
"Wah bule" Ucap Eko ternganga.
"Cakepnya" Ucap Anita.
"Masa depan gue" Ucap Angel yang lupa akan pawangnya.
Jack yang mendengar ucapan Angel seketika melotot menatap punggung Angel. Anita yang melihat kakaknya melotot pub segera memukul bahu Angel. "Ih apaan sih Nit, gue mau lihat masa depan gue tuh" Ucap Angel yang belum sadar dengan apa yang telah ia lakukan.
Anita menepuk jidatnya karena Angel masih saja belum menyadari kemarahan Jack. Jack melangkah menghampiri Angel, dia melihat mata Angel yang berbinar binar menatap pria yang ada di depan papan tulis saat ini. Semua anak anak terbungkam saat melihat Jack yang menghampiri Angel.
"Tampan ya?" Tanya Jack.
"Banget" Jawab Angel.
"Masa depan lo?" Tanya Jack lagi.
"Iya" Jawab Angel yang masih saja belum sadar dengan keberadaan Jack.
"Kalau gitu gue habisi saja masa depan lo itu" Ucap Jack yang seketika membuat Angel melotot. Dia baru saja sadar dengan suara yang sejak tadi mengajaknya berbicara. Angel menoleh ke belakang dan melihat Jack yang menaikkan sebelah alisnya.
"Mau gue bantai tuh anak di depan lo sekarang atau nanti bawa ke camp" Ucap Jack.
"Hahahahaha mampus lo Angel, pawang lo ngamuk" Ucap Eko yang membuat semua tertawa kembali.
"Enggak kok, kamu masa depannya aku" Ucap Angel cengengesan.
Jack menghela nafas panjangnya lalu kembali duduk kekursinya. "Sudah sudah, ayo silahkan perkenalkan diri kamu" Ucap bu Ika pada anak baru.
"Jadi dia sahabat kak Elang" Guman Zahra dalam hati.
"Hai, nama gue Yoga. Salam kenal semuanya" Ucap Yoga yang bersikap centil.
"Buset dences" Ucap Eko terkejut melihat anak baru yang awalnya tampak cool namun kini bersikap melambai seperti wanita.
"Angel, itu yang lo maksud masa depan lo" Ucap Eko yang membuat semua tertawa lagi. Sedangkan Angel segera menutupi wajahnya dengan buku pelajaran yang ia siapkan tadi di atas meja.
"Malu gue Ra" Bisik Angel ke Zahra yang membuat Zahra tersenyum di balik cadarnya.
"Sudah Yoga, silahkan kamu duduk di sebelah Jack ya" Ucap Bu Ika.
"Makasih bu" Ucap Yoga centil.
"Ya sudah ibu keluar dulu ya, kalian tenang di kelas janganada yang keluar" Ucap bu Ika.
"Baik bu" Jawab mereka serentak. Bu Ika keluar dari kelas lalu menutup pintu kelas.
Yoga berjalan melewati bangku Zahra dan Angel. Dia sempat menyunggingkan senyumnya ketika menatap ke arah Zahra. Namun langkah Yoga terhenti ketika tepat di bangku teman sebelah Anita.
"Hai, gue boleh nggak duduk di sini. Soalnya gue kenalnya cuma sama mereka bertiga" Ucap Yoga.
__ADS_1
"Eh.. em.. boleh" Jawab teman sebangku Anita yang langsung bangkit dan pindah ke bangku yang ada di sudut bersebelahan dengan teman wanita lainnya.
"Lo kenal sama kita?" Tanya Anita.
"Enggak" Jawab Yoga.
"Terus kenapa lo bilang kalau kenal sama kita?" Tanya Anita lagi.
"Gue nggak kenal sama lo dan nih cewek. Tapi gue kenal sama Ratu gue" Ucap Yoga menaik turunkan alisnya menatap ke arah Zahra.
"Salah kenal Yoga" Ucap Zahra lembut.
"Uh Ratu gue cantik banget sih, jadi gemes deh pengen karungin" Ucap Yoga.
"Emang Ratu kucing lo karungin" Sahut Eko.
"Ih kamu nakal deh, nanti dong kalau mau ajak kenalan. Aku kenalan dulu sama bestie gue dulu" Ucap Yoga.
"Ih amit amit" Ucap Eko bergidik ngeri.
"Mampus lo, lo sudah di incer tuh sama si Yoga" Celetuk Jack menoyor kepala Eko yang ada di depannya.
"Ya Tuhan, ada cowok ganteng ternyata di sini. Ekika baru tau" Ucap Yoga yang kini menatap Jack.
"Berani lo ke sini gue lempar nih kursi" Ucap Jack yang seketika mengangkat kursi yang tadi ia duduki.
"Ihhh tapi dia ganteng loh, mau gue gigit tau nggak" Ucap Yoga.
"Enggak" Teriak Angel menarik tangan Yoga. Untung saja bu Ika sudah keluar kalau tidak sudah di pastikan mereka akan mendapat hukuman dari bu Ika.
Angel memegang lengan Yoga agar Yoga tidak menghampiri Jack. Namun hal itu malah membuat Jack murka. "Lepas nggak tuh tangan" Ucap Jack yang sudah menurunkan kursinya lalu menunjuk ke arah tangan Angel yang masih memegangi lengan Yoga.
Angel segera menarik tangannya. Dia menarik ujung seragam Yoga lalu menyuruh Yoga duduk di sebelah Zahra. "Lo duduk diam di sini. Awas saja kalau lo berani gangguin cowok gue" Ucap Angel.
"Okidoski bestie" Ucap Yoga membuat hurus O dengan jarinya. Angel duduk di bangku sebelah Anita yang masih tertawa hingga membuat perutnya sakit.
"Diam nggak lo, dasar adik ipar durhaka" Ucap Angel cemberut.
"Hahaha habisnya lo konyol sih" Ucap Anita.
Sedangkan Yoga kini tengah menatap Zahra. Dia menyerahkan kotak merah kecil dari saku seragamnya. "Buat aku?" Tanya Zahra.
"Iya lah, hadiah kecil gue buat lo" Ucap Yoga.
"Makasih" Ucap Zahra tersenyum. Zahra membuka kotak merah itu dan melihat sebuah bros putih dengan ukiran Naga yang melingkar dengan berlian kecil di kepala Naga.
"Wah bagus sekali, pasti mahal" Ucap Zahra.
"Tidak apa apa, gue tinggal minta ganti ke suami lo yang tajir itu" Ucap Yoga santai.
__ADS_1
"Iya, makasih ya" Ucap Zahra menagngguk. "Oh iya Yoga, setatus ku dengan kak Elang hanya sebatas pacaran kalau di sekolah karena hanya anak anak Naga Darat saja yang tau akan pernikahan kami" Ucap Zahra.
"Oh, ok" Jawab Yoga. Yoga membantu memakaikan bros itu ke kerudung Zahra, dia memakaikan bros itu ke samping kepala Zahra bagian kanan.
"Cocok beut sama lo Ra. Oh iya asal lo tau saja, ini gue sendiri lho yang buat" Ucap Yoga.
"Oh ya? Wah kamu hebat sekali" UcapZahra kagum.
"Sejujurnya gue tidak perlu sekolah di sini karena gue sudah lulus sejak 2 tahun yang lalu. Tapi karena cowok biadap lo itu gue harus balik ke sekolah. Tapi tidak apa apasih karena gue juga mau melebarkan sayap gue di begara gue ini" Ucap Yoga.
"Maksudnya?" Tanya Zahra.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#badboy
#kampus
#fiksiRemaja
__ADS_1