
"Lo nggak perlu malu Jack, lo sudah menjadi bagian dari keluarga ini sekarang" Ucap Langit.
"Makasih" Ucap Jack tersenyum.
"Lo istirahat saja di sini, kita mau balik ke kelas dulu" Pamit Elang dan di angguki oekh Jack.
Setelah mereka pergi, kali ini Jack kembali berdua saja dengan Angel. "Lo masih takut sama gue?" Tanya Jack.
"Enggak, kenapa gue harus takut sama lo" Jawab Angel.
"Yah.. mungkin saja lo masih takut sama gue karena gue yang emosian" Ucap Jack.
"Enggak kok. Lagian soal emosi lo itu bisa saja kan lo berusaha lebih keras lagi untuk memeprbaikinya" Ucap Angel.
"Kalau itu yang lo mau, gue akan lakukan" Ucap Jack.
"Bukan gue yang mau. Tapi lo yang harus berfikir demi kebaikan lo sendiri jangan demi gue" Ucap Angel.
"Kenapa?" Tanya Jack.
"Karena gue nggak mau kalau lo berubah demi gue, tapi saat gue buat lo kecewa, lo kembali lagi seperti sebelumnya" Jelas Angel.
"Gue suka sama lo Ngel" Ucap Jack tersenyum.
Deg deg deg
Jantung Angel berdebar lebih kencang ketika Jack mengutarakan perasaannya itu. Dia tidak tau harus menjawab apa karena dia belum yakin dengan apa yang ia rasakan saat ini.
"Lo nggak usah jawab sekarang juga nggak papa. Gue juga ingin lo tau apa yang gue rasakan ke lo"
"Gue sudah jatuh hati sama lo saat pertama kali kita ketemu. Sikap lo, tawa lo, kecantikan lo. Semua yang ada dalam diri lo yang buat gue jatuh hati sama lo"
"Jujur gue berharap bisa miliki lo, tapi gue juga nggak akan maksa lo untuk terima gue sekarang. Karena gue tau jika lo masih belum percaya sama gue"
"Gue akan tunggu lo Angel, gue akan tunggu lo sampai lo mau terima gue" Ucap Jack.
Dion yang sedari tadi berada di ruang UKS karena perutnya yang sakit meremas jemarinya karena Angel yang di tembak oleh anak baru itu.
Dion yang masih memiliki perasaan pada Angel tidak bisa melakukan apa apa karena keyakinan mereka yang berbeda. Dion maupun Angel sama sama tidak mau melepaskan kepercayaan merekayang sejak lahir sudah menempel pada mereka.
"Apa ini artinya gue harus lepasin lo sepenuhnya Angel? Tapi hati gue sakit jika harus melepaskan lo. Gue masih sayang sama lo Angel, gue sayang banget sama lo" Guman Dika dalam hati.
Dika memukuli dadanya yang terasa sangat sakit sekarang. Dia merasa berat melepaskan Angel pada pria lain.
🌹🌹🌹
Jam pulamg sekolah.
Elang dan Zahra saat ini berada di parkiran. Elang merengek ingin ikut ke rumah sakit namun Zahra tau jika saat ini akan ada rapat di warung kang Asep untuk membahas penyaluran bantuan gempa bumi di luar kota.
"Sayang, aku ikut ya" Pinta Elang.
__ADS_1
"By, kamu harus tanggung jawab dong. Kamu kan ketuanya jadi kamu harus hadir di rapat itu" Ucap Zahra.
"Tapi aku ingin sama kamu sayang" Ucap Elang
"Lo lebay banget sih Lang, kita juga pergi cuma sebentar doang kok. Nanti gue anterin dia ke rumah lo lagi" Ucap Dion yang sudah lelah menunggu drama Elang.
"Tuh kan bang Dion sudah marah, sudah ah aku mau pergi dulu. Ingat ya by, kamu nggak boleh nggak hadir dalam rapat itu. Nanti kalau sampai rumah aku akan tanya apa saja yang di bahas di rapat. Kalau sampai kamu nggak bisa menjawab, kamu malam ini tidur di kamar tamu" Ancam Zahra.
"Loh kok gitu?" Ucap Elang terkejut.
"Iya lah, habisnya kamu nggak mau nurut" Ucap Zahra.
"Sudah ah, aku pergi dulu ya. Sini tangannya, aku mau salim" Ucap Zahra mencium pinggung tangan Elang.
"Kamu jangan lama lama ya sayang" Ucap Elang.
"Iya. Assalamualaikum baby" Pamit Zahra.
"Waalaikumsalam sayang" Jawab Elang.
Zahra masuk ke dalam mobil Dion, sedangkan Dion saat akan masuk ke dalam mobilnya, Dion melihat Angel yang sedang memapah Jack menuju ke parkiran.
"Bang, kenapa?" Tanya Zahra yang merasa heran karena Dion tidak kunjung masuk ke dalam mobilnya.
"Enggak papa" Jawab Dion masuk ke dalam mobilnya. Dion mulai melajukan mobilnya pergi dari area sekolah.
Tak lama Angel yang sedang memapah Jack telah sampai di parkiran. Dia menyuruh Jack untuk duduk dulu di kursi sambil menunggu Anita dan Dika.
"Ada rapat membahas penyaluran sumbangan untuk korban gempa. Memangnya kenapa?" Tanya Dika balik.
"Gue ikut ya" Pinta Anita.
"Tumben, biasanya juga susah kalau gue ajak kumpul sama anak anak" Ucap Dika heran.
"Gue cuma mau kasih kesempatan buat kak Zaki sama Angel. Kak Zaki sudah nembak Angel tapi Angelnya belum jawab" Ucap Anita.
"Kok bisa? Memangnya mereka sudah kenal lama?" Tanya Dika.
"Enggak juga sih, tapi kak Zaki sudah suka sama Angel saat pertama kali mereka bertemu" Jelas Anita.
"Oh, ya sudah kalau lo mau ikut malah lebih bagus" Jawab Dika.
"Ya sudah, kamu tunggu di sini. Aku mau bilang dulu ke kak Zaki" Ucap Anita lalu berlari ke arah Jack dan Angel.
"Kak, aku nggak bisa pulang sekarang. Aku mau ikut Dika ke camp, katanya ada rapat gitu" Ucap Anita.
"Lo anterin gue pulang dulu lah Nit, gue capek banget nih" Ucap Jack.
"Yah, gue sudah di tunggu Dika kok kak" Ucap Anita berwajah sedih.
"Sudah kalau lo nau pergi, pergi saja. Biar nanti kak Jack gue yang antar pulang" Ucap Angel.
__ADS_1
"Ah...Angel, lo memang malaikat penolong gue. Gue sayang banget sama lo" Ucap Anita memeluk erat tubuh Angel.
"Iya, sudah sana pergi" Ucap Angel.
"Ok, dadah kakak ku dan calon kakak ipar" Ucap Anita berlari. Angel seketika wajahnya memerah karena malu dengan ucapan Anita barusa. Sedangkan Jack hanya tersenyum tertunduk. Dia tau jika saat ini adiknya itu memberikan waktu berdua dengan Angel.
Jack mengambil ponselnya yang ada di sakunya. Dia mengirim pesan ke ponsel Anita.
💬 Karena lo sudah bantu gue, gue akan kasih restu lo sama Dika" Pesan Jack.
💬Makasih kakak ku sayang, gue nanti bakal belikan lo makanan kesukaan lo deh" Balas Anita.
💬Setuju" Balas Jack lagi.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja