
Naira Givarel adalah seornag gadis desa yang dulu berteman dengan Dion. Walaupun Naira lebih tua satu tahun dari Dion, namun Naira tetap berteman baik dengan Dion. Sapai mereka sekolah menengah pertama, Naira mulai suka pada Dion. Namun dia sadar bahwa Dion bukan anak laki laki yang bisa dia dapatkan karena keluarga Dion yang cukup terpandang di desanya.
Naira terus menyimpan perasaannya selama itu sampai akhirnya Dion pindah ke kota. Naira yang terlambat mengetahui kepindahan Dion hanga bisa menangis di depan rumah lama Dion.
Tapi kali ini takdir berkata lain. Dengan di pertemukannya Dion dengan dirinya, Naira mulai memantapkan hatinya. Dia ingin kembali mengejar cintanya yang dulu pernah hilang.
"Aku akan menyembuhkan luka yang ada dalam diri kamu Dion. Aku harap kamu bisa membuka hati kamu agar aku bisa masuk dan memberikan warna dalam hari hari mu" Guman Naira dalam hati.
Di tempat lain, Dika sedang berada di club malam milik Anita. Dia duduk di bar menatap Anita yang sedang meracik minuman dengan lihainya membuat Anita semakin sexy di mata Dika.
"Baby coba lah minuman gue yang baru" Ucap Anita.
"Warnanya cantik seperti yang buat" Ucap Dika mencoba minuman yang di buat oleh Anita.
"Enak, tapi kadar alkoholnya tinggi ternyata" Ucap Dika.
"Iya memang sengaja karena itu yang membuat minumannya semakin enak" Jelas Anita.
"Hunny naik yuk" Ucap Dika.
"Enggak ah, malam ini kak Jack sama Angel akan datang. Jadi gue ingin menunggu mereka" Jawab Anita yang membuat Dika menghela nafasnya.
"Tapi gue tergoda setiap lo meracik minuman" Guman Dika yang masih bisa di dengar oleh Anita.
"Lo cinta sama gue atau tubuh gue sih? Kalau gue hamil gimana?" Tanya Anita.
"Nikah lah" Jawab Dika santai.
"Enggak" Sahut Jack tegas. Dia segera meraih kerah baju Dika karena emosi dengan ucapan Dika.
"Lo berani menghamili Anita, gue akan buat lo menyesal" Ucap Jack
"Kak sudah lah, lagian dia cuma bercanda kok. Kita selalu pakai pengaman" Ucap Anita santai.
Jack melepaskan cengkramannya pada kerah baju Dika. Dika menghela nafasnya lalu kembali duduk di kursinya.
"Gue tidak akan melarang lo untuk berhubungan badan dengan adik gue. Tapi gue tidak ingin jika adik gue hamil yang membuat masa depannya hancur." Ucap Jack.
"Gue tau apa yang lo maksud. Lo tanang saja gue nggak akan melakukan itu. Tapi jika pun Anita hamil gue dengan senang hati akan menukahi dia" Ucap Dika.
__ADS_1
"Gue yang belum siap menikah sama lo. Gue masih ingin bebas, gue masih ingin kuliah mengejar cita cita gue" Sahut Anita.
"Lo kenapa sih hunny, setiap gue bicara soal pernikahan lo selalu saja bicara seperti itu? Memangnya lo nggak mau nikah sama gue? Lo nggak cinta sama gue?" Tanya Dika marah.
"Gue cinta sama lo baby, tapi lo juga harus ngertiin gue dong. Gue juga mau mencapai cita cita gue. Bukan hanya duduk di rumah mengurus lo dan anak anak lo."
"Ok gue akan lakukan itu tapi tidak dalam waktu dekat, gue belum siap baby, sorry" Ucap Anita.
Dika meremas jemarinya karena marah. Jack pun melihat hal itu tapi semua keputusan ada pada adiknya. Dia tau jika Dika benar benar serius pada Anita. Tapi Anita yang memiliki pemikiran wanita karir agak susah untuk menjalani hubungan rumah tangga.
"Gue mau pulang" Ucap Dika yang beranjak dari duduknya. Anita yang melihat pun mulai kelabakan. Dia tau jika Dika saat ini sedang marah. Dia segera keluar dari bar untuk mengejar Dika.
"Baby tunggu, lo marah sama gue?" Tanya Anita mencekal tangan Dika
"Gue capek Nit, gue mau pulang istirahat" Ucap Dika menepis tangan Anita.
"Kok lo malah pergi sih Dik, lo kan tau gue sayang sama lo. Gue nggak bisa kalau lo marah sama gue. Iya gue emang egois, gue emang keras kepala. Tapi gue juga ingin seperti anak anak lain Dika. Gue juga ingin mengejar mimpi gue. Tolong dong lo ngertiin gue." Teriak Anita menangis.
Dika menutup matanya saat ia akan masuk ke dalam mobilnya. Dia meremas jemaringa karena tidak tega melihat Anita yang menangis seperti itu. "Arght" Teriak Dika.
Dika berbalik lalu menghampiri Anita. Dia menarik tubuh Anita lalu membawa Anita ke dalam pelukannya. "Maaf hunny, maafin gue" Ucap Dika lirih.
"Sudah lo jangan nangis lagi hunny. Ok, gue akan tunggu lo, gue akan tunggu lo sampai lo siap untuk membangun rumah tangga sama gue. Dalam waktu itu gue akan berusaha keras untuk kerja. Agar gue kelak bisa membahagiakan lo dan anak anak kita" Ucap Dika lembut.
"Lo janji mau tunggu gue?" Tanya Anita.
"Gue akan tunggu tapi jangan terlalu lama karena gue takut jika gue mulai bosan menunggu" Ucap Dika lembut. Dia mengusap lembut wajah Anita yang basah karena air matanya tadi.
"5 tahun, tolong tunggu gue 5 tahun lagi. Jika saat itu gue belum bisa mencapai cita cita gue, gue akan terima lamaran lo" Ucap Anita.
"Kalau lo sudah mencapai cita cita lo gimana? Apa lo akan tolak lamaran gue?" Tanya Dika.
"Enggak, gue akan lepaskan semuanya karena gue cinta sama lo Dika. Gue akan melepaskan apapun demi bersama lo" Ucap Anita.
"Lo nggak perlu melakukan itu hunny, lo masih bisa mengejar cita cita lo. Tapi lo juga harus ada waktu buat gue, buat anak anak kita juga nanti. Gue nggak keberatan jika memiliki istri seorang wanita karir" Ucap Dika.
"Makasih baby, gue cinta banget sama lo. Gue sayang sama lo" Ucap Anita memeluk erat tubuh Dika.
"Gue juga sayang sama lo hunny" Jawab Dika lembut. Dia mencium kening Anita penuh dengan perasaan sayang.
__ADS_1
Angel yang baru saja datang melihat Anita dan Dika yang sedang berpelukan di depan club malam Anita. Dia menghampiri mereka lalu menepuk bahu Dika.
"Lo mau sampai kapan pelukan terus di sini? Lo nggak lihat baju cewek lo itu. Apa lo nggak kasihan dia yang kedinginan?" Ucap Angel.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja