
...Next? ...
...Udah vote dan spam komen belum? ...
...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
...See u next part ❤...
●
●
●
"Ada apa?" Tanya Lita yang mengikuti pandangan mata Langit.
"Oh, dia Mirza. Dia teman kuliah ku" Ucap Lita.
"Naik, kita pulang sekarang" Ucap Langit tegas.
"Baik lah, aku akan berpamitan dulu pada Mirza" Ucap Lita yang akan berbalik namun tangannya di cekal oleh Langit.
"Naik aku bilang" Ucap Langit. Lita sedikit takut dengan ucapan Langit barusan. Langit pun melihat raut wajah Lita yang ketakutan. Dia menghela nafas panjangnnya.
"Maaf dan naik lah" Ucap Langit lirih.
"Iya" Jawab Lita mengangguk.
Langit memakaikan helm miliknya ke kepala Lita. Setelah itu Lita naik ke atas motor sport milik Langit dan Langit mulai melajukan motornya pergi meninggalkan area supermarket.
Mirza yang melihat Lita di bawa pergi oleh anak SMA itu hanya mampu terdiam. Dia penasaran ada hubungan apa Lita dan anak SMA itu? Kenapa Lita begitu patuh dengan anak berseragam SMA itu.
Tak lama Langit dan Lita baru saja sampai di rumah. Lita turun dari motor Langit dan Langit membukakan pengait helm yang di pakai oleh Lita.
"Kamu kenapa sih? Apa salah ku? Kenapa kamu bersikap kasar pada ku tadi?" Tanya Lita.
"Entah lah, gue tidak suka kalau lo bersama cowok itu" Jawab Langit yabg berjalan masuk ke dalam rumah dengan membawa belanjaan Lita.
Lita sedikit berlari untuk mengimbangi langkah Langit. "Maksud kamu apa sih Lang?" Tanya Lita yang tidak mengerti ucapan Langit.
"Dia itu hanya teman kuliah ku" Imbuh Lita.
__ADS_1
"Lo yang anggap dia teman Ta, tapi tidak dengan dia. Dia mengharapkan lebih dari sekedar teman" Ucap Langit yang kini sudah emosi dengan ucapan Lita.
"Sudah lah, nih bawa belanjaan lo. Gue mau pergi dulu" Ucap Langit yang menarub belanjaan Lita di atas meja makan.
"Kamu mau ke mana? Kita selesaikan dulu masalah ini. Aku tidak ingin masalah ini berlarut larut" Ucap Lita mencekal tangan Langit.
"Gue hanya butuh untuk sendiri sekarang Ta" Ucap Langit melepas tangan Lita dari lengannya.
Langit berjalan keluar dari rumah. Dia kembali mengenakan helmnya lalu mulai melajukan motornya pergi dari area rumah.
"Non, sudah biarkan den Langit pergi dulu. Dia memang seperti itu kok non kalau sedang ada masalah. Den Langit lebih memilih untuk menghindar dari pada harus berdebat dan bertengkar. Den Langit mungkin takut jika dia tetap di sini dan melukai non Lita nantinya" Jelas mbak pelayan yang ada di rumah Langit.
"Apa dia sering seperti ini mbak?" Tanya Lita teduh.
"Iya non. Sebenarnya den Langit itu sering merasa kesepian karena tuan sering pergi kerja ke luar negri. Bahkan perginga tidak hanya satu atau dua bulan saja. Bahlan den Langit pernah di tinggal sampai 3 tahun lamanya sama tuan."
"Sedangkan nyonya sudah lama meninggal." Imbuh mbak
"Jadi dia memendam kesedihannya sendiri selama ini?" Guman Lita dalam hati.
"Mbak, maaf tolong ini di bereskan ya. Lita mau ke kamar dulu" Pinta Lita.
"Iya non" Jawab mbak.
Lita membawa pembalut yang ia beli tadi ke dalam kamar. Dia masuk ke dalam kamar Langit. "Aku lebih baik ambil pakaian ku dulu deh" Ucap Lita.
Cukup lama Lita menata barang barangnya di kamar Langit. Lita yang merasa kelelahan lebih memilih untuk istirahat di ranjang Langit. "Hah, lelahnya" Ucap Lita merebahkan dirinya di atas ranjang besar Langit.
"Harum" Ucap Lita yang merasakan harum khas Langit di bantal milik Langit.
Jarum jam sudah menunjuk ke pukul 2 siang. Langit baru saja pulang dari warung kang Asep. Dia memarkirkan motornya di garasi. Setelah itu Langit berjalan masuk ke dalam rumah.
"Baru pulang den" Ucap mbak yang sedang menyapu lantai.
"Iya mbak. Lita di mana?" Tanya Langit.
"Non Lita ada di kamar den" Jawab mbak.
"Oh ya sudah, aku naik dulu ya mbak" Pamit Langit.
"Iya den silahkan" Jawab mbak.
Langut berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Saat akan membuka pintu kamarnya, Langit melihat sekilas pintu kamar yang ditempati Lita.
__ADS_1
"Nanti saja lah gue cari dia. Lebih baik gue mandi dulu sekarang" Ucap Langit lirih.
Langit membuka pintu kamarnya. Dia terkejut namun juga senang ketika melihat Lita yang sedang terlelap di atas ranjangnya dengan memeluk bantal miliknya.
"Dia di sini ternyata" Guman Langit tersenyum.
Langit melempar tas sekolahnya ke arah sofa. Dia segera berjalan menghampiri Lita dan merebahkan dirinya di samping Lita. Dia berhadapan dengan Lita yang tertidur dengan damai.
"Manis banget sih lo Ta" Ucap Langit lirih.
Langit mengusap lembut kepala Lita. Dia tersenyum puas menatap wajah Lita yang manis dengan lipbalm pink yang ia pakai.
"Kapan gue bisa mencium bibir ini sesuka gue?" Guman Langit mengusap lembut bibir kecil Lita.
Lita yang merasakan sentuhan pada wajahnya mulai membuka mata perlahan. Dia tersenyum melihat wajah Langit yang ada di hadapannya. "Suami ku" Guman Lita lalu membalikkan tubuhnya untuk kembali tidur.
Langit yang melihat dan mendengar ucapan Lita tadi menahan tawanya. Dia tidak menyangka jika Lita bisa bicara seperti itu saat ia sedang tertidur.
Sedangkan Lita yang sadar dengan apa yang ia ucapkan seketika bangun terduduk dengan terbelalak. Dia menoleh ke arah sampingnya dan ternyata yang ia lihat tadi bukan lah mimpi.
"Langit, sejak kapan kamu di situ?" Tanya Lita.
"Ya.... cukup lama sih. Gue sampai puas lihat wajah lo" Jawab Langit.
Wajah Lita seketika meemrah dengan ucapan Langit. "Aku mau ke kamar mandi dulu" Ucap Lita yang berlari ke arah kamar mandi.
"Hahaha lucunya" Ucap Langit tertawa lepas.
Brack
Tangan Langit mengenai sesuatu dari balik selimutnya yang berantakan. Langit mengambil barang yang mengenai tangannya tadi dan betapa terkejutnya dia benda apa yang saat ini ia pegang.
"Lita, ini barang lo" Ucap Langit
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
__ADS_1
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...