BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
108


__ADS_3

"Zahra" Ucap Elang lirih ketika melihat Jamal yang berhadapan dengan Zahra yang terlihat lemas dengan cadar Zahra yang sudah terbuka dan memperlihatkan wajah cantik sang istri.


"Apa yang lo lakukan bang**t" Teriak Elang penuh amarah. Elang berjalan ke arah Jamal namun dia terhenti katika melihat Jamal yang mengarahkan pisaunya ke leher Zahra.


"Lo maju selangkah lagi, maka gue akan pastika leher cantik istri lo ini akan terluka cukup dalam" Ucap Jamal.


"Lepaskan istri gue sekarang juga" Ucap Elang penuh penekanan.


"Suruh anak buah lo mundur dan lo diam di tempat" Ucap Jamal.


Elang memberikan isyarat pada anak buahnya agar mundur. Setelah anak buah Elang mundur, Jamal menuruh anak buahnya untuk memukuli Elang. Elang tidak bisa melawan karena dia tidak mau kalau Zahra sampai terluka.


"Kak Elang" Ucap Zahra lirih karena saat ini badannya benar benar lemas tak bertenaga. Zahra mulai menitihkan air matanya ketika melihat Elang yang sudah tergeletak lemas di lantai dengan tatapan matanya yang menatap ke arah Zahra. Dia sedikit tersenyum bermaksud untuk menenangkan Zahra, namun Zahra semakin menangis melihat anak buah Jamal yang terus memukuli Elang.


"Tolong hentikan" Ucap Zahra lirih dengan air matanya yang terus membasahi wajahnya yang memerah karena menangis.


"Ikat dia" Ucap Jamal singkat.


"Baik bos" Jawab anak buah Jamal.


Elang yang sudah lemas dengan wajah yang sudah babak belur di ikat di kursi yang jauh di depan Zahra. Jamal melepaskan ikatan Zahra dengan pisau yang ia pegang tadi. Zahra yang merasakan badannya yang lemas langsung jatuh ke lantai membuat Elang seketika menegang.


"Hahahaha, memohon lah cantik, gue akan bantu lo agar lo nggak tersiksa" Ucap Jamal memegang dagu Zahra.


"Jauhkan tangan kotor lo dari istri gue baj***n" Ucap Elang mulai memberontak. Ia ingin melepaskan tali yang kini melilit di tangan dan tubuhnya. Ingin rasanya ia memotong tangan Jamal yang berani menyentuh Zahra


"Hahahaha, Elang Elang. Kenapa sih lo sok banget. Apa lo nggak sadar kalau lo saja sudah di ujung maut. Sok sokan lo mau melawan gue" Ucap Jamal penuh perasaan senang.


"Asal lo tau saja Lang, wanita lo yang cantik ini sedang merasa tersiksa dengan obat yang gue berikan. Gue hanya berbaik hati ingin menolong dia" Ucap Jamal yang membuat mata Elang terbelalak. Dia menatap Zahra yang terlihat gelisah dan lemas.


"Jangan, gue mohon jangan sentuh dia. Gue akan lakukan apapun tapi tolong jangan pernah sentuh dia" Ucap Elang memohon. Dia tidak mau Zahra hancur karena di sentuh oleh Jamal.


"Hahahaha, terus lah memohon Elang. Gue suka ekspresi wajah lo yang seperti itu. Hahahaha" Ucap Jamal tertawa lepas.


Srek


Jamal menarik kerudung Zahra dan memperlihatkan rambut hitam panjang Zahra yang luruh dan lembut. Jamal mencium kerudung Zahra dengan ekspresi wajah yang sangat menjijikkan.


"Bunuh gue Jamal" Teriak Elang. "Tapi tolong jangan sentuh istri gue. Gue mohon Jamal" Pinta Elang yang mulai menangis. Dia menangis bukan karena rasa sakit akibat pukulan dari anak buah Jamal. Namun ia menangis karena melihat Zahra yang terlihat tersiksa di lantai. Gamis merah hati yang ia gunakan sudah kotor dengan debu di lantai hang kini ia tempati.


