
...Next? ...
...Udah vote dan spam komen belum? ...
...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....
...Like dan bintang 5 juga boleh lho ya......
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
...See u next part ❤...
●
●
●
Tak lama Zahra dan Angel masuk ke area kantin. Mereka lebih dulu memesan makanan dan minuman. Elang melihat sang istri yang sedang bercanda dengan Angel membuatnya semakin cemburu. Dia meremas kerupuk yang ia pegang sampai hancur.
Anita yang melihat hal itu pun mulai mengikuti pandangan mata Elang. Dia kembali tertawa karena dia tau kenapa Elang sampai meremas kerupuknya barusan.
"Lo serius cemburu sama Angel?" Tanya Anita.
"Diam nggak lo" Ucap Elang dingin.
"Sudah lah hunny, jangan lo godain terus. Bisa bisa tuh anak meledak sekarang kalau lo goda terus" Ucap Dika.
Setelah makanan mereka siap, Zahra dan Anita mencari tempat duduk yang kosong. Zahra tersenyum ketika melihat Elang yang sedang menatapnya. Dia berjalan menghampiri Elang lalu duduk di sebelah Elang.
"Kok baksonya nggak di makan?" Tanya Zahra.
"Nggak papa" Jawab Elang singkat.
"Kamu kenapa sih by?" Tanya Zahra heran.
"Nggak papa, sudah sana cepat makan, sebentar lagi bel masuk" Ucap Elang.
"Sudah Ra jangan ambil pusing. Nanti kalau sampai rumah juga sembuh sendiri tuh anak" Ucap Dika.
"Memangnya kamu sakit by? Sakit apa?" Tanya Zahra khawatir.
"Sakit hati. Hahahahaha" Jawab Anita tertawa.
__ADS_1
"Ngit, sepertinya ucapan gue yang tadi lo lupain saja, lebih baik lo tertibkan anak anak yang bermasalah sekarang" Ucap Elang menatap tajam ke atah Anita.
Anita yang mendapat tatapan tajam serta ancaman Elang tadi, membuat dirinya seketika terdiam dan tertunduk. Sekarang ganti Langit yang tertawa devil melihat Anita yang tertunduk.
"ANITA" Panggil Langit yang membuat Anita semakin ketakutan.
"Ngit, sudah dong. Cewek gue ketakutan nih" Ucap Dika.
Sedangkan Zahra meraih tangan Elang yang berada di bawah meja saat ini. Merasa tangannya di genggam Zahra membuat Elang menatap kebarah Zahra dan tersenyum.
"Aku nggak sakit kok, cepat habiskan makanan kamu" Ucap Elang mengusap lembut kepala Zahra.
"Kak Elang kok bisa sih sesweet itu ke Zahra, jadi iri deh" Ucap Angel.
"Sana minta sama Dion" Celetuk Langit tersenyum.
"Apa?" Tanya Dion yang ternyata ada di belakang mereka karena dia baru kembali dari kamar mandi. Seketika tawa mereka pecah ketika melihat Dion.
"Gila lo ya" Ucap Dion melenggang pergi dari kumpulan Elang dan teman temannya itu.
"Lo sih kak, bikin gue salting tau nggak" Ucap Angel marah pada Langit.
"Ya maaf, mana gue tau kalau ada orangnya di belakang gue" Jawab Langit. Angel cemberut lalu dia kembali fokus ke makanannya.
Beberapa bulan telah berlalu. Hubungan Anita dan Dika semakin lengket saja. Yah...walaupun dengan tegas Jack menentang hubungan mereka. Tapi Anita maupun Dika terus berusaha untuk meyakinkan Jack bahwa hubungan mereka bukan hanya hubungan one night saja.
Malam ini Dika sedang ada di rumahnya Anita. Dika sudah menyiapkan kue dan kado untuk ulang tahun Anita. Anita yang sudah tidak sabar ingin meniup lilinnya terus saja melihat ke arah jam dinding rumahnya.
