
Jack mengambil ponselnya yang ada di sakunya. Dia mengirim pesan ke ponsel Anita.
💬 Karena lo sudah bantu gue, gue akan kasih restu lo sama Dika" Pesan Jack.
💬Makasih kakak ku sayang, gue nanti bakal belikan lo makanan kesukaan lo deh" Balas Anita.
💬Setuju" Balas Jack lagi.
"Ayo kak kita pulang" Ucap Angel. Jack segera kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah mobil Angel.
"Apa nggak sebaiknya kita ke rumah sakit saja kak? Sepertinya keadaan lo masih lemas deh" Ucap Angel.
"Gue nggak suka bau rumah sakit" Jawab Jack singkat.
"Ya sudah, nanti saat di rumah, gue telfon Dokter deh biar periksa lo di rumah saja" Ucap Angel yang di angguki oleh Jack.
Di rumah sakit Zahra melihat Dion yang sejak tadi melamun di sofa. Zahra menghampiri Dion dan duduk di sebelah Dion.
"Bang, ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Zahra lembut.
"Hati abang sakit dek, sakit banget" Jawab Dion.
"Kenapa bang?" Tanya Zahra.
"Angel di tembak sama anak baru itu dek. Abang dengar tadi saat abang di UKS. Sejak tadi abang tidak bisa melupakan kejadian itu. Entah kenapa hati abang bisa sesakit ini dek" Jawab Dion tertunduk sedih.
"Bang, apa abang sangat mencintai Angel?" Tanya Zahra lembut.
"Iya dek, abang sayanv sama dia. Abang belum bisa melupakan dia dek, abang tidak rela dia di miliki orang lain dek" Jawab Dion lirih. Tanpa ia sadari air matanya telah jatuh membuat celana abu abunya basah.
Zahra menggenggam tangan Dion dengan satu tangnnya lagi yang mengusap lembut punggung Dion. "Abang harus sabar ya bang, mungkin ini cara Allah untuk memberi tahukan abang bahwa Angel bukan jodoh abang. Abang yang tabah ya bang" Ucap Zahra lembut.
"Iya dek" Jawab Dion mengusap air matanya.
🌹🌹🌹
Sore harinya Zahra sudah berada di rumah. Dia baru saja selesai menunaikan kewajibannya. Setelah selesai Zahra mengambil kerudungnya untuk keluar dari kamarnya. Namun kali ini Zahra tidak memakai cadarnya.
Zahra berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ke dapur. Dia ingin membuat jus karena sejak tadi siang dia ingin minum jus buah naga.
"Kenapa ya kok aku gelisah seperti ini?" Guman Zahra. "Astagfirullah, nggak boleh berfikir yang aneh aneh" Ucap Zahra.
Zahra mengambil buah di dalam kulas. Setelah mendapat buah yang dia inginkan, Zahra mukai memotong buah tersebut dan memasukkan ke dalam blunder.
Setelah selesai dan menuangkannya ke dalam gelas, Zahra membawa minumannya menuju ke ruang tengah untuk menonton tv.
"Kalian duduk saja di sini, gue panggil Zahra dulu" Ucap Elang pada anak anak yang tadi mendapat tugas dari Zahra.
"Memangnya Zahra serumah sama lo bang?"
"Em... ya enggak lah. Kan tadi dia bilang kalau mau ke sini buat ngajarin kalian ngaji" Ucap Elang tersenyum paksa.
"Oh, ya sudah bang kita tunggu di sini"
"Iya, tunggu saja dulu" Ucap Elang. Elang berjalan menuju ruang tengah. Dia melihat Zahra yang sedang melamun menatap gelas yang ia pegang.
__ADS_1
"Sayang" Panggil Elang.
Prang
Gelas yang Zahra pegang terjatuh ke lantai karena terkejut.
"Sayang kamu nggak papa kan? Maaf aku mengagetkan kamu ya" Ucap Elang menghampiri Zahra.
"Aku nggak papa kok by, maaf ya aku melamun tadi" Ucap Zahra.
"Kamu kenapa sih sayang? Kamu nggak seperti biasanya kayak gini. Kamu ada masalah?" Tanya Elang lembut.
