
"Cocok beut sama lo Ra. Oh iya asal lo tau saja, ini gue sendiri lho yang buat" Ucap Yoga.
"Oh ya? Wah kamu hebat sekali" UcapZahra kagum.
"Sejujurnya gue tidak perlu sekolah di sini karena gue sudah lulus sejak 2 tahun yang lalu. Tapi karena cowok biadap lo itu gue harus balik ke sekolah. Tapi tidak apa apasih karena gue juga mau melebarkan sayap gue di begara gue ini" Ucap Yoga.
"Maksudnya?" Tanya Zahra.
"Lagi ngomongin apa sih?" Tanya Anita yang penasaran dengan obrolan Zahra dan Yoga.
"Gue mau buka butik di sini. Lo mau nggak jado model gue?" Tanya Yoga pada Zahra.
"Model?" Tanya Zahra lagi.
"Iya, gue mau buat baju syar'i yang kekinian biar anak anak muda seperti lo tetap modis" Ucap Yoga.
"Aku tanya kak Elang dulu ya" Ucap Zahra.
"Ok" Kawab Yoga. "Oh iya, coba lo berdua berdiri" Pinta Yoga yang kini menatap Anita dan Angel.
"Untuk apa?" Tanya Angel.
"Sudah tinggal berdiri saja kenapa sih" Ucap Yoga menarik tangan Angel dan Anita agar berdiri.
Brack
Jack menggebrak meja karena tangan Yoga menyentuh tangan Angel. "Ih bucin" Ucap Yoga menatap santai ke arah Jack yang menatapnya dengan tajam.
"Coba muter" Ucap Yoga yang membuat Anita dan Angel bingung namun tetap mereka lakukan.
"Ok, gue akan pakai lo berdua juga" Ucap Yoga puas.
"Apa maksud lo? Lo gue biarin malah semakin jadi" Ucap Jack yang sudah mulai marah mendengar kata 'pakai' dari mulut Yoga.
"Ih, abang kok kepo sih. Nggak baik lho bang nanti bintitan" Celetuk Yoga.
"Emang bang Jack ngintip" Sahut Eko.
"Iya, ngintip hatinya kakikah. Hahahaha" Ucap Yoga yang membuat Eko ikut tertawa lepas dan bertos ria dengan Yoga.
"Gila lo asik banget" Ucap Eko di sela sela tawanya.
"Iya dong Yoga gitu" Ucap Yoga sombong.
Tak terasa bel tanda istirahat pun berbunyi nyaring. Banyak anak anak yang keluar dari kelas menuju ke kantin untuk mengisi tenaga mereka kembali yang telah terkuras untuk pelajaran pagi itu. Termasuk Zahra, Anita, Angel serta Yoga yang berjalan bersama menuju ke kantin.
Saat berjalan menuju ke kantin banyak pasang mata yang terpukau dengan mata biru Yoga. Namun Yoga tidak perduli akan pandangan itu karena dia tengah sibuk berbincang dengan Angel mengenai model pakaian yang cocok dengan Angel.
"Wah desaine lo keren banget Ga, gue jadi nggak sabar main ke butik lo" Ucap Angel antusias.
__ADS_1
"Ini sih belum seberapa, lo akan terkejut dengan koleksi gue nanti di butik. Jadi gimana lo mau kan jadi model gue?" Tanya Yoga.
"Ada bayarannya nggak?" Tanya Anita yang ikut nimbrung.
"Ada lah say, lo tenang saja. Di mata gue apapun yang bisa di kerjakan gue anggap bisnis" Ucap Yoga.
"Sudah nanti dulu bicara bisnisnya. Kalian duduk saja dulu biar aku pesankan makanan" Ucap Zahra.
"Makasih Ratu" Ucap mereka serempak.
"Yoga mau makan apa?" Tanya Zahra.
"Gue mau bakso saja Ra" Jawab Yoga.
