BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
08 Sekolah


__ADS_3

🌹🌹🌹


Ke esokan harinya. Hari ini adalah hari pertama Zahra mulai bersekolah di sekolahan Elang. Dia yang terbiasa bangun jam setengah 4 fajar melihat sang suami yang masih tertidur membelakangi dirinya dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.


"Kak, bangun yuk. Sebentar lagi waktunya sholat subuh" Ucap Zahra menggoyang goyangkan tubuh Elang.


Elang yang merasa tubuhnya di goyangkan mulai membuka matanya, dia mengusap matanya untuk mengatur cahaya yang masuk ke dalam matanya.


"Lo kenapa tidur dengan memakai kerudung sih? Memangnya lo enggak gerah?" Tanya Elang.


"Maaf kak, tapi Ara belum terbiasa karena selama ini tidak ada yang pernah melihat Ara tanpa kerudung." Jawab Zahra.


"Tapi gue suami lo sekarang Ara" Ucap Elang.


"Baik lah, aku akan mandi dulu setelah itu aku akan membuka kerudung ku untuk kakak" Jawab Zahra.


"Iya" Jawab Elang tersenyum.


Saat tersneyum tampak lesung pipi yang cukup dalam menghiasi wajah Elang yang mampu menambah ketampanannya tentunya.


Zahra turun dari ranjang super besar itu, dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak lama Zahra sudah keluar dari kamar mandi. Dia masih memakai kerudung saat keluar dan hal itu membuat Elang sedikit kecewa. Elang berjalab melewati Zahra tanpa sepatah kata pun. Dia masuk ke dalam kamar mandi dengan wajahnya yang kecewa.


"Astagfirullah, aku lupa melepas kerudung ku. Pantas saja kak Elang aneh tadi" Ucap Zahra merasa menyesal.


Tak lama Elang keluar dari kamar mandi. Dia melihat Zahra yang sudah siap dengan mukena yang ia pakai. "Ayo kak kita sholat subuh berjamaah" Ucap Zahra.


"Iya" Jawab Elang.


Zahra menyerahkan peci dan sarung ke Elang agar Elang memakainya. Setelah itu mereka mulai melakukan sholat berjamaah. Walaupun bacaan Elang masih kurang fasih tapi itu sudah kemajuan yang cukup besar baginya dan Zahra.


"Kak" Panggil Zahra ketika Elang melipat sajadahnya.


"Ada apa?" Tanya Elang datar.


"Tadi kakak bilang mau melihat Zahra tanpa kerudung. Sekarang kakak boleh kok membuka mukena Ara" Ucap Zahra.


"Lo serius?" Tanya Elang


"Iya kak, Ara iklas" Jawab Zahra yang sudah duduk di pinggir ranjang.


Elang ikut suduk di pinggir ranjang dengan sarung yang masih ia pakai. Dia mulai membuka mukena Zahra dan setelah mukena Zahra ia lepas, dia melihat rambut hitam panjang Zahra yang membuat Zahra semakin cantik.

__ADS_1


"Lo sangat cantik Ara, lo cantik sekali" Ucap Elang dan hal itu mampu membuat Zahra malu. Pipi Zahra kembali memerah dan kini Elang bisa menyentuhnya sesuka hatinya.


"Lo sangat menggemaskan saat malu Ara" Ucap Elang tersenyum tampan.


"Sudah ya kak. Ara malu" Ucap Zahra.


"Baik lah, tapi tidak usah pakai kerudungnya lagi" Ucap Elang.


"Iya kak" Jawab Zahra.


Elang melepas sarung yang ia pakai sedangkan Zahra keluar dari kamar untuk memasak makanan untuk mereka sarapan. "Sedang apa?" Tanya Elang.


"Mau masak kak, tapi tidak ada bahan masakan di kulkas. Hanya ada mi dan telur" Jawab Zahra.


"Ya sudah masak itu saja dulu. Nanti pulang sekolah aku akan mengajak kamu ke supermarket untuk belanja kebutuhan kamu dan dapur" Ucap Elang.