"Lama banget sih" Ucap Anita tidak sabar.
"Sabar lah hunny, lagian ini masih jam 9 malam. Masih nunggu 3 jam lagi" Ucap Dika.
"Tapi aku sudah tidak sabar baby. Kamu sih datangannya kecepetan" Ucap Anita.
"Yang sedari tadi telfon suruh ke sini siapa? Tadi juga aku berencana datang jam 12 untuk membuat kejutan. Tapi kamu sendiri yang ribet telfon terus nyuruh ke sini" Ucap Dika.
"Jadi kamu nggak mau ke sini? Kamu merasa berat aku suruh datang ke sini?" Ucap Anita marah.
"Enggak gitu hunny. Arght sudah lah. Dari pada nunggu nggak jelas lebih baik kita main game saja. Nanti juga cepat berjalannya waktu kalau kita main game" Ucap Dika.
"Iya deh" Jawab Anita lemas.
Anita dan Dika kini lebih memilih duduk di karpet yang ada di sepan tv. Dika mulai menyalakan game PS agar tidak terfokus pada ulang tahun Anita yang masih menunggu 3 jam lagi.
__ADS_1
Tak berselang lama Jack baru pulang. Dia melihat motor Dika yang masih berada di rumahnya saat ini. "Nih anak ngapain di sini sampai malam begini?" Guman Jack.
Jack berjalan masuk ke dalam rumahnya. Dia melihat Anita dan Dika yang sedang asik bermain game. Dia juga melihat kue ulang tahun yang ada di atas meja.
"Ngapain lo masih di sini?" Tanya Jack.
"Kakak kenapa sih datang datang marah nggak jelas gitu" Ucap Anita marah.
"Pergi lo" Ucap Jack yang tidak perduli ucapan Anita.
"Kakak saja yang pergi, Dika mau di sini merayakan ulang tahun gue. Kalau lo nggak kau melihat cowok gue, lo saja yang pergi" Ucap Anita.
"Jaga ucapan lo Anita" Ucap Jack.
"Sudah lah Jack, gue ke sini juga nggak gangguin lo kok. Gue cuma mau merayakan ulang tahun cewek gue. Entar gue juga pulang sandiri tanpa lo usir" Ucap Dika.
"Lo berani lawan gue?" Ucap Jack marah mencengkram kerah jaket Dika. Dika tersenyum licik menatap Jack yang sangat marah saat ini.
"Kak lepasin Dika" Ucap Anita.
"Jangan harap lo bisa sama adik gue karena gue nggak akan pernah menyetujui hubungan lo sama dia" Ucap Jack penuh penekanan.
"Ini hidup dia, hanya dia yang bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Lo nggak akan bisa menentukan siapa yang akan menjalani kehidupan sama dia karena dia bukan boneka lo" Ucap Dika.
Duack
Jack memukul wajah Dika karena ucapan Dika yang semakin membuat dia marah. Jack mau menghampiri Dika lagi namun tangannya di cekal oleh Anita.
"Hentikan kak, lo berani menyentuh Dika lagi, gue pastikan lo nggak akan pernah melihat gue lagi di rumah ini" Ancam Anita.
Jack menepis tangan Anita namun dia masih manatap tajam ke arah Dika. Dia sungguh tidak rela jika adiknya itu hanya di permainkan oleh Dika. Jack belum percaya jika Dika sudah berubah. Dia khawatir jika Anita akan terluka nantinya.
"Gue akan terus awasi lo bang***t. Kakau sampai lo berani nyakitin adil gue, gue sendiri yang akan habisin lo" Ucap Jack tegas.
Jack berbalik menatap adiknya sekilas, lalu dia berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sedangkan Anita membantu Dika duduk di sofa. Dia melihat sudut bibir Dika yang sobek.
"Gue ambil obat dulu ya, lo tunggu di sini" Ucap Anita yang di angguki oleh Dika.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1