Sakit tertusuk panah asmara" Jawab Elang dan Langit bersamaan lagi.
"Bang***t" Umpat Angel yang marah. Dia melenggang pergi meninggalkan kedua sahabat yang gila dengan cinta mereka.
Angel berjalan menghampiri Zahra yang sudah menunggunya. "Kamu kenapa Ngel?" Tanya Zahra heran melihat wajah Angel yang di tekuk.
"Tuh dua curut kebanggaan lo pada gial" Jawab Angel menunjuk ke arah Elang dan Langit. Zahra melihat ke arah yang di tunjuk oleh Angel. Lalu dia tersenyum ketika melihat sang suami yang tengah menatapnya.
"Kekasih halal ku" Ucap Zahra.
"Hah pas deh kalian berdua, sama sama bucin akut" Ucap Angel berjalan meninggalkan Zahra. Zahra berlari mengikuti Angel lalu memeluk lengan Angel agar Angel tidak marah padanya.
Bel sekolah berdering menandakan jam masuk pelajaran. Namun sialnya Anita dan Dika terlambat datang. Karena ini hari pertama Lita bekerja, dia datang ke lapangan dan melihat Langit yang berada dk sana dengan anak anak yang terlambat datang.
Plack
Langit memukul kepala Dika karena Dika yang sebagai panutan bagi anak anak Naga Darat bisa datang terlambat bahkan dia terlambat bersama Anita sang kekasih.
"Lo dari mana saja? Gue tadi sudah telfon lo dan lo bilang sudah di rumahnya Anita. Terus kenapa lo sampai sini terlambat?" Ucap Langit.
__ADS_1
"Jangan main kasar dong sama baby gue" Ucap Anita mengusap lembut kapala Dika.
"Heh gue di sini lagi menghukum lo bukan malah menonton lo pacaran" Ucap Langit
Lita tersenyum dengan menggelengkan kepalanya melihat Langit dan kekasih Dika yang beradu mulut.
"Sabar by" Bisik Lita dan seketika Langit menoleh ke arah Lita.
"Eh kak Lita, sudah resmi jadi guru kak?" Tanya Dika.
"Dia siapa?" Tanya Anita.
"Kekasihnya Langit" Jawab Dika.
"Oh"
Lita mulai mencatat anak anak yang terlambat pagi ini. Saat sampai di depan Dika, Dika berbisik minta bantuan pada Lita.
"Kak bantu gue sama Anita dong" Pinta Dika.
"Bantu apa?" Tanya Lita.
"Bantu kabur dari ketos kejam itu" Jawab Dika menunjuk Langit menggunakan dagunya.
"Gue dengar" Sahut Dika.
"Maaf aku kali ini nggak bisa bantu. Dia kakau lagi serius nyeremin" Jawab Lita yang berlalu dari hadapan Dika.
"Kalian semua lari lapangan 10 kali, untuk Anita karena lo cewek sendiri, kali ini gue ampuni lo" Ucap Langit.
"Gue juga dong pak ketos" Ucap Dika.
"Kejam banget lo sama gue Ngit" Ucap Dika jutek.
"Sana lari, mau ngapain lagi? Mau gue tambah hukumannya?" Tanya Langit dan seketika semua anak anak yang terlambat langsung berhamburan lari lapangan. Sedangkan Anita belari menuju ke kelasnya karena pagi ini dia ada ulangan kimia.
🌹🌹🌹
Di kantin saat ini sudah di penuhi anak anak yang sedang mencari makanan untuk mengganjal perut mereka yang sedari pagi sudah berkutat dengan pelajaran.
Sama halnya dengan ketiga pentolan Naga Darat yang saat ini sudah duduk di sudut kantin menikmati makan yang mereka pesan.
"Baby" Teriak Anita yang berlari menghampiri Dika.
"Yes hunny" Jawab Dika ketika Anita sudah memeluknya dari belakang.
Cup
Dika mencium sekilas pipi Anita. Anita lalu duduk di sebelah Dika yang masih asik makan baksonya.
"Mau makan apa?" Tanya Dika pada Anita.
"Minum saja, gue belum laper" Jawab Anita.
"Ya sudah tunggu di sini, gue pesenin dulu" Ucap Dika.
__ADS_1
"Ok" Jawab Anita.
Dika bangkit dari duduknya, dia memesankan minuman untuk Anita yang menunggu bersama kedua temannya. Anita melihat ke arah Elang dan Langit yang sedari tadi menatapnya.
"Kenapa lo lo pada lihatin gue?" Tanya Anita.
"Sejak kapan lo secentil ini?" Tanya Langit.
"Sejak gue pacaran sama Dika" Jawab Anita santai. Anita mengeluarkan vapenya, namun dia tersenyum aneh ketika dia ingat bahwa teman kekasihnya itu ketua Osis di sekolah.
"Lo bawa vape ke sekolah" Ucap Langit marah. Anita tidak menjawab pertanyaan Langit yang menyeramkan baginya. Dia hanya cengengesan saja yang membuat Langit semakin geram.
"Ada apa sih?" Tanya Dika yang telah kembali membawa minuman untuk Anita.
"Tuh cewek lo bawa vape ke sekolah. Gila apa dia, mau gue sita tuh vape?" Ucap Langit marah.
"Sekali doang Ngit, maafin kenapa. Besuk besuk nggak akan di bawa kok" Ucap Dika.
"Sudah lah, lo ampuni saja kali ini" Ucap Elang.
"Awas ya lo kalau besuk lo bawa lagi tuh vape ke sekolah" Ancam Langit.
"Iya iya besuk nggak akan gue bawa" Jawab Anita. "Angel sama Zahra ke mana? Kok belum ke sini sih?" Tanya Anita.
"Ke musholla" Jawab Elang.
"Angel mualaf?" Tanya Anita.
"Enggak lah, dia cuma nganter Zahra doang. Mereka kan amplop sama prangko kalau di sekolah" Ucap Elang cemburu.
"Kok lo nyolot sih? Lo cemburu?" Goda Anita.
"Bukan urusan lo" Ucap Elang singkat.
Dika dan Langit hanya tersenyum mendengar jawaban dari Elang namun berbeda dengan Anita yang kini sudah tertawa lepas melihat Elang yang semakin jengkel saat ini.
"Berisik lo" Ucap Elang melempar bungkusan kerupuk ke arah Anita.
"Woy, jangan main lempar dong bro" Ucap Dika marah.
"Cewek lo berisik" Ucap Elang.
"Sorry sorry" Ucap Anita yang masih belum bisa mengkondisikan tawanya.
Tak lama Zahra dan Angel masuk ke area kantin. Mereka lebih dulu memesan makanan dan minuman. Elang melihat sang istri yang sedang bercanda dengan Angel membuatnya semakin cemburu. Dia meremas kerupuk yang ia pegang sampai hancur.
Anita yang melihat hal itu pun mulai mengikuti pandangan mata Elang. Dia kembali tertawa karena dia tau kenapa Elang sampai meremas kerupuknya barusan.
"Lo serius cemburu sama Angel?" Tanya Anita.
"Diam nggak lo" Ucap Elang dingin.
"Sudah lah hunny, jangan lo godain terus. Bisa bisa tuh anak meledak sekarang kalau lo goda terus" Ucap Dika.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