BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
67


__ADS_3

Plack


Satu pukulan keras mengenai bahu Dika dari Elang karena ucapannya yang menyinggung Elang.


"Lo bicara lagi, gue sumpal mulut ko pakai gorengan" Ancam Elang.


"Kalau itu sih gue mau" Jawab Dika mengambil gorengan yang ada di meja lalu memakannya.


"Ck, sia**n lo Dik" Ucap Langit tersenyum.


Jack hanya tersenyum melihat kedekatan mereka bertiga. Jack melihat sekeliling rumah Elang, namun saat ini pandangannya terhenti ketika melihat Angel yang baru saja turun dari tangga.


"Kak Elang, obatnya Zahra mana? Di kamar kok tidak ada?" Tanya Angel.


"Ita tunggu gue ambil dulu" Jawab Elang yang langsung bangkit dari duduknya.


Angel yang melihat Jack di ruang tengah hanya tersenyum tipis. Dia berbalik lalu mengikuti Elang yang berjalan ke arah dapur.


"Ini obatnya, yang ini di minum dulu setelah satu jam baru minum yang ini" Jelas Elang .


"Ok kak" Jawab Angel. "Gue naik dulu ya kak" Pamit Angel yang di angguki oleh Elang.


🌹🌹🌹


Hari hari Dion semakin sibuk setelah sang kakek meninggal. Dia harus mengurus banyak hal di dalam perusahaan. Apa lagi dia juga masih sekolah yang membuatnya semakin sibuk.


"Mas Dion tidak istirahat dulu?" Tanya pak Amir yang merasa kasihan dengan Dion.


"Tidak apa apa pak, saya harus segera menyelesaikan ini agar masalah di kantor segera selesai" Jawab Dion.


"Tapi mas Dion belum makan siang, apa tidak sebaiknya kita makan dulu" Ucap pak Amir.


"Baik lah pak, kita makan dulu saja" Jawab Dion yang membuat pak Amit tersenyum lega.


Pak Amir dan Dion pun keluar dari ruang kerja. Mereka berjalan menuju ke ruang makan untuk mengisi perut mereka. Dion hanya makan sedikit karena dia tidak berselera untuk makan. Pak Amir hanya menghela nafasnya karena melihat nafsu makan Dion yang turun drastis.


Setelah makan, Dion ingin kembali ke ruang kerjanya namun dia terhenti katika pembantunya ingin berbicara dengannya.


"Ada apa mbok?" Tanya Dion.


"Maaf mas Dion, mbok ingin minta maaf sebelumnya. Tapi mas, mbok mau ijin pulang kampung. Mbok ingin menghabiskan masa tua mbok di kampung mas. Mbok sudah di minta anak mbok untuk pulang mas" Ucap mbok menangis karena sejak kedua orang tua Dion dan Zahra masih muda dulu, mbok sudah bekerja di rumah ini. Bahkan mbok juga lah yang membantu merawat Dion dan Zahra setelah kedua orang tua Dion meninggal.


"Tidak apa mbok, mbok boleh pulang ke kampung. Untuk biaya pulang nanti biar jadi tanggung jawab saya. Mbok tidak usah khawatir. Maaf ya mbok jika selama ini Dion dan Zahra menyusahkan mbok. Maaf jika kami selama ini banya salah ke mbok. Mbok bahagia ya di kampung. Jaga kesehatan juga. Semoga mbok bahagia berkumpul kembali dengan anak dan cucu mbok" Ucap Dion tersenyum.


"Terima kasih mas Dion. Sebenarnya saya juga berat meninggalkan mas Dion, karena mas Dion sudah saya anggap seperti keluarga. Keluarga ini juga sudah sangat baik pada keluarga mbok. Terima kasih banyak mas." Ucap mbok.


"Sama sama mbok." Jawab Dion tersenyum. "Pak Amir tolong siapkan semua keperluan mbok ya, saya mau ke atas dulu" Ucap Dion.

__ADS_1


"Baik mas" Jawab pak Amir.