Jamal jongkok di depan Zahra. Dia meraih dagu Zahra lalu mencium sekilas bibir Zahra. "Tidak, tolong Jamal jangan lakukan itu, gue mohon Jamal. Lo bisa lakukan apapun ke gue, lo bisa bunuh gue sekarang. Tapi tolong jangan sentuh istri gue Jamal." Pinta Elang memohon.

__ADS_1


Brack


Elang sampai terjatuh ke lantai bersama kursi yang ia duduki karena dia terikat dengan kursi itu. Elang perlahan memajukan tubuhnya menuju ke Zahra. Zahra yang melihat pengorbanan Elang pun mulai tersadar. Ia mulai menangis melihat Elang yang berjuang melindungi dirinya.


Jamal merobek gamis yang Zahra pakai dan memperlihatkan bahu Zahra yang putih dan sangat menggoda. Zahra yang tersadar dengan apa yang di lakukan Jamal pun sekuat tenaga dia melawan.


Duack


Jamal tersungkur ke belakang ketika dia mendapatkan tendangan dari Zahra. Zahra bangkit dan berjalan ke arah meja yang berada di sudut. "Hahahaha, lo mau apa cantik? Lo mau pistol gue?" Ucap Jamal tertawa lepas melihat Zahra yang mencoba berjalan menuju ke meja itu.


Jamal berjalan menghampiri Zahra. Dia menjambak Zahra lalu membanting Zahra ke lantai. "Arght" Teriak Zahra kesakitan.


"Zahra" Teriak Elang terkejut dengan sikap kasar Jamal.


Namun Zahra tidak ingin menyerah begitu saja. Dia menendang wajah Jamal lagi hingga sudut bibir Jamal sobek dan mengeluarkan darah segar. "Bang***t" Umpat Jamal meludah darahnya. Dia bangkit dan ingin menjambak Zahra lagi, namun Zahra lebih dulu mengambil pistol milik Jamal dan mengarahkannya ke Jamal.


Jamal menyeringai melihat Zahra yang masih lemas dengan deru nafas yang tersengal sengal memegang pistol miliknya. Jamal berjalab ke araj Elang dan memakai Elang sebagai tameng agar Zahra tidak menembaknya. "Ayo tembak, bukan kah lo ingin nembak gue? Gue akan kasih lo kesempatan untuk nembak gue" Ucap Jamal menyeringai.


"Pengecut" Ucap Zahra tersenyum mengejek.


"Kenapa? Lo nggak tega?" Ucap Jamal.


Zahra menatap Elang yang kini masih menangis menatap ke arahnya. Zahra tersenyum cantik menatap wajah penuh luka milik Elang. "Aku sangat mencintai kamu by, sangat mencintai kamu" Ucap Zahra mengarahkan pistol yang ia pegang ke kepalanya.


"Hahahaha, lo nggak akan berani melakukan itu. Lo itu cuma cewek jal***g yang di miliki Elang untuk msinannya" Ucap Jamal.


"Lebih baik lo ikut gue sekarang, gue akan puasin lo di ranjang" Imbuh Jamal yang mulai berjalan ke arah Zahra.


"Lebih baik gue mati dari pada gue garus di sentuh tangan lo yang menjijikan itu" Ucap Zahra penuh penekanan.


"Oh ya? Kalau begitu lakukan sekarang" Ucap Jamal santai karena di pikir Zahra tidak akan berani melakukan itu.


"Zahra, jangan lakukan itu sayang, aku mohon. Jatuhkan pistol itu Zahra" Pinta Elang menangis.


"Aku bahagia by bisa menjadi istri kamu" Uca Zahra tersenyum cantik.


Saat Jamal akan meraih tangan Zahra, Zahra lebih dulu menarik pelatuknya dan...


Dor


Timah panas telah menembus kepala Zahra.

__ADS_1


"ZAHRA" Teriak Elang histeris.


Melihat Zahra yang tergeletak di lantai dengan darah segar mengalir keluar dari kepalanya membuat Jamal terdiam mematung menatap Zahra yang telah tak bernyawa.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus

__ADS_1


#fiksiRemaja


__ADS_2