
"Lo nggak usah sungkan begitu. Dia orang kaya di sini. Rumah sakit ini pun punya dia. Lagian lo sudah bantu kita, jadi biar kita berterima kasih sama lo" Ucap Dika yang merangkul bahu Edo.
"Makasih bang" Ucap Edo.
"Ya sudah, gue bawa Edo dulu biar di obati" Pamit Jack yang di angguki oleh Elang.
Elang, Dika dan Langit duduk di kursi ruang tunggu. Mereka masih menunggu kabar dari Dokter tentang keadaan Dion.
Cukup lama mereka menunggu Dokter sampai Edo dan Jack kembali menghampiri mereka. "Belum kaluar Dokternya?" Tanya Jack yang duduk di sebelah Elang.
"Belum" Jawab Elang.
"Dik, tolong jemput Zahra ke sini. Bawa mobil gue saja nanti ke sininya" Ucap Elang.
"Gue ajak Ita juga ya?" Tanya Dika.
"Siapa Ita?" Tanya Langit.
"Bebeb gue, siapa lagi" Dika. "Gue nggak enak kalau semobil sama Zahra doang" Ucap Dika.
"Iya" Jawab Elang.
"Bawa mobil gue saja kalau gitu. Minta kuncinya ke bibik" Sahut Jack.
"Siap ipar ku" Ucap Dika bangkit dari duduknya.
"Sia***n lo" Umpat Jack.
"Dia pacaran sama Anita?" Tanya Edo yang belum tau dengan hubungan Dika dan Anita.
"Iya" Jawab Jack singkat.
"Gimana luka lo?" Tanya Elang ke Edo.
"Nggak papa kok bang, cuma luka kecil" Jawab Edo tersenyum.
"Lo ikut gue saja kalau mau. Elo nggak mungkin kan gabung sama mereka lagi?" Ucap Elang.
"Emangnya lo mau nerima gue bang? Gue kan penghianat" Ucap Edo lirih.
"Lo menghianati mereka karena lo mau ke jalan yang lebih baik. Kalau lo mau sungguh sungguh, kita akan terima lo kok" Ucap Langit.
"Makasih ya bang" Ucap Edo tersenyum. Jack menepuk bahu Edo dan tersenyum juga. Dia merasa senang karena Elang dan Langit mau menerima Edo ke dalam gengnya.
"Lo urusi saja kepindahan dia ke sekolah kita" Ucap Elang ke Jack.
"Edo nggak sekolah" Ucap Jack yang membuat Elang dan Langit menatap ke arahnya dengan tatapan heran.
"Kenapa?" Tanya Elang.
"Dia tidak punya biaya untuk sekolah. Gue sudah pernah coba bantu dia untuk bayar biaya sekolahnya. Tapi dia menolak." Jawab Jack.
"Apa benar itu?" Tanya Elang ke Edo.
__ADS_1
"Iya bang, tapi gue nggak papa kok. Gue juga sudah kerja kok bang buat biayain hidup gue dan mamak gue" Jawab Edo tersenyum paksa.
Elang dan Langit terdiam dengan jawaban Edo. Edo yang berwajah baby face itu ternyata memiliki jalan hidup yang cukup berat. Elang tampak berfikir bagaimana cara untuk membantu Edo. Tapi dia tepis dulu karena saat ini dia lebih memikirkan keadaan kakak iparnya itu yang masih di dalam ruang IGD.
Cukup lama mereka menunggu namun tak berselang lama Dokter keluar bersamaan dengan kedatangan Zahra, Dika dan Anita yang menghampiri mereka.
"By, gimana keadaan abang?" Tanya Zahra yang menangis.
"Tenang ya sayang, itu Dokternya keluar. Kita tanya ke Dokternya langsung saja ya" Ucap Elang mengusap lembut bahu Zahra.
"Gimana keadaan abang saya Dok?" Tanya Zahra.
