
"Memangnya tadi kakak bisa jawab semuanya?" Tanya Anita penasaran.
"Ya...nggak juga sih" Jawab Jack menggarul kepala belakangnya.
"Ye si curut sok nasehati dianya sendiri jebluk" Ucap Eko yang langsung mendapat lemparan cabai utuh dari Jack. Tawa mereka pecah melihat hal itu.
"Hai bestie" Ucap Alice yang ikut duduk di sebelah Zahra.
"Dari mana kamu kok bolos pelajaran?" Tanya Zahra.
"Iya, tau kalau ada ulangan mending gue ikut lo bolos tadi Lice" Ucap Anita.
"Gue tadi di atap, tenangin perasaan gue dulu" Ucap Alice tersenyum paksa.
"Em Lice, sorry ya, gue tadi nggak tau kalau kotak dan minuman itu dari lo. Kalau tau gue nggak akan mau terima kok" Ucap Eko merasa bersalah.
"Nggak papa kok Ko, lo santai saja" Ucap Alice.
"Hai Alice" Ucap Edo yang baru menghampiri mereka.
"Hai Do, kok baru ke sini?" Tanya Alice.
"Iya, tadi kumpul sama anak anak dulu di depan kelas." Ucap Edo. "Lo nggak makan Lice?" Tanya Edo.
"Malas pesan gue Do, tolong dong pesanin gue mie ayam" Pinta Alice.
"Boleh, tunggu ya" Ucap Edo yang langsung bangkit dari duduknya.
"Lice, kok Edo lembut banget sih sama lo" Ucap Angel.
"Enggak tau, tapi gue nyaman kok sama dia" Jawab Alice.
"Nyaman?" Tanya Angel dan Anita bersamaan.
"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Alice bingung.
"Nggak papa. Bagus kalau lo nyaman sama Edo, karena Edo anak yang baik" Sahut Jack yang menghalangi Angel serta Anita bicara. Jack menatap ke arah Angel dan Anita lalu menggeleng pelan. Kalau saja mereka tidak fokus menatap Javk, mungkin tidak tau kalau Jack sedang menggelengkan kepalanya.
Tak lama Edo kembali dengan mie ayam pesanan Alice. Alice tersenyum senang ketika melihat mie ayam yang kini sudah berada di hadapannya.
"Makasih ya Do" Ucap Alice tersenyum yang membuat Edo gerogi. Bahkan wajah Edo kini tengah bersemu merah. "Sama sama Lice" Jawab Edo gerogi.
Jack yang melihat hal itu pun tersenyum tipis. Dia mengambil es jeruk milik Angel lalu meminumnya. Serta tangannya yang terus merangkul ke bahu Angel tentunya.
__ADS_1
Setelah jam istirahat selesai mereka semua kembali ke kelas. Saat berada di kelas, Alice menatap bangku Yoga yang kosong. Dia tertunduk sedih lalu kembali duduk di bangkunya.
Di sisi lain Yoga saat ini sedang berada di apartemennya. Dia membuka kunci apartemennya lalu masuk. Dia melempar tas yang ia bawa tadi ke sekolah lalu menuju ke lemari pendingin. Saat ia membuka lemari tersebut, dia melihat banyaknya isi makanan yang berada di dalamnya. Semua makanan dan minuman yang ada di lemari pendingin itu dari Alice. Dia selalu menyimpan semua makanan yang Alice berikan padanya. Bahkan brownis dan cookies pun masih di lemari pendingin itu walaupun makanan itu sudah mulai berjamur.
"Gue nggak perduli dengan makanan makanan ini yang sudah mulai berjamur Lice. Gue akan tetap simpan karena semua ini pemberian dari lo. Maaf atas sikap gue yang dingin dan cuek ke lo. Gue hanya belum berani untuk membuka hati gue. Maagin gue Alice." Ucap Yoga tertunduk sedih di depan lemari pendinginnya.
🌹🌹🌹
Keesokan harinya.
Alice sudah berdiri di samping motornya menunggu Yoga datang. Dia tersenyum bahagia dengan makanan ringan serta yoghurt stroberi yang ia bawa khusus untum Yoga tentunya.
"Halo Lice, sedang apa di sini? Kok nggak masuk ke dalam kelas sih?" Tanya Edo yang baru selesai memarkirkan mobilnya.
"Hai Do, gue lagi nunggu Yoga" Jawab Alice tersenyum manis memperlihatkan gigi gingsulnya.
Edo meremas jemaronya dengam deru nafas yang sudah menggebu gebu. Namun sebisa mungkin dia menyembunyikan perasaannya agar Alice tidak melihatnya. "Boleh gue temani nggak?" Tanya Edo.
"Boleh" Jawab Alice mengangguk senang.
Edo bersandar di motor putih milik Alice. Dia menatap Alice yang terus tersenyum dengan menatap ke arah gerbang sekolah. 'Cemburu' iya, Edo memang saat ini tengah cemburu karena Alice lebih memilih Yoga dari pada dirinya. Namun ia pun sadar karena cinta yang Alice miliki saat ini untuk Yoga bukan untuk dirinya. Apa lagi dengan statusnya yang hanya sebagai supir Zahra membuat dirinya minder. Tapi dia cukup bahagia melihat tawa dan senyuman Alice yang menyejukkan hatinya. Ia tidak perduli dengan sakit hatinya, yang ia pentingkan hanyalah kebahagiaan Alice. Senyuman yang sangat manis itu tidak akan ia biarkan pupus.
Tak lama mobil Yoga pun datang. Alice semakin melebarkan senyumannya ketika melihat mobil Yoga yang datang.
"Selamat pagi Bobo" Sapa Alice pada Yoga yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Lo mau apa lagi sih Lice? Berapa kali gue harus bilang, jangan dekati gue lagi" Bentak Yoga pada Alice.
Deh
Wajah Alice seketika berubah, senyuman yang merekah tadi seketika hilang karena ucapan Yoga. Edo yang melihat pun segera menghampiri Yoga dan Alice.
"Jangan bentak cewek bro, dia hanya ingin menyapa lo. Lo bisa kali nggak usah bentak bentak dia seperti itu" Ucap Edo.
"Apa peduli lo? Dia cewek lo? Kalau memang bilang sama cewek lo, kalau jadi cewek tu jangan kegatelan. Sudah berapa kali gue bilang ke dia jangan dekati gue. Tapi lihat, dia nempel terus ke gue seperti ulat bulu. Menggelikan" Ucap Yoga.
Duack
Satu pukulan tepat mengenai wajah Yoga dari Edo. Dia marah karena Yoga menghina Alice seperti itu. Padahal Alice hanya ingin menyapa Yoga saja, tapi dengan mulutnya itu, Yoga tega menghina Alice.
"Edo, sudah Do." Ucap Alice memegangi lengan Edo. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi. 'Sakit' iya memang sakit di hina menjijikkan oleh orang yang kita cintai. Namun Alice juga tidak ingin Edo menyakiti orang yang telah menyakitinya sekaligus cowok yang ia cintai.
"Ayo pergi Lice, lo terlalu berharga untuk di rendahkan seperti itu pada orang seperti dia" Ucap Edo yang akan menarik tangan Alice.
__ADS_1
"Tunggu Do" Ucap Alice. Alice melepaskan tangan Edo yang ada di lengannya. Dia berbalik menghampiri Yoga. Dia berjongkok di depan Yoga dan mengusap sudut bibir Yoga yang berdarah dengan ujung jaketnya.
"Gue hanya mau kasih ini kok ke lo, di makan ya" Ucap Alice lembut dengan senyumannya yang ia paksakan.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
#fiksiRemaja
__ADS_1