BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
74


__ADS_3

"Jaga ucapan kamu Jack." Bentak papah Jack. Namun bukannya menjawab Jack malah hanya tersenyum licik ke arah kedua orang tua Angel.


"Sekali saja anda melukai wanita ku, anda akan tau akibatnya" Ucap Jack.


"Gue balik dulu" Pamit Jack menepuk bahu Dika. Dika mengangguk dan tersenyum melihat kedua orang tua Angel yang mulai panas dingin.


"Ayo sayang" Ucap Jack lembut.


"Pergi lah" Ucap papah Angel ketika Angel menatapnya terus.


"Saya permisi om" Pamit Angel pada papah Jack


🌹🌹🌹


Hari ini Dion berencana main ke rumah Zahra karena sejak Zahra keluar rumah sakit sampai sekarang dia belum bertemu lagi dengan Zahra.


Dion yang sudah berada di depan rumah Zahra dan Elang segera turun dari mobilnya. Dia juga membawa kue kesukaan Zahra yang tidak pernah lupa ia bawa saat ia ingin main ke rumah Zahra.


"Abang" Panggil Zahra ketika ia baru saja membuka pintu rumah utamanya.


"Assalamualaikum dek, gimana kabar kamu?" Tanya Dion.


"Waalaikumsalam bang, alhamdulillah Zahra baik. Abang sendiri gimana?" Tanya Zahra


"Abang juga baik dek, alhamdulillah" Jawab Dion.


"Tumben lo main" Sahut Elang yang baru saka menuruni anak tangga.


"By kok begitu sih sama abang. Kamu nggak boleh begitu dong by" Ucap Zahra.


Elang duduk di sebelah Zahra. Dia merangkul bahu Zahra dan menatapa ke arah Dion. "Gimana perusahaan lo? Katanya sedang ada sedikit masalah?" Tanya Elang.


"Apa benar bang?" Tanya Zahra khawatir.


"Iya, tapi berkat kakek Dirga masalahnya bisa di atasi sekarang" Jawab Dion tenang.


Padahal dengan adanya masalah di perusahaannya, Depresi Dion sedikit lebih parah. Bahkan dosis obat tidur yang awalanya dia minum 2 butir kini di tambah Dokter menjadi 3 butir.


Dion merasa bahwa dengan meminum obat tersebut membuatnya sedikit terbantu. Dia bisa tidur sejenak, walaupun hanya 2 sampai 3 jam saja dalam sehari itu sudah cukup baginya.


"Bang, apa Zahra perlu ikut membantu di perusahaan?" Tanya Zahra lembut.


"Tidak perlu dek, kakak bisa kok menangani masalahnya. Kamu di rumah saja, lagian kamu juga baru sembuh jadi jangan terlalu lelah beraktifitas" Ucap Dion.


"Besuk gue akan ke perusahaan lo, gue akan bantu lo" Ucap Elang.


"Makasih Lang, tapi gue benar benar nggak papa kok" Tolak Dion halus.


"Gue melakukan itu untuk membuat Zahra tenang, dengan gue bantu lo, dia pasti lebih tenang" Sahut Elang.


"Terserah lo" Jawab Dion.

__ADS_1


Di saat bersamaan, Lita dan Langit juga baru saja keluar dari mobilnya. Mereka saat ini tengah berada di depan rumah Elang dan Zahra.


"Assalamualaikum" Ucap Lita tersenyum ketika melihat Zahra yang bangkit dari duduknya untuk menghampiri Lita.


"Waalaikumsalam kak" Jawab Zahra mencium pipi kanan dan kiri Lita.


"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Lita lembut.


"Jauh lebih baik kok kak. Ayo kak masuk, kak Langit masuk kak" Ucap Zahra ramah yang di angguki oleh mereka berdua.


Setelah mereka duduk di sofa, Dion yang merasa tidak nyaman pun lebih memilih berpamitan untuk pulang. Dia merasa tidak nyaman saat bersama sama di tengah tengah mereka.


Setelah kepulangan Dion, mereka kembali berbincang bincang ringan dengan menikmati minuman serta makanan ringan yang telah di sediakan oleh Zahra.


"Ini cookies Zahra yang membuatnya, coba lah" Ucap Elang mendorong piring yang berisi cookies ke depan Lita dan Langit.


"Enak Ra, kamu hebat ya bisa buat makanan ringan seperti ini. Kenapa nggak buat usaha makanan ringan saja" Ucap Lita.


"Aku hanya ingin mengisi waktu luang saja kok kak, kan kakak tau sendiri kalau aku belum di perbolehkan kak Elang ke sekolah" Ucap Zahra.


"Iya Lang, lo mau sampai kapan nggak bolehin Zahra ke sekolah. Banyak anak anak yang pasti penasaran kenapa Zahra belum juga masuk ke sekolah, apa lagi lo juga jarang ke sekolah kan? Padahal sebentar lagi kita akan ujian sekolah" Ucap Langit.


"Gue masih khawatir saja kalau dia ke sekolah, di sana pasti dia tidak akan ingat waktu. Gue takut kalau sampai kelelahan" Ucap Elang.


"Tapi kasihan Zahranya juga Lang, kan dia banyak sekali ketinggalan pelajaran, apa lagi dia sudah lebih dari 2 minggu tidak masuk sekolah" Sahut Lita.


"By, aku sudah nggak papa kok. Aku janji tidak akan melakukan kegiatan yang membuat ku kelelahan" Ucap Zahra lembut.


"Ya sudah lah, minggu depan kamu boleh ke sekolah. Tapi kamu harus janji jangan sampai kamu kelelahan" Ucap Elang.


"Makasihya by" Ucap Zahra memeluk lengan kekar Elang dengan kepala Elang yang mengangguk.


"Oh iya, kalian ke sini ada perlu apa? Tidak mungkin kalian jauh jauh ke sini hanya main kan?" Tanya Elang.


🌹🌹🌹


Beberapa minggu berikutnya. Zahra sudah kembali ke sekolah seminggu yang lalu. Dia juga tampak lebih sehat dan lebih semangat lagi.


"Za, kita main dulu yuk. Gue kangen nih sama lo, pengin ke mall" Ucap Anita yang bergelayut manja ke lengan Zahra.


"Maaf Ta, tapi aku tidak bisa. Kamu kan tau sendiri seposesif apa kak Elang sekarang ke aku" Tolak Zahra.


"Yah, padahal gue pengen banget Za jalan sama lo" Ucap Anita sedih.


"Ra, lo kok malah ninggalin gue sih" Ucap Angel dan Jack yang menghampiri Zahra dan Anita di parkiran mobil.


"Lo sih pacaran terus" Ucap Anita


"Ih kayak lo nggak aja" Sahut Angel cemberut.


"Enggak lah, gue mah tau tempat" Jawab Anita.

__ADS_1


"Ya gue juga tau tempat lo sama Dika biasa ngamar" kini Jack yang angkat bicara yang membuat Angel dan Zahra tertawa. Zahra tau seberapa jauh pacaran Anita dan Dika. Namun dia hanya bisa mengingatkan tanpa memaksa sedikit pun. Karena dia tau batasan yang harus ia tepati.


"Lo itu abang gue nggak sih" Ucap Anita marah.


"Makanya jangan sirik" Ucap Jack.


"Ra, kita jalan yuk ke kafe depan" Ucap Angel yang kini bergelayut manja juga di tangan Zahra.


"Enggak, minggir lo berdua" Sahut Elang yang menjauhkan Anita dan Angel yang terus memeluk lengan Zahra. Dia menarik Zahra ke dalam pelukannya.


"Jangan sentuh wanita gue" Imbuh Elang penuh penekanan.


"Dasar bucin" Ucap Anita dan Angel bersamaan. Mereka pun akhirnya kembali ke pasangan masing masing karena Dika juga datang bersama dengan Elang tadi. Sedangkan Langit tentu saja ke ruang BK untuk menemui sang istri tercintanya.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus

__ADS_1


#fiksiRemaja


__ADS_2