BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
64


__ADS_3

Zahra tidak bicara apapun saat ini, dia hanay terus menangis dengan meremas baju koko yang di pakai Elang.


Hancur itu lah kata yang pas untuk apa yang Zahra rasakan. Dia kembali kehilangan orang yang paling ia sayang. Begitu pun dengan Elang, dia pun hancur melihat Zahra yang menangis sampai seperti ini dalam pelukannya. Namun apa lah dayanya, dia hanya bisa menemani Zahra dan terus memeluknya erat.


Saat Zahra sudah lebih tenang, Elang membantu Zahra berganti pakaian. Elang memakaikan kerudung untuk Zahra dan tidak lupa dia juga memakaikan cadar sang istri.


Elang melihat wajah Zahra yang sedih dengan air mata yang tidak kunjung berhenti. Mata sayu yang memerah akibat terus menangis membuat hati Elang semakin sakit.


"Jangan sedih sayang, kakek Tara sekarang sudah tidak sakit lagi. Allah lebih sayang pada beliau. Kamu harus tabah ya sayang" Ucap Elang.


Mendengar ucapan Elang, Zahra kembali menangis. Dia memeluk pinggang Elang dan menangis kembali dengan memeluk Elang erat.


Anak anak geng Naga Darat sudah berada di rumah Dion saat ini. Tak terkecuali Langit dan Dika serta Jack, Anita, Angel dan tentunya Lita. Mereka sudah berada di rumah Dion. Setelah menerima kabar bahwa kakek Dion dan Zahra meninggal. Mereka serentak datang ke rumah duka.


Tak lama mobil Elang masuk ke area pekarangan rumah Dion. Elang turun dari mobilnya lalu sedikit berlari untuk membukakan pintu mobil untuk Zahra. Zahra keluar dari mobil dengan terus memeluk tubuh Elang. Dia sudah tidak perduli dengan apa yang anak anak pandang padanya. Yang saat ini ia pikirkan hanya sang kakek yang telah tiada.


"Dek" Panggil Dion. Zahra menoleh ke arah Dion lalu kembali menangis. Dion meraih tubuh Zahra lalu memeluknya erat.


"Abang tau ini pasti sangat berat untuk kamu dek, tapi abang harap kamu kuat dek. Kamu harus bisa melepaskan kakek agar kakek tenang di sana. Jangan menangis seperti ini dek, kasihan kakek jika kamu menangis sepertin ini" Ucap Dion mengusap lembut kepala Zahra.


Elang kembali mengambil alih Zahra dari Dion. Zahra berjalan perlahan menuju ke kakek yang saat ini sudah siap untuk di sholatkan.


"Zahra akan ikhlas kek, Zahra akan selalu mendoakan kakek agar kakek mendapatkan tempat yang paling indah di sisi-Nya" Ucap Zahra.


"Kak Lita tolong temani Zahra dulu ya, aku ingin ikut menyolatkan kakek Tara" Pinta Elang.


"Iya Lang" Jawab Lita.


Lita membantu Zahra bangun. Dia membawa Zahra keluar ruangan agar Zahra bisa sedikit tenang. Zahra duduk di antara Lita dan Angel, di samping Angel barulah Anita hang mengusap lembut punggung Zahra.


"Lo yang kuat ya Ra" Ucap Angel.


"Gue yakin lo kuat Ra, karena lo gadis hebat" Ucap Anita.


"Jangan sedih ya Ra, kamu masih memiliki kami dan juga Elang yang akan selalu sayang sama kamu" Ucap Lita.


"Makasih ya, kalian sudah mau datang dan mendoakan kakek ku" Ucap Zahra. Angel memeluk Zahra dan di ikuti oleh Anita.


Tak lama jenazah almarhum kakek Tara sudah di bawa keluar dengan Elang, Dion, Langit dan pak Amir yang memabawa kerandanya. Tangisan Zahra kembali pecah. Zahra semakin sedih ketika melihat kakeknya akan di antar kw pemakaman keluarga.


Elang yang melihat tangisan Zahra merasa tidak tega. Dia meminta orang lain untuk menggantikannya karena dia ingin menemani Zahra dan menenangkannya. Setelah mendapat ganti, Elang menghampiri Zahra. Zahra memeluk erat tubuh Elang dengan memukul mukul dada Elang.

__ADS_1


"Sayang tenang lah, aku mohon tenangkan diri kamu sayang" Ucap Elang lirih.


Jenazah kakek Tara sudah di bawa ke pemakaman dengan naik ambulance karena pemakaman cukup jauh dari rumah Dion saat ini. Elang merasakan tubuh Zahra yang semakin berat. Sedangkan Angel melihat darah yang keluar dari dalam kaki Zahra.


"Kak Elang darah" Ucap Angel menunjuk ke kaki Zahra.


Melihat apa yang di tunjuk Angel membuat Elang semakin khawatir. "Dika, mobil" Teriak Elang.


Dika langsung berlari ke arah mobil. Dia menyalakan mobil Elang lalu Elang menggendong Zahra masuk ke dalam mobil.


"Jalan Dik" Ucap Elang.


"Iya" Jawab Dika. Dika melajukan mobilnya ke arah rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Sedangkan di dalam mobil Elang terus memanggil manggil nama Zahra.


"Zahra bangun sayang, jangan buat aku ketakutan sayang, aku mohon bangun sayang" Pinta Elang.


"Dik cepat dong, lo bisa nyetir nggak sih" Bentak Elang.


"Iya ini sudah cepat Lang" Jawab Dika.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Elang segera menggendong tubuh Zahra masuk ke dalam rumah sakit.


Saat ini Zahra masih di ruang IGD. Elang dan Dika menunggu Dokter di luar ruangan. Elang yang khawatir dengan keadaan Zahra terus mondar mandir dengan meremas jemari nya. Sesekali dia melihat ke arah pintu ruang IGD.


"Masih di dalam" Jawab Elang.


"Lang, nih minum dulu. Kamu duduk dulu jangan khawatir begitu. Yakin lah bahwa Zahra akan baik baik saja" Ucap Lita.


"Makasih kak" Ucap Elang menerima air dari Lita. Dia segera meminum minuman dari Lita. Dia duduk di sebelah Dika yang saat ini sedang menepuk bahunya.


Tak lama Dokter sudah keluar dari ruang IGD. Elang dan yang lain segera menghampiri Dokter. "Bagaimana keadan Zahra Dok?" Tanya Elang.


"Nyonya Zahra mengalami keguguran dalam usia kandungan nya yang baru 4 minggu" Jelas Dokter.


Bagai di sambar petir di siang bolong, Elang seketika terduduk di lantai. Hancur sudah hatinya mendengar bahwa Zahra keguguran. Calon bayinya dari buah cintanya dengan Zahra harus pergi sebelum dia tau sebelum nya bahwa Zahra tengah hamil.


"Lang, lo nggak papa kan?" Tanya Dika.


"Anak gue Dik, anak gue meninggal Dik" Ucap Elang menangis.


"Lo yang sabar ya Lang. Lo harus kuat demi Zahra." Ucap Dika.

__ADS_1


"Yang sabar ya Lang, kamu harus kuat. Zahra pun sama hancur nya seperti kamu. Kamu tidak boleh begini Lang" Ucap Lita.


"Ini semua salah gue kak, harusnya gue tau kalau Zahra sedang hamil. Harusnya gue lebih memperhatikan dia kak. Ini salah gue kak" Ucap Elang menangis





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy


#kampus

__ADS_1


#fiksiRemaja


__ADS_2