
Tanpa bicara pada Zahra lebih dulu, Naira langsung begitu saja masuk ke dalam ruang inap Dion. Dia melihat kamar inap Dion yang sudah berantakan. Dia jugamelihat Dion yang semakin kacau saat ini.
"Dion" Panggil Naira.
"Mau apa lo ke sini? Lo mau mentertawakan gue? Lo senang kan lihat gue cacat seperti ini? Puas kan lo lihat gue yang nggak guna seperti ini?"
"Enggak Ion, aku....."
"Cukup bang***t. Pergi lo dari sini, gue nggak butuh lo di sini" Ucap Dion marah.
Jujur Naira saat ini takut pada Dion karena ini kali pertamanya melihat kemarahan Dion. Namun karena rasa cintanya pada Dion lebih besar memberinya keberanian lebih untuk menghampiri Dion. Naira segera menarik Dion ke dalam pelukannya ketika ia sudah sampai di samping Dion. Dion mencengkram kuat lengan Naira yang membuat Naira kesakitan. Namun dia harus menahan rasa sakitnya agar Dion lebih tenang sedikit.
"Jangan sakiti diri kamu seperti ini Ion, aku hancur melihat kamu yang seperti ini. Jangan kamu sakiti diri kamu sendiri. Harusnya kamu lebih semangat untuk berjuang agar kamu bisa sembuh" Ucap Naira lembut.
"Tapi hidup gue sudah hancur Ra, gue cacat sekarang" Ucap Dion menangis.
"Kamu pasti bisa sembuh Dion. Kamu harus yakin kamu bisa berjalan lagi. Bila perlu aku akan menemani kamu berobat ke luar negri. Kita cari pengobatan terbaik agar kamu bisa berjalan lagi. Jangan oatah semangat Dion, jangan menyakiti diri kamu sendiri karena aku sakit melihat kamu seperti ini"
"Aku cinta sama kamu Dion, aku sayang sama kamu. Jangan merasa kaku sendiri karena aku ada untuk kamu." Ucap Naira mengusap punggung Dion.
Mendengar pernyataan Naira membuat Dion semakin mempererat pelukannya. "Tapi gue sekarang cacat Ra. Lo pasti akan malu memiliki gue yang seorang pria cacat" Ucap Dion lirih.
"Aku nggak perduli Dion, karena bukan baru baru ini aku suka sama kamu. Aku suka sama kamu sudah sejak kita SMP. Aku hanya mampu memendam perasaan ku karena aku bukan anak dari golongan yang sederajat dengan kamu" Ucap Naira.
Dion melepaskan pelukannya, dia menatap Naira yang tersenyum manis ke arahnya. "Apa lo mau hidup bersama pria cacat seperti gue?" Tanya Dion.
"Aku tidak perduli Dion, cinta tidak memandang fisik. Aku tulus cinta sama kamu lebih dari yang kamu tau" Ucap Naira.
Dion menarik Naira kembali ke dalam pelukannya. Dia mencium kening Naira penuh cinta. Naira yang merasakan ciuman dari Dion pun menutup matanya untuk merasakan kehangatan yang Dion berikan padanya.
"Gue akan lakukan apapun buat lo bahagia Naira. Tolong tunggu gue sebentar saja, gue akan buktikan ke lo kalau gue layak untuk lo miliki. Gue akan lakukan pengobatan seperti yang lo minta" Ucap Dion.
"Iya, aku akan menunggu kamu Dion." Jawab Naira tersenyum.
🌹🌹🌹
Beberapa bulan telah berlalu. Dion saat ini tengah melakukan pengobatan di luar negri di temani oleh Naira. Sedangkan urusan perusahaan kini di pegang oleh Zahra dengan bantuan Elang tentunya karena Zahra masih awam dalam perusahaan.
Namun sore ini seluruh anggota Naga Darat tengah berada di warung kang Asep. Mereka tengah menunggu Elang, Dika, dan Langit yang tengah berada di jalan menuju ke warung kang Asep.
"Bang Elang kenapa ya? Kenapa kita di suruh kumpul semua sih?"
__ADS_1
"Gue juga nggak tau, apa ada hubungannya sama abangnya Ratu ya?"
"Kalau soal itu bukannya Ratu sudah membalas dendam dengan tangannya sendiri?"
"Sudah lah, kita tunggu saja dulu"
Dan benar saja tak lama ketiga pentolan Naga Darat telah sampai di depan warung kang Asep. Mereka turun dari motornya dengan di temani ketiga wanita pujaan hati masing masing. Namun ketika melihat Lita yang menjabat sebagai guru BK di sekolah mereka. Semua anggota Naga Darat yang tengah menghisap rokoknya segera mematikan rokoknya dan mengibas ngibaskan tangannya ke udara.
"Kalian merokok lagi?" Ucap Lita yang pinggangnya di peluk oleh Langit.
"Sudah lah sayang, mereka merokok juga di luar sekolah kok. Kalau mereka berani merokok di sekolah, biar aku yang menghukum mereka" Ucap Langit.
"Bang Dika tuh bang yang suka merokok di sekolah"
Seketika Dika melotot mendengar pengaduan dari anak buahnya itu. "Emm kamp**t" Ucap Dika melempar kerupuk ke arah anak buahnya itu dan tawa terdengar menggelegar di tengah tengah mereka.
"Sudah hentikan!. Lang katanya lo mau bicara sama kita? Memangnya ada apa sih?" Tanya Jack yang kini buka suara.
"Kalian semua tau kalau kurang dari satu bulan lagi gue dan teman teman gue seangkatan akan melaksanakan ujian akhir Nasional. Gue ingin mengajukan mundur dan gue ingin kalian memilih pengganti gue." Jelas Elang.
"Kenapa harus mundur sih bang? Memangnya bang Elang tidak ingin memimpin kami lagi?"
"Dengarkan dulu penjelasan kak Elang. Kalian jangan memotong dulu" Ucap Zahra.
"Kalian nggak ada salah sama gue ataupun pentolan Naga Darat, tapi kita hanya ingin fokus ke ujian kita. Kalian tenang saja karena gue nggak akan lepas tangan begitu saja. Gue akan tetap memantau kalian, apa lagi di sini masih ada Zahra yang akan tetap menjadi Ratu Naga Darat" Jelas Elang.
"Sekarang untuk memilih siapa pengganti gue, gue serahkan ke kalian. Jika ada beberapa pilihan maka gue akan adakan tanding" Jelas Elang.
"Kalau gue pribadi sih milih bang Jeck". Mendengar namanya, Jack seketika menoleh dan menatap ke arah adik kelasnya yang berada di belakang. Seketika semua pandangan ke arah Jack.
"Enggak, gue nggak mau" Tolam Jack tegas.
"Kenapa lo nggak mau?" Tanya Langit.
"Lo semua tau sendiri, gye gabung ke sini baru. Dan lo semua juga tau kalau gue mantan musuh lo" Ucap Jack
"Gue nggak pantas jadi pemimpin kalian" Imbuh Jack.
"Tapi bagi kami lo sudah jadi keluarga kita bang. Kita sudah percaya sama lo bang"
"Lo pikirkan lagi saja Jack. Anak anak sudah setuju lo jadi ketua mereka" Ucap Dika.
__ADS_1
"Kak, mereka semua percaya sama kakak yang artinya mereka tidak perduli dengan label kakak yang mantan musuh mereka" Ucap Anita.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
#fiksiRemaja
__ADS_1