BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
109


__ADS_3

"Aku bahagia by bisa menjadi istri kamu" Uca Zahra tersenyum cantik.


Saat Jamal akan meraih tangan Zahra, Zahra lebih dulu menarik pelatuknya dan...


Dor


Peluru panas telah menembus kepala Zahra.


"ZAHRA" Teriak Elang histeris.


Melihat Zahra yang tergeletak di lantai dengan darah segar mengalir keluar dari kepalanya membuat Jamal terdiam mematung menatap Zahra yang telah tak bernyawa.


Anak buah Elang yang mendengar tembakan segera menyerbu masul ke dalam bangunan itu. Mereka menghabisi anak buah jamal dengan membabi buta. Mereka tidal perduli anak buah Jamal mati atau hidup, yang mereka pikirkan hanya lah keselamatan bosnya dan sang istri.


"Bos" Ucap anak buah Elang yang terkejut melihat Elang yang menangis histeris. Dia segera membuka ikatan tali pada tubuh Elang.


Setelah ikatan Elang terlepas, dengan langkah gontai dan air matanya yang terus membasahi wajah. Elang menghampiri tubuh Zahra yang tergeletak mengenaskan.


Jamal yang tadi terpaku dengan keadaan Zahra sampai tidak sadar anak buah Elang sudah menghabisi anak buahnya dan kini tengah memukulinya. Matanya tetap terpaku pada jasat Zahra dan sarah yang mengalir di lantai itu.


"Zahra" Ucap Elang yang ingin memegang tubuh Zahra namun tangannya gemetar hebat. Dia merih kepala Zahra yang di penuhi darah segar lalu memeluknya.


"Enggak, ini semua mimpi. Zahra kamu tidak boleh meninggalkan aku Zahra. Kamu tidak boleh meninggalkan aku Zahra. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Apa yang harus aku lakukan sekarang tanpa kamu Zahra. Jangan tinggalkan aku.." Ucap Elang menangis dengan memeluk jasad Zahra.


Tak lama Yoga, Jack, Edo dan anaka anak Naga Darat sampai di lokasi. Mereka baru saja sampai karena tadi Yoga mendapat telfon dari anak buah Elang yang bilang bahwa Elang dan Zahra di sekap di bangunan tua pinggiran kota. Yoga segera mengajak anak anak Naga Darat untuk menuju ke lokasi. Namaun betapa terkejutnya Yoga saat melihat Elang yang tengah memeluk erat tubuh Zahra. Seketika itu dirinya lemas, Yoga terduduk lemas melihat Zahra yang tak bernyawa di dalam pelukan Elang.


"Enggak, ini semua nggak nyata" Ucap Yoga lirih.


Jack berjalan menghampiri Elang. Dia menepuk bahu Elang dan berjongkok di dekat Elang. "Ayo kita bawa pulang Zahra sekarang." Ucap Jack lembut.


"Iya, lo benar Jack. Zahra harus iatirahat, lihat lah dia sedang tertidur sekarang. Ayo, ayo kita bawa pulang, biar dia bisa tidur nyenyak di ranjang kami yang nyaman" Ucap Elang tersenyum senang.


'Hancur'


Satu kata yang saat ini Jack rasakan. Elang yang biasanya tegas dewasa dan cool. Kini seperti orang gila yang menganggap jasad sang istri yang tengah tertidur.


Edo yang melihat majikannya yang tak beryawa lagi pun tertunduk sedih. Dia menangis dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga majikannya itu dengan baik. Dia telah membuat kecewa semua orang yang telah mempercayakan tanggung jawab untuk menjaga Zahra. Namun kini dia datang terlambat dan menyaksikan Elang yang tengah memeluk erat jasad Zahra yang tak bernyawa.


"Maafkan aku Zahra, maafkan aku. Ini semua salah ku Zahra, maafkan aku." Ucap Edo menangis.

