BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
47


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga ๐Ÿคญ...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part โค...


โ—


โ—


โ—


Saat berbincang bincang dengan Lita dan Zahra, Anita sampai tidak sadar waktu karena terlalu asik. Tanpa Anita sadari sejak tadi Dika terus memandanginya dari luar warung.


"Jadi dia yang dulu membuat lo tertarik?" Tanya Langit.


"Iya, di cewek berkaca mata tebal yang dulu sering membuat gue tersenyum khawatir bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan dia" Jawab Dika.


"Kenapa lo tidak menemui dia saat dia masih memakai kaca mata tebalnya? Apa lo malu jika suka dengan cewek cupu?" Tanya Langit.


"Sejujurnya iya, ego gue yang terlalu besar hingga membuat gue kehilangan dia beberapa bulan yang lalu" Jawab Dika tertunduk.


"Lo serius suka sama dia?" Tanya Elang yang saat ini merasa tertarik dengan pembicaraan kedua sahabatnya itu.


"Kalau gue nggak serius, gue nggak akan segila ini ke dia bagok" Ucap Dika tersenyum.


"Tapi lo kan tau siapa dia sebenarnya. Bagaimana jika Jack melarang hubungan kalian?" Tanya Elang lagi.


"Entah lah Lang, gue juga bingung dengan hal itu. Tapi gue akan tetap mengejar dia. Gue tidak ingin kehilangan dia lagi" Jawab Dika tersenyum.


"Lo pasti bisa lalui semua ini Dik, lo harus yakin akan hal itu" Ucap Langit menepuk bahu Dika untuk menguatkan sahabatnya itu.


Dika bangkit dari duduknya, dia menghampiri Anita yang masih asik bercanda dengan Lita dan Zahra. "beb, ayo gue antar lo pulang. Sudah sore nih" Ucap Dika.


"Beb beb beb bebek maksud lo" Ucap Anita judes.


"Ok kalau lo nggak mau gue panggil beby, gue akan panggil lo hunny" Ucap Dika.


"Ah tau ah terserah lo" Ucap Anita bangkit dari duduknya.


Anita berpamitan pada Lita dan Zahra, setelah itu dia berjalan keluar dari warung tanpa bicara pada Dika yang sejak tadi mengikutinya.

__ADS_1


"Hati hati kalau lo di rumah Anita, kalau ada anak Lion lo jangan terlalu dekat dengan rumah Anita" Ucap Elang khawatir.


"Lo nggak usah khawatir, dia akan pulang dengan selamat kok" Ucap Anita.


"Gue pegang ucapan lo" Ucap Elang tersenyum.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hari hari telah berlalu. Dika masih saja setia mengejar cinta dari Anita yang selalu saja menolaknya secara terang terangan. Namun lebih baiknya adalah Anita sudah melupakan tujuan awalnya untuk balas dendam. Saat ini dia hanya ingin hidup mengalir seperti air tanpa harus merasa dendam dengan apa yang pernah ia terima.


Hari ini adalah hari ulang tahun Zahra. Elang yang berada di kantin merasa khawatir karena dia belum bisa memberikan kejutan yang sempurna untuk Zahra. Bahkan sejak pagi dia terus menghindari Zahra karena takut jika membuat Zahra kecewa.


"Lo kenapa sih Lang? Sejak tadi lo uring uringan terus?" Tanya Dika yang lelah melihat Elang gundah gulana.


"Gimana gue nggak uring uringan coba, hari ini ternyata hari ulang tahunya Zahra. Dan sedangkan gue lupa akan hal itu" Ucap Elang.


"Lo serius lupa dengan ulang tahunnya Zahra?" Tanya Dika tidak percaya.


Elang akhirnya duduk di kursi kantin, dia meremas kepalanya kuat karena bingung harus melakukan apa sekarang.


"Ada apa sih?" Tanya Langit yang baru saja menghampiri dua sahabatnya itu.


"Zahra ulang tahun hari ini dan sialnya tuh anak kampret lupa kalau hari ini bininya ulang tahun" Jawab Dika.


