
Zahra berjalan perlahan ke arah Jamal dengan di ikuti 4 pria yang mengawalnya. Sedangkan Jamal yang melihat Naga Darat mulai bergerak menyuruh anak buahnya untuk lebih dulu menyerang mereka.
Melihat anak buah Jamal menyerang, ke 4 pengawal Zahra mulai berjalan lebih dulu untuk memberi jalan Zahra agar menghabisi Jamal.
"Sia***n" Umpat Jamal yang berlari ke arah Zahra.
Zahra pun berlari lalu melompat dan menendang dada Jamal hingga Jamal tersungkurke jalan. Jamal baru saja bangkit dia sudah mendapatkan pukulan telak dari Zahra di bagian rahangnya.
"Lo yang sudah membuat abang ku masuk rumah sakit"
Duack
Zahra menendang dada Jamal yang terkapar di jalan. Dia naik ke atas tubuh Jamal terus memukuli wajah Jamal hingga babak belur.
"Sayang awas" Teriak Elang yang melihat salah satu anak buah Jamal yang ingin memukul punggung Zahra.
Jack yang tidak jauh dari Zahra segera menghadang pukulan dari anak buah Jamal itu hingga dia terkena pukulan di punggungnya.
"Arght" Teriak Jack kesakitan.
Zahra yang melihat Jack terkapar semakin emosi. Dia bangkit lalu sekali pukul pada anak buah Jamal hingga anak buah Jamal terpental.
"Lo berani sentuh anggota gue, gue akan habisi lo semua" Teriak Zahra penuh amarah.
"Hahahaha habisi semua mereka Ratu" Teriak Dika tertawa lepas karena sudah bersenang senang.
Dengan adanya bantuan ikat pinggang di tangannya, Zahra berhasil menghabisi banyak anak buah Jamal hingga babak belur.
Dengan deru nafas yang tersengal sengal karena kelelahan, Zahra kembali menghampiri Jamal dengan balok kayu di tangannya. Dia menyeret balok kayu itu dan berjalan perlahan ke arah Jamal. Jamal yang ketakutan hanya mampu mengesot mundur dengan darah yang sudah mengusur di hidung bibir dan pelipis matanya.
"Am....ampun topong lepasin gue" Ucap Jamal ketakutan.
"Ampun lo bilang? Lalu apa lo mengampuni abang gue kemarin saat lo mematahkan kakinya?" Tanya Zahra mencengkram erat balok yang ia bawa.
"Lang, apa lo akan biarkan Zahra terus menggila? Dia bisa saja membunuh Jamal" Ucap Langit.
"Dia tau batasannya Ngit, lo tidak usah khawatir" Ucap Elang.
Zahra menginjak kaki Jamal seperti yang Jamal lakukan pada Dion. "Arghhhh" Teriak Jamal kesakitan.
Zahra semakin keras menginjak kaki Jamal dengan kakinya yang memakai sepatu besar yang keras.
Tangan Jamal mencengkram erat kaki Zahra. Zahra yang merasa risih memukul tangan Jamal dengan balok kayu yang ia pegang. "Arghhhhhh" Jamal kembali berteriak karena tangannya yang terkena pukulan dari Zahra.
Duack
Zahra memukul kepala Jamal dengan balok hingga darah segar mengucur deras dari kepala Jamal.
__ADS_1
"Gila lo Lang, itu yang lo sebut tau batasan. Jamal bisa mati tuh" Ucap Dika terkejut.
"Gue juga nggak tau kalau dia akan semarah itu." Ucap Elang yang berlari ke arah Zahra. Elang, Langit dan Dika segera membawa Zahra jauh dari tubuh Jamal. Sedangkan Jack menghampiri Jamal.
"Gila ya lo Ra, lo mau bunuh Jamal?" Ucap Dika.
"Lepasin gue! Gue nggak akan biarkan baj***n itu hidup. Gue akan habisi dia" Ucap Zahra penuh amarah. Air matanya pun mulai luluh membasahi cadar yang ia kenakan.
"Sayang tenang lah, istighfar sayang. Kamu sudah terlewat batasan kamu" Ucap Elang lembut.
"Dia sudah keterlaluan by, dia sudah membuat abang cacat. Aku tidak rela by, aku tidak rela" Ucap Zahra menangis. Elang segera membawa Zahra ke dalam pelukannya. Dia mengusap lembut kepala Zahra untuk menenangkannya.
Tak lama sirine polisi mulai terdengar. Elang segera membawa Zahra pergi dari tempat itu. Dia menyerahkan urusan di tempat itu pada Langit dan Dika.
Zahra dan Elang memilih untuk ke rumah sakit. Zahra di minta Elang untuk berganti pakaian lebih dulu sebelum masuk ke dalam ruang inap Dion.
"Apa tidak sebaiknya kita pulang saja sayang? Kamu pasti lelah sekarang dan di sini juga tidak ada tempat untuk kamu istirahat" Ucap Elang.
"Aku ingin tetap di sini by, kalau kamu mau pulang, pulang saja. Lagian minggu depan kamu akan ujian jadi kamu harus terus masuk sekolah" Ucap Zahra.
"Jadi kamu besuk tidak masuk sekolah?" Tanya Elang yang di jawab anggukan kepala oleh Zahra.
"Ya sudah, aku pulang dulu ya. Kamu harus istirahat dan tenangkan pikiran kamu" Ucap Elang lembut.
"Makasih ya by, kamu selalu mendukung ku dan selalu ada untuk ku. Aku sangat berterima kasih pada kamu" Ucap Zahra memeluk erat tubuh Elang.
"Iya by" Jawab Zahra.
"Ya sudah, aku pulang dulu yaa. Setelah pulang sekolah, aku akan langsung ke sini untuk menjemput kamu pulang" Ucap Elang mengusap lembut kepala Zahra.
"Iya by" Jawab Zahra tersenyum. Elang mencium kening Zahra lembut lalu berjalan keluar dari gedung rumah sakit.
🌹🌹🌹
Ke esokan harinya.
Zahra tengah membantu Dion untuk membersihkan dirinya. Dengan telaten Zahra membasuh tangan, kaki, serta tubuh Dion dengan handuk basah yang ia gunakan.
"Ra" Panggil Dion.
"Ada apa bang?" Tanya Zahra yang masih fokus membersihkan kaki Dion.
"Ada yang kamu sembunyikan dari abang kan?" Tanya Dion.
Zahra seketika menghentikan aktivitasnya. Dia melihat Dion sekilas lalu ke arah baskom air yang ia gunakan. "Aku buang airnya dulu ya bang" Ucap Zahra mengalihkan pembicaraannya pada Dion.
"Abang tau jika kamu sedang menyembunyikan suatu hal ke abang Ra. Dengan kamu mengalihkan pembicaraan seperti ini membuat abang semakin yakin akan hal itu Ra" Ucap Dion yang mampu menghentikan langkah Zahra. Zahra meremas pegangan baskom yang ia bawa karena sebaik apapun dia menyembunyikan masalahnya pada Dion, ia tidak akan mampu.
__ADS_1
"Aku akan bicara sama abang nanti" Ucap Zahra sekilas. Zahra segera membawa baskom yang ia pegang ke luar ruangan Dion.
Tak lama Zahra sudah kembali ke ruang inap Dion bersama Naira. Naira membawa paper bag warna ungu di tangannya. "Gimana keadaan kamu sekarang? Apa kakinya masih terasa sakit?" Tanya Naira.
"Gue nggak ngerasain apapun Ra, gue juga nggak bisa gerakin kaki gue sama sekali bahkan untuk menggerakkan jari jarinya saja tidak bisa" Jawab Dion dengan senyum paksanya.
"Kenapa bisa begitu? Padahal kan operasinya berhasil?" Ucap Naira khawatir.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
#kampus
#fiksiRemaja
__ADS_1