Dion bangkit dari duduknya. Dia memeluk mbok sebentar lalu naik ke lantai atas. Dia menuju ke kamarnya karena kepalanya saat ini benar benar terasa sakit.


Di kamar Dion merasa cemas dengan perusahaan yang saat ini benar benar menjadi tanggung jawabnya. Dia mondar mandir di dalam kamar dengan meremas jemarinya.


"Bagaimana jika gue nggak bisa mempertahankan perusahaan kakek?"


"Bagaimana kalau gue malah membuat perusahaan kakek hancur?"


"Apa yang harus gue lakukan sekaran?"


"Apa benar gue bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijak?"


"Arght, kenapa gue begini sih?" Ucap Dion menjambakai rambutnya. Kepalanya terasa sangat sakit saat ini.


Saat hampir fajar, Dion masih terjaga. Dia hanya duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya.


"Mas Dion tidak tidur?" Tanya pak Amir yang baru masuk ke dalam kamar Dion.


"Saya tidak bisa tidur pak, sudah saya coba untuk tidur tapi tidak bisa. Kepala saya malah semakin sakit sekarang" Jawab Dion.


"Lebih baik anda istirahat sekarang, besuk saya akan mengajak anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan" Ucap pak Amir.


"Saya tidak sakit pak, kita tidak perlu ke rumah sakit" Sahut Dion tersenyum.


"Sudah satu minggu lebih anda tidak tidur saat malam mas. Anda harus memeriksakan diri ke dokter." Ucap pak Amir.


"Jika anda tidak menurut, saya akan bilang ke mbak Zahra agar mbak Zahra yang mengajak anda ke Dokter" Ancam pak Amir.


"Anda memang tau kelemahan saya pak" Ucap Dion tersenyum.


"Anda lebih baik mandi sekarang lalu istirahat" Ucap pak Amir. "Saya permisi dulu mas" Pamit pak Amir menepuk bahu Dion.


Keesokan harinya Dion dan Pak Amir sudah berada di rumah sakit. Pak Amir terus mendampingi Dion yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan mas Dion Dok?" Tanya pak Amir.


"Mas Dion mengalami stress berlebih yang mengarah ke depresi. Mas Dion harus melakukan pemeriksaan rutin agar depresi yang di derita mas Dion tidak lebih parah lagi." Jelas Dokter.


"Lalu apakah ada obat untuk mas Dion agar dia bisa istirahat Dok? Karena sudah lebih dari satu minggu ini mas Dion tidak tidur saat malam. Jika bisa tidur pun hanya 2 atau 3 jam saja Dok" Ucap pak Amir.


"Saya akan memberikan obat tidur agar mas Dion bisa istirahat. Namun saya harap pemakaiannya tetap di kontrol" Ucap Dokter.


"Baik Dok" Jawab pak Amir.


Dion hanya diam saja sejak tadi mendengarkan penjelasan Dokter. Dia semakin khawatir karena dia terkena sakit gangguan jiwa juga.

__ADS_1


"Gue gila" Guman Dika dalam hati. Dia hanya tersenyum tipis dengan menatap jaro jarinya yang terus ia remasi.


Setelah melakukan pemeriksaan dan menebus obat, Pak Amir dan Dion memutuskan untuk pulang.


"Jangan sampai Zahra tau tentang penyakit saya pak" Pinta Dion.


"Tapi mas Dion saat ini hanya punya mbak Zahra sebagai keluarga. Jika mbak Zahra tau dan sudah terlambat, dia pasti akan sangat marah pada dirinya sendiri. Dia pasti akan terus menyalahkan dirinya sendiri" Jelas Pak Amir.


"Kalau soal itu pastikan bahwa dia jangan pernah tau bahkan sampai mati pun jangan sampai di tau" Ucap Dion.


"Baik mas" Jawab pak Amir.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#BadBoyItuSuamiku


#badboy

__ADS_1


#kampus


#fiksiRemaja


__ADS_2