BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
106


__ADS_3

"Wah kasihan cantiknya gue sampai berkeringat gini" Ucap Yoga mengusap keringat yang ada di pelipis Alice.


"Najiis" Ucap Edo dan Eko bersamaan.


"Sirik lo" Ucap Yoga santai.


Tak lama Angel dan Jack menghampiri mereka semua. Jack terus menggenggam tangan Angel walaupun mereka berdua sudah duduk di kursi kantin.


"Nggak lagi nyebrang kali kak, nggak perlu gandengan juga kali" Ucap Anita sinis .


"Makanya kalau punya cowok tuh di jaga" Ucap Jack.


"Eh enak aja, cowok gue lagi sekolah ya demi masa depan gue" Ucap Anita tak terima.


"Ya sono samperin" Ucap Jack.


"Nanti lah, gue sudah bilang juga sama papah" Jawab Anita tersenyum senang.


"Lo mau samperin Dika serius?" Tanya Jack terkejut.


"Iya, nanti sore gue berangkat" Jawab Anita serius.


"Nggak, nggak gue ijinin" Ucap Jack tegas.


"Kok lo gitu sih kak? Papah kan sudah ijinin gue" Ucap Anita tak terima.


"Enggak. Berani lo pergi tanpa pengawasan, gue cincang habis lo berdua" Ancam Jack.


"Ck, nggak asik lo" Ucap Anita cemebrut.


Semua yang di sana hanya manatap Jack dan Anita bergantian. Mereka terdiam melihat pertengkaran antara kakak dan adaik kandung itu.


"Sabar Nit, lo bisa sama gue dulu kok sampai bambang Dika balik" Ucap Eko menepuk bahu Anita.


"Najis" Celetuk Anita.


"Nah itu gue setuju" Sahut Jack.


"Wah kakak ipar, lo memang the best deh" Ucap Eko saling tos ria dengan Jack yang membuat tawa mereka pecah.


"Tapi lo siap siap saja, tuh pisang lepas dari tubuh lo" Sahut Edo yang membuat Eko seketika memegangi pisangnya.


"Serem amat lo" Ucap Eko bergidik ngeri.


"Hahahahaha, lo nggak tau saja sekejam apa bang Dika kalau marah" Ucap Edo tertawa.


Yang lain terus tertawa lepas, sedangkan Zahra masih asik dengan ponselnya. Dia bertukar pesan oleh Elang tentunya. Setelah lelah bercanda, mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu.


Hari ini Zahra tampak bahagia. Dia sedang berada di dalam mobil untuk menjemput Elang yang pulang ke Indonesia. Zahra hari ini memakai gamis merah hati dengan kerudung dan cadar yang senada.


Di jalan Zahra tampak tersenyum senang karena dia akan bertemu dengan suaminya yang sudah lama menuntut ilmu di luar Negri. Kali ini Zahra mengendarai mobilnya sendirian karena dia ingin memberikan kejutan pada Elang.


Kemarin Elang mengabari bahwa dirinya akan pulang, dia meminta supir untuk menjemputnya ke bandara karena ingin memberikan kejutan pada Zahra. Namun yang ia tidak ketahui ketika menelfon telfon rumah yang di angkat oleh pembantunya, Zahra berada di samping sang pembantu dan mendengarkan semua peecakapan Elang dengan pembantunya itu.


"Kak Elang pasti sangat terkejut nanti ketika dia melihat aku yang menjemputnya" Guman Zahra yang masih fokus ke jalan raya.


Tak berselang lama Zahra sudah sampai di bandara. Dia turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam bandara. Tanpa dia duga, saat ia turun dari mobil, sepasang mata kebencian menatapnya tajam. Dia meremas jemarinya dengan menatap lurus ke arah Zahra. Bahkan dia mengikuti Zahra masuk ke dalam bandara.


Zahra berjalan menuju ke kursi tunggu. Dia duduk di kursi tunggu lalu mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang ia gunakan. "Masih 1 jam lagi ternyata" Guman Zahra ketika melihat jam di layar ponselnya.


Orang yang tadi mengikuti Zahra langsung ikut duduk di sebelah Zahra. Zahra menoleh ke arah pria di sampingnya, dia menggeser duduknya agar tidak terlalu dekat dengan pria yang saat ini tengah memakai hoodie hitam serta topi hitam yang menutui hampir seluruh wajahnya.


Pria itu mengeluarkan pisau kecil lalu menempelkannya pada pinggang Zahra. Zahra melihat sekilas ke arah pinggangnya. Dia pun melihat pisau yang kini tengah menusuk ke pakaiannya. "Ikut gue keluar dari sini dengan tenang, atau gue akan buat lo mati mnegenaskan di sini. Elo pasti akan tau apa yang akan di lakukan Elang jika melihat lo berdarah darah di sini. Gue pastikan dia akan menggila di sini dan membuat kekacauan. Bahkan gue yakin dia akan membahayakan orang laun di area ini" Ucap pria itu.


"Siapa kamu?" Tanya Zahra.


"Lo akan tau, sekarang ikut keluar sama gue" Ucap pria itu penuh penekanan.


Zahra yang tidak ingin melihat Elang menggila pun mengikuti ucapan pria itu. Dia berencana untuk melawan pria itu saat berada di luar bandara. Namun belum juga mereka melangkah keluar, sebuah tangan membekap Zahra dengan sapu tangan yang sudah di beri obat. Zahra mulai kehilangan kesadarannya. Dengan sigap pria yang menodongkan pisau tadi menangkap tubuh Zahra yang sudah lemas.


"Bawa dia ke dalam mobil" Ucap pria itu.


"Baik bos" Jawab orang yang tadi membekap Zahra.


"Hallo ada apa?" Tanya Elang.


"Maaf bos, kami kehilangan jejak nona Zahra."


"Bodoh, bagaimana bisa kalian kehilangan jejak Zahra?" Tanya Elang penuh amarah.


"Kami terjebak macet bos, nona sedang menuju ke bandara untuk menjemput anda"


"Bersama siapa dia?" Tanya Elang mempercepat jalannya.


"Nona sendiri bos, karena nona menolak di antar supir"


"Ya sudah, kalian coba lacak ponselnya. Gue akan coba cari di area bandara" Ucap Elang.


Sejujurnya dia sudah mulai khawatir namun sebisa mungkin dia menguatkan dirinya bahwa tidak akan terjadi apapun pada Zahra.


"Elang" Panggol Dion ketika melihat Elang yang berjalan cepat menuju pintu keluar. Elang tersenyum lalu berjalan menghampiri Dion.


"Hai Ion, lo sudah sembuh?" Tanya Elang.


"Alhamdulillah sudah, berkat lo juga gue bisa berjalan lagi" Jawab Dion.

__ADS_1


"Bagus lah, em sorry Ion, gue harus pergi sekarang" Pamit Elang.


"Hahaha iya pergi lah. Lo pasti sangat merindukan adik gue sekarang kan" Goda Dion.


"Tentu saja" Jawab Elang. "Gue pergi dulu ya" Pamit Elang menepuk bahu Dion. Dia berjalan ke arah mobil anak buahnya yang baru saja sampai di bandara.


"Di mana Zahra?" Tanya Elang.


"Kalau mobilnya berada di area bandara bos"


"Cari" Ucap Elang singkat. Elang mengambil ponselnya yang berada di saku jaketnya. Dia mulai menghubungi ponsel Zahra. Cukup lama dia menghubungi ponsel Zahra hingga berkali kali namun tidak juga di angkat padahal panggilannya masuk.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus

__ADS_1


#fiksiRemaja


__ADS_2