"Oh, nggak usah stres begitu lah Lang, lo tenang saja kita akan bantu lo kok buat siapkan pesta yang meriah buat Zahra" Ucap Langit menepuk bahu Elang.


"Gue hubungi anak anak dulu. Lo tanang saja semuanya akan beres malam ini" Ucap Langit tersenyum.


"Dik, suruh Anita dan Angel kesini sekarang tanpa Zahra tentunya" Ucap Langit.


"Ok" Jawab Dika.


Dika mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Dia mulai mengirim pesan ke Anita dan Angel agar menemuinya di kantin sekolah sekarang juga.


๐Ÿ’ฌ hunny datang ke kantin sekarang. Kita mau membuat kejutan untuk ulang tahunnya Zahra" Dika.


๐Ÿ’ฌ ok" Jawab Anita singkat.


"Singkat banget jawabnya" Guman Dika.


Dika ganti mengirim pesan ke Angel.


๐Ÿ’ฌNgel ke kantin sekarang, kita mau membuat acara kejutan ulang tahun buat Zahra malam ini" Dika.


๐Ÿ’ฌ Siap, gue meluncur sekarang. Mumpung Zahra di panggil guru ke kantor" Jawab Angel.


"Ok, gue sudah menghubungi mereka semua. Mereka akan ke sini sekarang" Ucap Dika.


"Gue sudah pesan kue untuk pestanya. Gue juga sudah pesan makanan untuk pesta anak anak" Ucap Elang.

__ADS_1


"Lo sudah siapkan kado buat Zahra?" Tanya Langit.


"Sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Gue memang sengaja menyiapkan itu tapi sialnya gue lupa kalau hari ini ulang tahunnya" Jawab Elang kembali meremas rambutnya.


Langit dan Dika saling berpandangan lalu mereka sama sama menggelengkan kepalanya melihat tingkah frustasi Elang.


Tak lama Angel dan Anita telah sampai di kantin. Saat mereka sampai, mereka melihat Elang hang masih tampak frustasi berat. "Dia kenapa?" Tanya Angel.


"Hah, masak iya gue jawab lagi karena pertanyaan yang sama sih" Ucap Dika lemas.


"Kalau nggak mau jawab juga urusan lo kali" Sahut Anita.


"Kok jutek banget sih hunny, gue sedih lho kalau lo jutek terus ke gue" Ucap Dika menempelkan kepalanya pada bahu Anita.


"Apaan sih lo ah, geli tau nggak" Ucap Anita mendorong kepala Dika menjauh dari pundaknya.


"Ok, karena sudah datang semua kita mulai rencanakan pesta kejutan untuk Zahra" Ucap Langit yang membuat Elang kembali bersemangat.


Langit mulai menjelaskan rencana yang dia buat. Langit dan anak anak Naga Darat akan ke rumah Elang lebih dulu untuk menyiapkan pesta. Sedangkan Angel dan Anita bertugas mengalihkan perhatian Zahra dengan cara mengajak Zahra jalan ke mall.


Di saat semua orang serius mendengarkan penjelasan Langit, Dika lebih memilih bermanja manja pada Anita. Dia memeluk pinggang Anita dan menciumi rambut Anita yang harusm vanila.


"Ih geli Dika" Ucap Anita mendorong kepala Dika. Namun bukan Dika namanya jika dia akan mengikuti ucapan Anita. Dia kembali merebahkan kepalanya ke bahu Anita dan sesekali kembali menciumi rambut Anita.


"Gimana? Semua sudah paham kan?" Tanya Langit.


"Ok, kita paham" Jawab Angel.


Plack


"Bang***t" Umpat Dika terkejut ketika dia menerima lemparan kerupuk dari Elang.


"Lo paham nggak?" Bentak Elang.


"Iya gue paham, gue juga dengar kali" Jawab Dika.


Anita bangkit dari duduknya namun Dika tidak mau melepaskan pelukannya dari pinggang ramping Anita.


"Lepasin" Ucap Anita menatap tajam ke arah Dika.


"Tapi aku masih kangen sama kamu hunny" Ucap Dika.


"Ih jijik gue" Ucap Anita mendorong kepala Dika hingga Dika melepaskan pelukannya dari pinggang Anita.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2