"Enggak kok by, mungkin aku kecapekkan saja" Jawab Zahra mengusap lembut wajah Elang.
"Ya sudah kalau begitu biar anak anak aku suruh pulang saja ya, besuk saja mulai mengajinya" Ucap Elang.
"Iya deh by, sepertinya aku butuh istirahat. Tolong sampaikan maaf ku ke mereka" Ucap Zahra.
"Iya, ya sudah kamu naik saja kw kamar. Biar ini nanti mbak yang bersihkan." Ucap Elang dan di angguki oleh Zahra.
Setelah melihat Zahra naik ke lantai atas, Elang kembali ke ruang tamu. "Zahra nggak bisa datang hari ini, kalian pulang saja dulu nanti gue hubungi lagi" Ucap Elang.
"Iya bang, kalau begitu kita pamit pulang bang"
"Iya, sorry ya" Ucap Elang.
"Santai saja bang"
Anak buah Elang pun akhirnya pulang, setelah mengantar anak buahnya pulang, Elang segera berlari menuju ke lantai atas untuk menghampiri Zahra yang ada di dalam kamarnya.
"Enggak kok by, aku baik baik saja kok" Jawab Zahra tersenyum.
"Kamu yakin? Kita ke rumah sakit saja yuk" Ucap Elang khawatir.
"Tidak usah by, aku nggak sakit kok. Aku hanya butuh istirahat saja" Jawab Zahra lirih.
"By, mau peluk" Ucap Zahra. Elang mengangguk lalu meraih tubuh Zahra. Dia memeluk erat tubuh Zahra penuh kasih sayang.
"Jangan sakit ya sayang, aku tidak bisa melihat kamu sakit" Ucap Elang.
"Aku nggak sakit kok by, kamu tidak usah khawatir ya" Ucap Zahra.
Ke esokan harinnya Zahra dan Elang baru saja selesai sholat subuh. Zahra mendengar ponselnya yang teru berdering. Elang mengambil ponsel Zahra dan melihat nama Dion yang sedang menghubunginya saat ini.
"Siapa by?" Tanya Zahra.
"Dion" Jawab Elang. Elang mengusap tombol hijau untuk menerima oanggilan dari Dion.
"Halo Ion ada apa?" Tanya Elang.
"Zahra di mana?" Tanya Dion.
"Ada di samping gue, ada apa? Kenapa suara lo aneh begitu?" Tanya Elang heran
"Kakek Tara Lang, beliau meninggal dunia" Jawab Dion menangis.
__ADS_1
"Innalillahi wa innalillahi rajiun" Ucap Elang. Elang seketika menatap ke arah Zahra. Zahra yang mendengar ucapan Elang seketika terduduk lemas di lantai dengan mukena yang masih ia pakai.
"Gue tutup dulu ya Ion, gue bicara dulu sama Zahra" Ucap Elang.
"Iya, tolong lo dampingi Zahra terus Lang" Pinta Dion.
"Pasti Ion lo nggak usah khawatir" Jawab Elang.
Elang melempar begitu saja ponsel Zahra ke atas ranjangnya. Dia segera menghampiri Zahra lalu memeluk Zahra erat.
"Kamu yang tabah ya sayang, kamu harus kuat" Ucap Elang lembut dengan terus menciumi kening Zahra.
Zahra tidak bicara apapun saat ini, dia hanay terus menangis dengan meremas baju koko yang di pakai Elang.
Hancur itu lah kata yang pas untuk apa yang Zahra rasakan. Dia kembali kehilangan orang yang paling ia sayang. Begitu pun dengan Elang, dia pun hancur melihat Zahra yang menangis sampai seperti ini dalam pelukannya. Namun apa lah dayanya, dia hanya bisa menemani Zahra dan terus memeluknya erat.
●
●
●
...💥💥💥...
...Hai hai hai......
...Gimana seru nggak nih ceritanya....
...Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi....
...Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁...
...👍 Like...
...♥️ Favorit...
...💬 Komen...
...⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga....
...Selamat membaca ya kak...
...Terima kasih banyak...
...See you next part...
...😊😊😊🙏🙏🙏...
...#BadBoyItuSuamiku...
...#badboy...
...#kampus...
...#fiksiRemaja...
__ADS_1