
Cup
Anita mencium pipi Dika sekilas lalu berlari ke arah kelasnya.
"Sejak kapan adik gue secentil itu?" Guman Jack.
"Sejak sama gue" Jawab Dika. "Ayo" Ucap Dika singkat.
Dika yang berjalan bersama dengan Jack membuat anak anak dari Naga Darat yang belum tau akan kepindahan Jack pun merasa heran. "Lo yakin gue nggak akan jadi santapan mereka?" Tanya Jack.
"Tergantung dengan sikap lo. Tapi kalau ada yang ganggu lo bilang ke gue. Gue nggak akan biarkan Anita sedih karena kakaknya yang bonyok lagi" Ucap Dika.
Tak lama mereka berdua sampai di ruang guru. Dika membuka pintu ruang guru tanpa mengetuk pintu lebih dulu dan alhasil dia menerima lemparan pulpen dari Langit.
Tak
"Bang***t" Umpat Dika.
"Bicara apa lo tadi?" Tanya Langit marah.
"Eh pak ketos, sorry pak keceplosan" Jawab Dika cengengesan.
"Kalau masuk ke ruangan itu ketuk pintu dulu. Punya sopan santun nggak sih lo" Ucap Langit tegas.
"Gue lupa" Jawab Dika.
"Lari lapangan lo 5 kali" Ucap Langit. Elang yang berada di ruangan itu pun hanya tersenyum karena sudah langganan jika Dika selalu olah raga dulu sebelum masuk kelas.
"Kalau ada lomba lari, gue sampai nggak juara, gue yakin tuh juri yang bermasalah" Gerutu Dika. "Masuk lo, gue mau olah raga dulu" Ucap Dika.
Jack masuk ke dalam ruang guru. Elang, Langit dan Dion yang berada di ruangan itu langusung menunjuk ke arah ruangan agar Jack masuk ke ruangan itu. Jack pun masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk oleh mereka. Dia melihat banyak guru yang sedang bersiap siap untuk mengajar.
"Oh kamu murid baru itu ya?" Tanya bu Ika.
"Iya bu" Jawab Jack dingin.
"Saya bu Ika, saya akan jadi wali kelas kamu mulai sekarang." Jelas bu Ika yang di angguki oleh Jack.
"Kamu tunggu sebentar ya, saya mau ambil buku dulu lalu kita ke kelas kamu" Ucap bu Ika.
"Iya bu" Jawab Jack.
"Kamu boleh tunggu di luar dulu ya sama ketua Osis" Ucap bu Ika.
"Baik bu, permisi" Pamit Jack yang di balas senyuman oleh bu Ika.
Jack kembali keluar, dia masih melihat Langit dan Dion yang sibuk dengan leptopnya. Sedangkan Elang hanya duduk dengan menumpuk sebelah kakinya.
"Selamat datang di sekolah gue mantan ketua Lion" Ucap Elang tersenyum licik.
"Lo mau balas dendam ke gue?" Ucap Jack.
"Oh tentu saja tidak" Jawab Elang berjalan menghampiri Jack.
"Gue hanya ingin mengajak lo kerja sama" Ucap Elang di telinga Jack.
__ADS_1
"Kak Elang ngapain? Mau berantem lagi?" Tanya Zahra yang baru saja masuk ke ruang guru karena ingin mengambil buku tugas.
"Eh sayang, enggak lah" Jawab Elang gelagapan. Jack tersenyum mengejek karena saat ini dia tau kelemahan Elang yang selama ini ia cari. Namun dengan mata kepalanya sendiri saat ini dia melihat kebucinana Elang pada gadis bercadar itu.
"Terus kakak ngapain di sini? Kenapa nggak ke kelas?" Tanya Zahra.
"Em... itu....ah nganter dia" Jawab Elang memeluk bahu Jack.
"Dika yang nganter gue ke sini bukan lo" Ucap Jack melepaskan tangan Elang dari bahunya.
"Bang Dion, kak Elang ngapain di sini?" Tanya Zahra.
"Nggak tau dek, sejak tadi dia cuma duduk saja di sini" Jawab Dika.
"Ck, sia***n lo pada" Ucap Elang marah.
"Kak Elang" Panggil Zahra penuh penenkanan.
"Iya iya aku balik ke kelas sekarang" Jawab Elang mengalah.
"Mapus lo" Ucap Langit tertawa lepas.
Zahra kembali masuk ke ruang guru ketika sudah melihat Elang naik ke lantai atas. Dia berjalan ke arah Dion lalu mencium punggung tangan Dion.
"Nanti mau ke rumah sakit dulu nggak bang?" Tanya Zahra.
"Bolwh, nanti kamu sama abang saja" Ucap Dion.
"Iya bang" Jawab Zahra mengangguk.
Tak lama Zahra sudah keluar dari ruang guru bersama dengan bu Ika. "Ayo Zaki, ikut ibu" Ucap bu Ika.
"Iya bu" Jawab Jack.
Jack melihat Zahra yang sedang membawa buku pun merasa kasihan. Dia tidak tega melihat Zahra yang membawa banyak buku yang tampak berat itu.
"Sini biar gue yang bawa" Ucap Jack. Namun tanpa terduga tangannya bersentuhan dengan tangan Zahra.
"Astagfirullah" Ucap Zahra menarik tangannya.
"Maaf, kamu kaget ya? Aku tidak boelh bersentuhan dengan lawan jenis" Jelas Zahra.
"Oh sorry, gue nggak tau" Ucap Jack.
"Nggak papa" Jawab Zahra.
Jack kembali berjalan dengan membawa buku yang ia ambil dari Zahra untuk mengikuti bu Ika. Sedangkan Zahra berjalan di belakang Jack.
Di kelas Angel masih saja menata penampilannya karena tadi pagi dia bangun terlambat dan alhasil Jack melihat Angel yang sedang mengenakan lipstik di bibirnya.
"Angel apa kamu tidak tau kalau ibu sudah masuk?" Ucap Bi Ika. Angel segera menyimpan alat alat make upnya. Namun dia terbelalak terkejut melihat Jack yang berdiri di sebelah bu Ika.
Jack hanya tersenyum melihat keterkejutan Angel. Zahra yang sudah duduk di sebelah Angel pun mengikuti arah pandangan Angel. Zahra tersenyum ketika ia tau apa yang saat ini di lihat oleh Angel.
"Makanya kalau dandan itu di rumah, biar nggak malu di lihat gebetan" Ucap Zahra.
__ADS_1
"Zahra, lo apaan sih" Ucap Angel yang memukul bahu Zahra.
"Malu nggak tuh" Goda Zahra.
"Zahra hentikan, gue malu banget sekarang" Ucap Angel menurupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah sesi perkenalan, Jack di persilahkan untuk duduk di bangku kosong yang ada di belakang Zahra. Dari tempat itu, Jack mampu melihat jelas setiap gerak dan wajah cantik Angel.
🌹🌹🌹
Jam istirahat.
Angel yang sudah selesai menata buku bukunya segera menghampiri Zahra. "Ke kantin yuk, gue laper nih" Ucap Angel.
"Tuh pangeran nggak di ajak?" Tanya Zahra melirik ke arah Jack yang sedang tertidur di mejanya.
"Biarin deh, orangnya juga lagi tidur kan" Ucap Angel.
"Ya sudah" Jawab Zahra.
Setelah Zahra dan Angel keluar dari kelas beberapa anak laki laki dari geng Naga Darat masuk ke dalam kelas Zahra. Mereka mencari Jack yang katanya sudah pindah ke sekolah mereka.
"Tuh orangnya"
"Jadi benar dia sudah pindah ke sini? Apa dia mau bunuh diri masuk ke kandang Naga"
"Gue juga heran kenapa dia bisa masuk ke sini"
"Terus enaknya kita apain tuh orang?"
"Habisi saja"
●
●
●
⚜⚜⚜
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1