__ADS_1


Sedangkan Yoga masih belum percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Wanita yang selama ini menemaninya dengan canda dan ria telah pergi untuk selamanya. Wanita yang telah ia anggap seperti adiknya sendiri. Sahabat yang selalu ada untuknya. Namun kini ia hanya bisa menatap jasad Zahra yang masih berada di pelukan Elang.


Jack melepas jeketnya. Dia menutupi kepala Zahra dengan jaket miliknya. Elang segera menggendong tubuh Zahra keluar dari bangunan tua itu. Saat melihat Elang keluar dengan menggendong Zahra yabg wajahnya tertutup jaket milik Jack, membuat semua anak Naga Darat terkejut.


"Ratu"


Mereka melihat air mata Elang yang terus membasahi wajahnya. Namun sebisa mungkin ia tersenyum pada anggota Naga Darat.


"Ratu sedang tidur" Ucap Elang tersenyum namun tak lama dia kembali menangis. "Ratu nggak mati, dia hanya tertidur. Iya dia hanya tertidur, dia nggak akan meninggalkan kita. Dia hanya kelelahan" Ucap Elang kembali menangis.


"Zahra enggak meninggal, dia hanya tertidur" Ucap Elang kembali menangis histeris.


Anak anak Naga Darat pun mulai menangis melihat kehancuran Elang. Elang yang terkenal dengan keganasannya kini tengah menangis meraung raung dengan terus memeluk tubuh sang istri yang sudah mulai dingin.


🌹🌹🌹


Di rumah Elang.


Anita, Angel, Lita dan Alicia saat ini sudah berada di rumah Elang. Mereka di hubungi anak Naga Darat agar segera datang ke rumah Elang tanpa memberi tahukan alasannya. Karena khawatir mereka pun datang, namun rumah Elang masih tampak sepi.


"Kok sepi ya? Kan mereka bilang kalau kita di suruh ke sini" Ucap Alice.


"Perasaan gue kok nggak enak ya?" Ucap Anita.


"Ada apa ya? Kok gue gelisah sih" Ucap Angel meremas jemarinya.


Tak lama Dion dan Naira sampai di rumah Elang. Sejak ketemu Elang di bandara tadi, dia merasa was was. Jadi dia memutuskan untuk datang ke rumah Elang. Dia ingin bertemu Zahra, adik kecilnya.


"Lho kalian ngapain di sini?" Tanya Dion binging.


"Kami..." Belum juga menjawab, seketika mereka semua menoleh ke arah mobil anak buah Elang yang baru memasuki area rumah Elang dengan di susul seluruh anak anak Naga Darat yang sudah lulus sampai dengan anggota baru dari kelas X.


"Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Dion.


Jack turun dari motornya, dia berjalan ke arah mobil anak buah Elang dan membuka pintu bagian penumpang di belakang. Para wanita terkejut melihat Elang yang tengah memeluk Zahra yang penuh dengan darah. Dion terduduk di lantai melihat hal itu. Dia mulai menangis karena tau jika Zahra telah meninggal. Naira pun menangis, tapi dia garus tetap tegar untuk menguatkan Dion.


"Nggak mungkin, ini semua hanya prank kan?" Ucap Anita tidak percaya.


"Bercanda kalian nggak lucu tau nggak?" Bentak Alice menangis. Sedangkan Angel sudah pingsan. Jack segera menggendong Angel masuk ke dalam rumah Elang.

__ADS_1


Lita pun menangis, dengan langkah gemetar dia mulai menghampiri Elang yang terus mengusap kepala Zahra. Tangannya yang gemetar menyentuh kepala Zahra yang basah karena darah.


"Jangan di ganggu, Zahra baru tidur. Nanti kalau kebangun dia bisa marah" Ucap Elang berbisik pada Lita. Mendengar ucapan Elang mrmbuat Lita semakin menangis. Dia pergi menjauh karena sudah tidam tahan melihah Elang yang hancur seperti saat ini.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy

__ADS_1


#kampus


#fiksiRemaja


__ADS_2