BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
81


__ADS_3

Tak lama Zahra sudah kembali ke ruang inap Dion bersama Naira. Naira membawa paper bag warna ungu di tangannya. "Gimana keadaan kamu sekarang? Apa kakinya masih terasa sakit?" Tanya Naira.


"Gue nggak ngerasain apapun Ra, gue juga nggak bisa gerakin kaki gue sama sekali bahkan untuk menggerakkan jari jarinya saja tidak bisa" Jawab Dion dengan senyum paksanya.


"Kenapa bisa begitu? Padahal kan operasinya berhasil?" Ucap Naira khawatir.


Dion tidak menjawab ucapan Naira, dia beralih menatap Zahra yang kini tengah berdiri di belakang Naira. Naira menoleh ke arah Zahra yang tempak gugup sekarang.


"Ra, ada apa ini sebenarnya?" Tanya Naira pada Zahra. Zahra tidak tega mengungkapkan kebenaran yang harus ia buka di depan Dion. Dia takut jika Dion semakin drop jika mendengar keadaannya saat ini. Apa lagi Zahra juga baru mengetahui tentang Dion yang mengalami depresi dari Elang saat Elang di panggil oleh Dokter kemarin.


"Kamu sudah janji akan cerita ke abang kan Ra? Apa kamu ingin mengingkari ucapan mu sendiri?" Ucap Dion lembut.


Zahra menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Dia menatap ke manik hitam Dion yang teduh. "Sebelum aku menjawabnya, aku ingin tanya dulu ke abang" Ucap Zahra.


"Ada apa? Apa yang mau kamu tanyakan?" Tanya Dion.


"Kenapa abang menyembunyikan sakit abang ke Zahra? Apa abang tidak menganggap Zahra lagi?" Tanya Zahra meremas jemarinya.


"Ap....apa maksud kamu?" Tanya Dion yang mulai khawatir.


"Jangan belagak tidak tau bang, abang tau arah pembicaraan aku kan?" Ucap Zahra yang mulai menitihkan air matanya. Zahra segera menghapus air matanya dengan cepat.


"Bang, aku di dunia ini hanya punya abang sebagai keluarga kandung ku. Sudah cukup aku kehilangan orang orang yang aku cintai. Aku tidak mau jika sampai abang kenapa kenapa" Ucap Zahra yang tangisannya mulai pecah.


"Naira, tolong beri waktu buat gue bicara sama Zahra berdua" Ucap Dion yang terpaksa harus di angguki oleh Naira. Naira berjalan keluar dari ruang inap Dion, dia semakin khawatir dengan keadaan Dion. Apa lagi dengan ucapan Zahra tadi yang membuatnya semakin khawatir.


"Kemari lah dek, ijinkan abang untuk memeluk kamu" Ucap Dion lembut. Zahra berjalan ke arah Dion lalu memeluk erat tubuh Dion. Dia menangis dalam pelukan Dion karena mengingat penderitaan yang selama ini di tanggung sendiri oleh Dion.


Dion sangat pandai menyembunyikan perasaannya kepada siapapun. Dia bahkan bisa menyembunyikannya pada Zahra yang selama ini tidak tau dengan apa yang ia alami.


"Maafkan abang dek, abang hanya tidak ingin kamu stress denga sakit yang abang derita. Abang tidak mau membuat kamu drop sayang, maafkan abang" Ucap Dion mengusap lembut kepala Zahra.


"Kenapa aku harus mendengarnya dari orang lain bang, kenapa abang tidak pernah cerita ke Zahra? Kenapa abang selalu memendamnya sendiri? Aku juga berhak tau keadaan abang karena abang yang aku miliki sekarang ini"


"Maafkan abang dek" Ucap Dion menangis.


Elang yang baru saja sampai melihat asisten rumah tangga Dion yang berada di luar ruangan. Dia heran karena asisten rumah tangga Dion tidak masuk ke dalam ruangan Dion.


"Kenapa nggak masuk?" Tanya Elang datar.


"Di dalam Dion sedang bicara dengan Zahra" Jawab Naira. Elang sadar dengan apa yang di ucapkan asisten rumah Dion. Dia segera masuk ke dalam ruang inap Dion dan melihat Dion yang masih memeluk erat tubuh Zahra yang gemetar dengan deru nafas yang tidak teratur.

__ADS_1


"Apa yang sudah lo lakukan pada wanitaku?" Tanya Elang dingin.


Zahra melepaskan pelukannya, dia menoleh dan melihat Zahra yang masih sesegukan. Sedangkan Dion menghapus air matanya yang masih tersisa di wajahnya.


"By" Panggil Zahra sedih. Elang merentangkan kedua tangannya agar Zahra memeluknya dan bebar saja, Zahra segera berjalan ke arah Elang dan menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Elang.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis?" Tanya Elang lembut.


"Apa lo yang sudah memberi tau keadaan gue ke Zahra?" Tanya Dion yang membuka suara.


"Iya, karena gue pikir dia berhak tau tentang keadaan abangnya yang sebenarnya" Jawab Elang.


"Ok, gue tidak akan mempermasalahkan hal itu lagi. Lalu apa lagi yang Dokter bicarakan ke lo tentang kaki gue?" Tanya Dion.


Deg


Elang seketika menegang ketika mendengar pertanyaan itu dari Dion. Dia pikir kalau Zahra sudah jelaskan semuanya ke Dion. Tapi ternyata ....


"Lo mengalami kelumpuhan Ion, karena tulang ekor lo yang retak akibat tendangan dari Jamal kemarin" Jawab Elang lirih.


Dion tersenyum paksa melihat keadaan dirinya sendiri yang benar benar hancur sekarang. Perusahaan yang selama ini ia pertahankan tengah mengalami masalah besar, di tambah dengan keadaan dirinya yang tidak bisa melakukan aktivitasnya yang bebas. Belum lagi dengan insomnia yang ia derita semakin parah. Kadang halusinasinya juga sering kambuh.


"Pergi, pergi lo semua" Teriak Dion.


"Abang" Ucap Zahra menggelengkan kepalanya dengan derai air matanya yang masih membasahai wajahnya.


"Pergi gue bilang bang***t" Teriak Dion marah besar.


Elang yang tau jika Dion memerlukan waktu untuk sendiri pun bermaksud membawa Zahra keluar namun Zahra menggelengkan kepalanya. "Aku ingin bersama bang Dion, by" Ucap Zahra lirih.


"Dion butuh waktu untuk sendiri dulu sayang, kita tunggu di luar dulu ya" Ucap Elang lembut.


"Tapi by...."


"Sayang" Ucap Elang yabg di angguki oleh Zahra. Dengan berat hati Zahra keluar dari ruangan inap Dion. Terdengar suara teriakan dari dalam ketika Zahra dan Elang keluar dari ruang inap Dion.


"Kaki sia****n. Kaki nggak guna. Bang***t" Umpat Dion yang marah marah. Dari luar terdengar jelas suara barang barang yabg di lempar oleh Dion bahkan terdengar suara benda pecah juga yang membuat Naira bangkit dari duduknya.


Tanpa bicara pada Zahra lebih dulu, Naira langsung begitu saja masuk ke dalam ruang inap Dion. Dia melihat kamar inap Dion yang sudah berantakan. Dia jugamelihat Dion yang semakin kacau saat ini.


"Dion" Panggil Naira.

__ADS_1


"Mau apa lo ke sini? Lo mau mentertawakan gue? Lo senang kan lihat gue cacat seperti ini? Puas kan lo lihat gue yang nggak guna seperti ini?"





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus


#fiksiRemaja

__ADS_1


__ADS_2