"Ok" Jawab Zahra singkat lalu berjalan menuju ke penjual bakso untuk memesan 4 porsi bakso.
Di saat bersamaan, Jack, Eko dan Edo masuk ke dalam kantin. Jack melihat sekeliling untuk mencari keberadaan kekasihnya saat ini. Setelah menemukan Angel, Jack dan kedua sahabatnya itu berjalan menghampiri mereka.
"Sibuk amat" Ucap Jack mengusap lembut kepala Angel.
"Iya nih, kak Yoga mau ajak aku untuk jadi model pakaiannya" Jawab Angel.
"Serius Ga?" Tanya Jack.
"Iya, gue rencananya mau ajak ketiga cewek ini untuk coba koleksi gue. Tapi khusus untuk Zahra nunggu dulu karena pakaiannya baru di kirim hari ini" Jelas Yoga.
"Kalau gitu gue saja yang jadi fotografernya" Ucap Jack yang seketika mendapat pandangan aneh dari Yoga. Yoga tersenyum dengan mengedipkan matanya ke arah Jack.
Yoga menoleh ke samping Anita, dia melihat Eko dan seorang anak laki laki yang tampak manis dengan wajah baby facenya. "Ih ada cowok ganteng nih" Ucap Yoga yang memangku dagunya dengan kedua tanganya menatap lurus kebarah Edo.
Edo yang bingung dengan ucapan Yoga malah menoleh kanan kiri, lalu menatap Yoga dengan senyuman paksanya. "Ih kalau senyum bisa bikin es melelh nih" Ucap Yoga tertawa.
"Siapa bang?" Tanya Edo yang berbisik ke arah Jack.
"Bencong dari luar negri, teman sekelas gue" Jawab Jack santai.
Plack
Jack menerima pukulan di bahunya sari Yoga karena ucapan Jack yang menyinggungnya. "Gue bukan bencong ya, gue cuma agar melambai saja. Hahahaha" Ucap Yoga yang membuat tawa mereka pecah.
"Melambai ya nek" Sahut Eko.
"Yuhuuuu" Ucap Yoga bertos ria dengan Eko.
Tak lama Zahra kembali dengan nampan di tangnnya hang berisi 4 porsi bakso. "Nita, tolong ambil minumannya dong" Ucap Zahra.
"Ok" Jawab Anita bangkit dari duduknya.
"Do, geser nanti kita bersentuhan" Pinta Zahra yang di angguki oleh Edo. Edo bangkit lalu duduk di sebelah Jack. Mereka tau jika Zahra tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis dan mereka semua pun memakluminya karena mereka juga tau tentang agama.
__ADS_1
"Do kamu bawa mobil tidak tadi ke sekolah?" Tanya Zahra.
"Bawa Ra" Jawab Edo.
"Ya sudah nanti sebelum pulang mampir ke supermarket dulu ya, ada yang mau aki beli nanti" Ucap Zahra.
"Siap bos ku" Jawab Edo.
"Do jangan panggil aku begitu, aku nggak suka" Tegur Zahra.
"Sorry" Ucap Edo.
Sudah 3 bulan ini Edo ikut kerja di rumah Zahra dan Elang sebagai supir pribadi Zahra. Kakek Dirga juga membuatkan warung kecil untuk usaha ibu Edo di rumah. Namun Zahra tidak mau jika Edo memanggilnya bos atau non, karena menurut Zahra, Edo tetap lah temannya. Edo sangat bersyukur bisa mengenal Zahra dan Elang yang sangat baik padanya. Elang tidak begitu saja memberi uang pada Edo. Tapi dia mengajarkan Edo untuk tanggung jawab agar bisa mendapatkan uang dari hasil jeri payahnya sendiri.
Baru saja Yoga menyantap baksonya, dia melihat wanita yang sempat ia lihat di foto yang di kirim oleh Langit. Iya wanita yang di lihat Yoga adalah Lita guru BK mereka.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja