BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
111


__ADS_3

"Ayo makan dulu bareng gue, sejak kemarin lo sama sekali tidak makan dan minu" Ucap Dion.


"Gue nggak lapar" Jawab Elang singkat. Elang bangkit dari duduknya lalu berjalan masuk ke lantai atas untuk menuju ke kamarnya. Kamar yabg penuh dengan kenangannya bersama Zahra. Bahkan harus feminim milik Zahra masih tercium lembut di hidung Elang.


"Aku merindukan kamu sayang. Kenapa kamu pergi tanpa membawa ku bersama mu? Aku tidak sanggup hidup tanpa kamu sayang. Aku merasa tidak memiliki tujuan hidup karena tanpa kamu sayang, aku merindukan kamu Zahra." Guman Elang.


Malam harinya Langit dan Dika baru saja sampai di Indonesia. Mereka tidak pulang dulu namun langsung menuju ke rumah Elang. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Elang saat ini. Mereka juga ingin tau apa yang terjadi hingga membuat Zahra meregang nyawanya.


Saat Langit dan Dika turun dari mobil, semua orang menoleh ke arah mereka berdua. Anita bangkit dan berlari ke arah Dika yang masih berdiri di samping mobil. Langit dan Dika awalnya tidak percaya dengan kabar tentang meninggalnya Zahra, namun saat mereka sampai di depan rumah Elang, mereka terpaku di tempat. Mereka tidak menyangka jika wanita yang menyandang istri dari sabatnya itu telah tiada di dunia ini lagi.


"Zahra beb, Zahra meninggal" Ucap Anita menangis dalam pelukan Dika. Dika mengusap lembut punggung Anita namun ia tidak bisa berkata apapun saat ini.


Lita menghampiri Langit. Dia mencium punggung tangan Langit dan Langit mengusap lembut kepala Lita lalu berganti ke perut Lita yang sudah mulai membuncit. "Ayo masuk, Elang ada di dalam" Ucap Lita.


"Iya sayang" Jawab Langit. Kedua pasangan itu berjalan masuk ke dalam rumah Elang. Langit dan Dika tak mampu menahan kesedihannya lagi ketika melihat Elang yang tampak berantakan.


"Lang" Panggil Langit. Elang menoleh dan kembali menangis ketika melihat kedua sahabatnya itu datang ke rumahnya.


"Yang tabah ya Lang, kami ikut berbela sungkawa. Maafkan kami yang baru bisa datang" Ucap Langit.


"Dia sudah tiada Ngit, dia pergi ninggalin gue" Ucap Elang kembali menangis.


"Lo harus kuat Lang, yakin lah Zahra pasti saat ini sudah nerada di surga. Lo tidak bokeh terus menangis seperti ini. Dia akan sangat berat dan sesih jika mengetahui lo menangis seperti ini" Ucap Dika. Mendengar ucapan Dika, Elang segera menghapus air matanya.


Benar yang di katakan oleh Dika, dia tidak boleh menangis lagi. Dia harus bisa menerima ujian ini karena dia tidak ingin membuat Zahra sedih. Dia harus yakin jika saat ini Zahra tengah tersenyum bahagia di tempatnya yang ternyaman di surga.


"Ajak dia makan sayang, sejak kemarin dia tidak makan ataupun minum. Aku khawatir kalau nanti dia akan sakit" Ucap Lita pada Langit.


"Lo belum makan Lang?" Tanya Langit dan di jawab oleh Elang hanya dengan gelengan kepalanya saja.


"Lo harus makan Lang, lo nggak mau kam buat Zahra sedih?" Kini Dika yang coba membujuk Elang.


"Gue nggak lapar Dik. Kan kalian yang baru pulang, kalian saja lah yang makan" Ucap Elang.


"Enggak ada penolakan, ayo kita makan bersama" Ucap Langut yang menarik tangan Elang menuju ke ruang makan.


Di ruang makan, mereka melihat kakek Dirga dan juga pak Amir yang sedang berbincang ringan. Namun tiba tiba mereka menghentikan pembicaraan ketika melihat Elang dan kedua sahabatnya itu menuju ke ruang makan.

__ADS_1


"Kalian mau makan?" Tanya kakek Dirga.


"Iya kek, sekalian menemani Elang juga" Jawab Dika.


"Makan lah, kakek dan pak Amir ke luar dulu" Ucap kakek Dirga menepuk bahu Elang lalu berjalan keluar dari ruang makan di ikuti oleh pak Amir di belakang kakek.


Setelah kepegian kakek Dirga dan pak Amir. Dika dan Langit mengajak Ekang duduk di kursi meja makan.


"Makan Lang, apa lo nggak mau balas dendam sama orang yang membuat Zahra meninggal?" Ucap Dika.


Mendengar ucapan Dika, Elang kembali teringat pada Jamal. "Di mana dia?" Tanya Elang dingin.


"Di markas. Lo tenang saja, kami tidak akan membiarkan dia mati sebelum puas menyiksanya" Ucap Dika.


"Sekarang lo makan dulu Lang" Ucap Langit yang di angguki oleh Elang.


Walaupun sedikit, Elang akhirnya mau makan. Makanan yang sedikit saja ia makan cukup lama karena dia masih sering melamun. Dika menghela nafas karena dia tidak tega mihat sahabatnya itu terus terpuruk dalam kesedihannya. Namun dia tidak tau apa yang harus ia lakukan agat Elang kembali seperti dulu. Yah walaupun itu pasti sangat sulit untuk Elang tapi Dika hanya ingin Elang bersemangat untuk melanjutkan hidupnya.


Tak lama Yoga ikut bergabung dengan ketiga sahabatnya itu. Dia duduk di sebelah Elang yang masih mengaduk aduk makananya.


"Iya, dia pasti bakal marah besar kalau gue cuma mainin nih makanan" Ucap Elang tersenyum tipis.


"Harusnya lo tuh berdoa buat Zahra biar di sana dia tenang. Dia gadis yang baik dan gue yakin dia pasti akan mendapatkan tempat terbaik di surga. Jadi sekarang lo harus semangat jelani hidup lo. Kalau lo terus begini, yang ada Zahra akan sedih melihat lo dari sana. Dia akan semakin berat jalan menuju ke tempatnya itu. Emangnya lo nggak sakihan sama dia?" Ucap Yoga.


"Lo benar Yog, gue nggak boleh terus terpuruk begini. Gue harus jalani hidup gue dengan bahagia agar dia senang di sana melihat gue" Ucap Elang kembali semangat.


"Nag gitu dong, sekarang lo habiskan makanan lo itu. Gue juga mau makan soalnya gue juga laper" Ucap Yoga tersenyum.


Langut dan Dika tersenyum melihat Elang yang makan dengan lahap. Langit menepuk bahu Yoga yang tengah mengambil lauk untuk dirinya.


🌹🌹🌹


Satu minggu sudah Zahra meninggal dunia. Saat ini Elang yang di temani oleh Dika dan Langit datang ke markas mereka. Yoga dan Jack tidak bisa ikut karena mereka tengah sibuk untuk acara penerimaan hasil ujian yang akan di adakan lusa.


Elang dan kedua sahabatnya itu turun dari mobil ketika mobil mereka berhenti di sebuah gedung tua yang ada di tengah hutan. Mereka bertiga berjalan menuju ke arah pintu yang telah di bukakan oleh anak buah Elang yang berjaga.


__ADS_1




💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus


#fiksiRemaja

__ADS_1


__ADS_2