"Pasien sudah jauh lebih baik mbak. Kami tadi juga sudah melakukan operasi pada kaki pasien karena tulang keringnya yang latah dan menusuk ke dagingnya. Tapi semua operasinya berjalan lancar. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang inapnya" Jelas Dokter.
"Terima kasih Dok" Ucap Elang.
"Sama sama mas Elang, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Dokter.
"Silahkan Dok" Jawab Elang mengangguk.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa abang sampai seperti ini?" Tanya Zahra yang kini menatap Elang.
"Dion di keroyok anak anak Lion sayang. Kalau saja Edo tidak menghubungi Jack, kami tidak tau apa yang akan terjadi dengan Dion" Jelas Elang.
Zahra kini beralih menatap ke arah Edo. Edo yang melihat Zahra sedang menatapnya pun tertunduk manatap lantai. "Kenapa kamu menghianati teman mu sendiri?" Tanya Zahra lembut.
Walaupun pertanyaan Zahra bernada lembut. Namun entah kenapa Edo merasa tertekan. Dia merasa kalau Zahra bukan gadis biasa.
"Dia istrinya Elang, dia juga Ratu dalam geng Naga Darat" Jelas Jack ke Edo. Edo terbelalak mendengar penjelasan Jack. Dia semakin tertekan dengan ucapan Jack barusan.
"Kenapa kamu diam saja? Bukan kah saya sedang bicara dengan kamu?" Ucap Zahra.
"Sa....saya sudah tidak nyaman dengan mereka. Saya merasa sikap dan perlakuan mereka sudah jauh lebih buruk setelah bang Jack keluar" Jelas Edo.
"Jadi jika kamu masuk ke Naga Darat kamu akan menghianati kami setelah kamu tidak nyaman dengan kami?" Tanya Zahra.
"Tidak" Jawab Edo seketika menatap Zahra. Zahra tersenyum melihat ketegasan Edo.
"Jujur aku belum 100% yakin dengan kesungguhan kamu, tapi aku akan berusaha yakin karena kamu sudah masuk ke dalam anggota keluarga kami" Ucap Zahra tersenyum manis di balik cadar coklatnya.
"Terima kasih" Ucap Edo tersenyum.
"Lalu gimana dengan Lion?" Tanya Zahra yang kini beralih ke arah Elang.
"Jamal ketua Lion berhasi kabur, karena kita khwatir dengan keadaan Dion. Kami memilih melepaskan dia" Jawab Elang.
"Malam ini aku akan ikut penyerangan. Aku tidak terima abang ku di sakiti seperti ini. Aku akan balas mereka semua. Terutama orang yang Jamal" Ucap Zahra.
"Lo gila ya Ra, jangan macam macam deh lo" Ucap Anita yang khawatir pada Zahra.
"Keputusa aku sudah bulan Anita. Aku tidak bisa diam saja sekarang" Jawab Zahra tegas.
"Tapi sayang, apa tidak sebaiknya kamu di sini saja? Biar kami yang melakukan penyerangan itu" Ucap Elang.
__ADS_1
"Iya Ra, dia orang yang licik Ra" Sahut Langit.
"Kalau menurut gue sih, Zahra pasti bisa mengalahkan mereka" Ucap Dika.
Plack
Satu pukulan mendarat di bahu Dika dari Anita. "Lo mau jerumusin sahabat gue?" Ucap Anita marah.
"Ya enggak lah, lo nggak yau saja gimana garangnya Zahra kalau sedang marah. Lebih menyeramkan dia dari pada Elang" Ucap Dika.
"Iya tapi harusnya lo cegah dong bukannya malah memberi dia semangat" Ucap Anita.
"Hentikan Anita. Aku sudah memutuskannya. Aku akan hadapi mereka. Aku akan habisi mereka dengan tanganku sendiri" Ucap Zahra penuh penekanan.
"Gila aura Ratu Naga Darat mengerikan sekali, apa lagi kalau sedang marah seperti itu. Habis lo Jamal di tangan snag Ratu" Guman Edo dalam hati.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja