
Beberapa bulan telah berlalu.
Minggu ini anak anak kelas Xll tengah melakukan ujian akhir. Mereka yang biasanya sering bercanda kini diam dan fokus pada buku mereka masing masing untuk ujian akhir mereka yang akan di laksakan 30 menit lagi.
"Ra, kalau yang ini caranya gimana?" Tanya Eko pada Zahra.
Eko yang biasanya membuat rusuh di kelas kini seketika menjadi kutu buku yang terus menempel pada Zahra. Bahkan saat pulang sekolah dia juga datang ke rumah Zahra untuk meminta bantuan pada Zahra tentunya.
"Oh, ini tinggal di tarik ke sini Ko. Habis itu coba kamu kalikan ini sama yang ini. Hasilnya nanti di bagi sama yang ini. Nah itu hasil akhirnya" Jelas Zahra.
"Ok ok, gue coba lagi deh" Ucap Eko.
"Jangan terlalu dekat Ko, lo mau habis di tangan bang Elang" Ucap Edo yang selalu menunggui Zahra di sekolah sampai Zahra pulang. Karena Edo yang masih kelas Xl di liburkan dengan kelas X tentunya. Namun karena tugasnya, dia tetap datang ke sekolah dan terus memantau Zahra.
"Penjaga lo galak Ra. Nggak di rumah nggak di sekolah pasang wajah garang terus" Ucap Eko yang hanya di balas senyuman oleh Zahra.
Eko mencoba cara yang di ajarkan oleh Zahra tadi. Dia tampak serius dan hal itu membuat Yoga dan Jack tertawa lepas.
"Hahahahaha" Tawa Jack dan Yoga menggema di lorong sekolah.
"Apaan sih lo bikin kaget tau nggak" Ucap Eko marah.
"Muka lo anjir. Hahahahaha" UcapJack.
"Kenapa muka gue?" Tanya Eko mengusap wajahnya namun Jack dan Yoga terus tertawa. "Ra, muka gue kanapa?" Tanya Eko polos.
"Nggak kenapa kenapa kok, nggak ada yang aneh juga" Jawab Zahra.
"Terus kenapa ketawa?" Tanya Eko yang di jawab gelengan kepala oleh Zahra.
"Muka lo aneh banget anjir kalau lagi serius. Aduh perut gue sakit banget" Ucap Yoga memegangi perutnya.
"Yee si bambang curut. Gini gini muka gue ganteng tau nggak" Ucap Eko.
"Ganteng dari mana?" Tanya Jack heran.
"Mak gue yang bilang kalau gue anaknya yang paling ganteng di dunia ini" Ucap Eko yang kini mampu membuat semua yang mendengar tertawa lepas.
"Heh curut, di mana mana namanya emak emang selalu menomor satukan anaknya bego" Ucap Jack.
"Ya nggak papa lah, lo hati hati saja siapa tau tuh Angel bisa gue tikung" Ucap Eko santai.
Plack
"Bicara apa lo barusan?" Tanya Jack penuh penekanan .
"Ya ellah bang, becanda gue" Ucap Eko mengusap kepala belakangnya.
"Jaga ucapan lo ya kalau nggak gue habisi lo" Ancam Jack.
"Iya iya, lagian emangnya Angel mau apa sama gue. Lo kan jauh ke mana mana dari gue. Buta kali dia mau sama gue" Gerutu Eko.
"Hahahahaha tuh lo sadar" Ucap Jack kembali tertawa.
"Sia***n. Kena lagi gue" Ucap Eko mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
"Nggak papa Ko, aku yakin nanti kamu juga akan menemukan pendamping hidup yang menerima kamu apa adanya kok. Jangan pantang semangat ya" Ucap Zahra lembut.
"Lo emang best friend gue Ra" Ucap Eko yang akan menepuk bahu Zahra namun dengan cepat Edo menangkis tangan Eko.
"Lo berani sentuh Zahra, gue pastika tangan lo patah" Ucap Edo.
"Galak amat anjing header" Ucap Eko lirih yang masih dapat di dengar oleh Edo. Edo hanya tersenyum melihat Eko yang menggerutu.
Tak lama bel tanda masuk sudah terdengar. Edo menerima buku dan tas milik Zahra untuk ia bawa.
"Aku masuk dulu ya Do. Ponsel ku ada di tas nanti siapa tau kak Elang telfon" Ucap Zahra.
"Iya Ra" Jawab Edo santai.
"Nih tas gue jagain Do. Ada barang berharga gue tuh di dalam tas" Ucap Eko.
"Barang apa?" Tanya Edo polos.
Eko berjalan mendekati Edo. Dia berbisik di telinga Edo. "Silikon" Bisik Eko yang langsung berlari masuk ke dalam kelas.
"Sia***n lo Ko" Ucap Edo melempar tas Eko ke lantai. Sedangkan Eko tertawa lepas di dalam kelas.
Edo memasukkan buku buku Zahra ke dalam tas Zahra. Setelah itu dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. "Bang Elang" Ucap Edo ketika melihat nomer ponsel Elang yang mengirim pesan ke ponselnya.
π¬ Do, Zahra lagi apa? Tadi gue telfon kok nggak di angkat?" Elang.
π¬Zahra lagi Ujian bang, baru saja masuk kelas" Edo.
π¬ Memangnya sampai kapan Ujiannya?" Elang.
π¬Hari ini terakhir bang, nanti setelah selesai ujian biar gue bilang ke Zahra kalau abang kirim pasan" Edo
π¬ Ok bang" Edo.
Edo kembali memasukkan ponselnya ke saku celana. Di bangkit dari duduknya dengan membawa tas milik Zahra kenuju ke kantin.
Sudah 2 jam lebih anak anak kelas Xll mengerjakan soal ujian mereka yang terakhir. Setelah bel berbunyi semua anak anak keluar dari ruang ujian.
Zahra, Jack, Yoga dan Eko yang berada di satu kelas langsung berjalan keluar kelas dan menuju ke kantin. Sedangkan Angel dan Anita serta Alice berada di kelas terpisah.
"Sudah selesai Ra?" Tanya Edo yang bangkit dari duduknya mengambil air mineral dingin untuk Zahra. "Nih minum dulu" Ucap Edo.
"Makasih ya Do" Ucap Zahra. Zahra membuka botol lalu meminumnya.
"Tadi bang Elang kirim pesan ke lo" Ucap Edo.
"Mana ponsel ku" Pinta Zahra.
Edo mengambilkan ponsel Zahra yang ada di dalam tas. Zahra membuka ponselnya dan ada banyak pasan dan panggilan tak terjawab dari Elang.
"Banyak banget pesannya" Guman Zahra.
"Hah, capeknya" Ucap Anita yang duduk di sebelah Zahra. "Edo, tolong minum dong" Pinta Anita yang di angguki oleh Edo.
"Makasih Edo, lo baik banget sih" Ucap Anita tersenyum menerima botol air mineral dari Edo.
__ADS_1
"Gimana tadi ujiannya?" Tanya Edo.
"Sukses" Jawab Anita.
"Sukses apa?" Tanya Edo lagi.
"Sukses menguras otak dan tenaga" Sahut Eko yang baru menghampiri mereka.
"Tuh benar, setuju gue" Jawab Anita.
"Iya nih, gila sampai pusing gue" Sahut Alice.
"Wah kasihan cantiknya gue sampai berkeringat gini" Ucap Yoga mengusap keringat yang ada di pelipis Alice.
"Najiis" Ucap Edo dan Eko bersamaan.
"Sirik lo" Ucap Yoga santai.
Tak lama Angel dan Jack menghampiri mereka semua. Jack terus menggenggam tangan Angel walaupun mereka berdua sudah duduk di kursi kantin.
β
β
β
π₯π₯π₯
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..π
π Like
β₯οΈ Favorit
π¬ Komen
βββββ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
ππππππ
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja