BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
85


__ADS_3

Lita tersenyum lalu ia menarik dagu Langit agar menatap dirinya. Lita melihat kesedihan dari mata Langit. Tatapn sendu yang Langit berikan saat ini sangat membuat hati Lita teriris.


"Aku nggak mau pergi Lita" Ucap Langit yang akhirnya membua suara lirihnya.


"Kenapa?" Tanya Lita lembut


"Aku tidak sanggup jauh dari kamu. Aku.... aku takut Lita" Jawab Langit tertunduk.


Lita kembali menyentuh dagu Langit lembut agar Langit kembali menatapnya. Lita melihat jelas mata merah Langit yang menahan tangisnya.


"Sayang, kamu harus pergi. Demi masa depan kita sayang" Ucap Lita lembut.


"Tapi aku takut Lita. Aku takut jika aku pergi akan membuat kamu pergi dari ku. Aku takut jika....."


"Sutth. Tidak boleh bicara seperti itu. Sayang dengarkan aku. Aku percaya dengan hati dan perasaan kamu. Aku akan menunggu kamu pulang. Aku akan setia dengan kamu karena kamu suami ku, kamu belahan jiwa ku dan kamu pria yang sangat aku cintai" Ucap Lita.


"Aku juga sangat mencintai kamu Lita. Aku sungguh mencintai kamu" Ucap Langit yang entah kenapa cengeng saat ini. Langit yang garang dalam petarungan kini tengah menangis dalam pelukan sang istri. Bahkan suara sesegukan dari tangisan Langit terdengar helas di telinga Lita. Lita mengusap lembut punggung Langit penuh kasih sayang.


Hingga cukup lama Langit menangis dalam pelukan Lita. Kini ia sudah mulai tenang, walaupunrasa sesak di dadanya masih begitu menyiksa namun sentuhan tangan Lita mampu membantunya untuk tenang.


Lita mengambil tasnya yang ada di sampingnya. Dia membuka tasnya dan memberikan sebuah kotak hitam kecil kepada Langit. "Apa ini?" Tanya Langit bingung.


"Penyemangat untuk kamu di sana agar kamu terus teringat dengan aku" Jawab Lita tersenyum.


Langit ingin membuka kotak itu namun di tahan oleh Lita. "Bukanya nanti saat di pesawat saja ya" Ucap Lita.


"Kanapa?" Tanya Langit bingung.


"Tidak apa apa, hanya aku tidak ingin kamu membatalkan keberangkatan kamu." Jawab Lita. Di saat bersamaan panggilan penumpang untuk pesawat yang di tumpangi Langit pun terdengar.


"Pergi lah sayang, aku akan setia menunggu kamu kembali" Ucap Lita mengusap lembut wajah Langit.


"Aku akan sesegera mungkin menyelesaikan sekolah ku agar aku bisa kembali ke pelukan kamu Lita. Tolong tunggu aku kembali" Ucap Langit.


"Iya sayang, aku pasti akan menunggu kamu kembali" Jawab Lita tersenyum cantik.


Langit bangkit dari duduknya, dia berjalan menjauh dari Lita dengan kotak yang di berikan Lita tadi serta koper besar yang ia bawa. Langit menoleh ke belakang dan melihat Lita yang tersenyum sangat cantik padanya.


"Aku mencintai kamu Lita" Ucap Langit lirih. Lita yang cukup jauh dari Langit tidak mendengar suara Langit namun ia tau ucapan Langit dari gerakan bibir Langit. Dengan menggemaskannya Lita membentuh hati dengan kedua tangannya di atas kepala. Langit tersenyum melihat hal itu.


Sedangkan Elang dan Zahra tidak banyak darama seperti kedua temannya karena Zahra juga sudah sering di tinggal Elang pergi ke luar negri. Karena kekayaan sang kakek yang melimpah ruah dia memiliki pesawat pribadi dan kapan saja bisa ia tumpangi untuk pulang ke Indonesai menemui sang istri.

__ADS_1


"Kamu nggak mau antar aku sampai ke Amerika?" Tanya Elang.


"Maaf by, aku tidak bisa karena besuk ada rapat penting yang harus aku hadiri sendiri" Ucap Zahra.


"Ya sudah kalau begitu. Oh iya saat awal masuk sekolah besuk akan ada sahabatku dari luar negri. Dia akan sekolah juga bersama kamu. Dia sudah tau pernikahan kita, tapi kamu harus siap siap jika bertemu dengan dia nantinya. Kalau dia macam macam bilang saja ke aku atau kakek" Ucap Elang.


"Emangnya dia siapa? Apa aku mengenalnya?" Tanya Zahra.


"Tidak, hanya aku Langit dan Dika yang mengenal dia di SMA. Dia akan menjaga kamu karena aku akan titipkan kamu ke dia" Ucap Elang.


"Aku tidak sabar untuk bertemu dia" Ucap Zahra antusias.


"Tapi aku yakin jika kamu akan pusing nantinya jika bersama dia" Ucap Elang tertawa membayangkan Zahra yang bertemu dengan sahabatnya itu.


"Kamu membuat ku semakin penasaran" Ucap Zahra.


"Ya sudah aku pergi dulu ya sayang, jaga diri baik baik. Jangan lupa minum vitamin kamu" Ucap Elang.


"Iya, kamu juga ya. Terutama mata dan hatinya di jaga. Ingat ada istri di sini yang menantikan kamu kembali" Ucap Zahra.


"Pasti sayang" Jawab Elang tersenyum tampan.


"Aku pegi ya" Pamit Elang yang di angguki oleh Zahra. Elang mencium pucuk kepala Zahra lembut. Lalu setelah itu Zahra mencium punggung tangan Elang dan tangan Elang yang lain mengusap lembut kepala Zahra.


Langit menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Dia memberanikan diri untuk membuka kotak tersebut. Namun saat ia membuka kotak itu, ia melihat sebuah benda panjang dengan garis merah 2 di tengahnya terbungkus rapi oleh plastik bening.


"Apa ini?" Tanya Langit mengambil benda tersebut.


Seorang pramugari yang melewati Langit segera menghentikan langkahnya ketika Langit memanggilnya. "Maaf apa bisa kamu membantu saya?" Tanya Langit.


"Silahkan, apa yang bisa saya bantu?" Ucap pramugari.


Elang memeprlihatkan benda yang di berikan Lita tadi padanya. Pramugari itu tersenyum lalu mengambil benda tersebut. "Maaf kalau boleh tau siapa yang memberikan ini pada anda?" Tanya pramugari.


"Istri ku" Jawab Langit yang membuat pramugari kembali tersenyum merekah.


"Selamat tuan, istri anda saat ini sedang mengandung buah hati kalian" Ucap pramugari.


"Ha...mil?" Tanya Langit tidak percaya.


"Iya tuan, ini alas tes kehamilan mandiri. Garis merah ini menandakan istri anda tengah hamil karena ada 2 garis meras di sini" Jelas pramugari yang menjelaskan benda itu pada Langit.

__ADS_1


"Masih ada lagi yang bisa saya bantu tuan?" Tanya pramugari.


"Tidak terima kasih" Jawab Langit.


"Baik lah kalau begitu. Saya permisi" Pamit pramugari.


Langit tersenyum memegangi benda itu. Ada sesuatu yang aneh dalam dirirnya saat ini. Dia merasa senang sedih dan khawatir mengingat Lita yang berada jauh darinya. Apa lagi ia baru saja tau keadaan Lita yang saat ini tengah mengandung buah cintanya.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏


#badboy

__ADS_1


#kampus


#fiksiRemaja


__ADS_2