"Iya kak, kakak tunggu saja dulu di meja makan. Ara mau masak sebentar" Ucap Zahra.


Elang duduk di kursi meja makan, dia melihat Zahra yang mengikat rambutnya tinggi agar tidak mengganggu dirinya memasak. "Gue sangat beruntung bisa menjadi suami seorang gadis bersih seperti lo Zahra. Elo selalu menjaga diri lo bahkan hanya untuk bersentuhan saja lo menolaknya. Gue akan menjaga Lo Zahra, gue tidak akan melepaskan lo" Guman Elang dalam hati.


Tak alam Zahra menyiapkan masakan yang telah ia masak. Elabg tersenyum senang karena mulai saat ini ada istri yang menyiapkan segala kebutuhannya. "Terima kasih makanannya sayang" Ucap Elang ketika mereka selesai makan.


Mendengar Elang memanggilnya sayang membuat Zahra malu dan wajahnya memerah lagi. Elang mengusap lembut pipi Zahra yang memerah. "Jangan malu karena mulai sekarang gue akan memanggil lo dengan sebutan sayang" Ucap Elang.


"Iya kak" Jawab Zahra tersenyum dan tertunduk malu.


Setelah sarapan mereka bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Zahra memilih untuk di antar oleh pak Amir untuk ke sekolah karena dia tidak ingin mempublikasikan perniakahannya dengan Elang.


🌹🌹🌹


Di sekolah. Zahra saat ini sudah sampai di sekolah. Banyak anak anak sekolah di sana yang bergaya glamor dan banyak juga dari para mereka yang mengecat rambutnnya. Bahkan beberapa pria juga memanjangkan rambutnya juga.


"Ada apa nona?" Tanya pak Amir yang melihat Zahra tidak kunjung turun dari mobil.


"Tidak ada apa apa kok pak Amir." Jawab Zahra.


Zahra turun dari mobil, setelah dia turun seketika dia menjadi pusat perhatian karena dia memakai kerudung besar dan di tambah saat ini dia juga memakai cadar putih untuk kenutupi separuh wajahnya. Saat ini hanya mata Zahra saja uang bisa mereka lihat.


"Siapa dia?"


"Dia pakai cadar juga"


"Ih cewek sok suci nih"

__ADS_1


"Dia anak baru ya?"


"Sok suci banget sih"


Dan masih banyak lagi ucapan para murid yang tengah menatapnya.


Di kelas lantai 3, Elang yang melihat kedatangan Zahra tersenyum tipis karena melihat Zahra yang menutup dirinya dengan sempurna. "Bergunjing lah sampai puas. Sampai mulut kalian robek pun hanya gue yang bisa melihat bahkan menyentuhnya" Guman Elang dalam hati.


Zahra berjalan mengikuti pak Amir menuju ke ruang guru. Para guru pun terkejut dengan murid baru itu, namun ada beberapa yang tersenyum senang karena akhirnya ada anak baik baik yang bersekolah di sekolah itu.


Setelah mendaftar ulang, Zahra di antar bu Ika untuk menuju ke kelasnya. Kelas Xl IPA 1. Kelas yang akan menjadi tempat Zahra mencari ilmu.


Saat Zahra masuk ke kelas bersama bu Ika, seketika semua murid di sana menatap heran ke arah Zahra. "Selamat pagi semuannya, hari ini kita kedatangan teman baru" Ucap bu Ika.


"Ayo silahkan perkanalkan diri kamu" Ucap bu Ika.


"Terima kasih bu" Ucap Zahra sedikit membungkukkan badannya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam salam" Seluruh teman di kelas menjawab salam Zahra walaupun Zahra tau kebanyakan dari mereka tidak iklas menjawabnya.


"Nama saya Zahra Denisa Tarawijaya. Saya anak baru yang pindah dari Surabaya. Ini kali pertama saya sekolah di sekolah umum karena sebelumnya saya sekolah di pondok" Jelas Zahra.


"Saya harap teman teman bisa menerima kakurangan saya. Terima kasih" Ucap Zahra


⚜⚜⚜


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2