
"Pertaruhan itu, gue akan lakukan seperti yang Zahra mau. Gue akan jadi budak dia selama 1 bulan" Ucap Kaka.
"Tidak usah kak, aku tidak memperdulikan itu lagi" Ucap Zahra.
"Cowok yang di pegang omongannya Zahra, gue nggak bisa ingkar begitu saja. Gue balik sekarang" Pamut Kaka yang berjalan ke arah motornya. Dia menghidupkan motornya lalu pergi dari sekolah Zahra.
"Lo nggak papa kan Ra?" Tanya Jack khawatir.
"Aku nggak papa kok. Oh iya siapa yang bicara pada kak Elang soal aku yang terluka di pertempuran?" Tanya Zahra.
"Walaupun kita tidak bilang, dia pasti sudah tau lebih dulu Ra. Lo tau sendiri seposesif apa suami lo itu gue yakin dia pasti menempatkan orang orangnya di sekitar lo sekarang" Ucap Jack.
"Dia memang menyebalkan. Aku seperti tidak memiliki ruang pribadi" Ucap Zahra masuk ke dalam area sekolah. Sedangkan Edo masuk ke dalam mobil untuk memarkirkan mobilnya. Jack mengikuti Zahra dari belakang hingga menuju ke kelas.
"Zahra, lo nggak papa kan? Gimana punggung lo, masih sakit nggak? Jaduh gue khawatir banget tau nggak sama lo" Ucap Yoga khawatir.
"Yoga tenang dong, aku nggak papa kok" Jawab Zahra.
"Hah bagus deh, lo tau nggak suami gila lo itu terus mengancam gue" Ucap Yoga menjatuhkan dirinya di atas meja.
"Hahaha, maaf ya Yoga. Nanti biar aku yang bicara deh sama kak Elang." Ucap Zahra.
Jam istirahat, kebanyakan murid murid akan datang ke kantin. Sama halnya dengam Zahra dan kedua temannya serta Yoga yang selalu ikut kemanapun mereka pergi, kecuali kamar mandi lho ya.
Saat ini mereka tengah menikmati siomay yang telah di pesan oleh Angel tadi serta es jeruk segar tentunnya. "Oh iya, hari ini gue mau ajak lo semua ke butik. Gue mau fiting baju untuk kalian. Tapi untuk Zahra masih belum datang bajunya" Ucap Yoga.
"Kayaknya aku nggak bisa deh Ga, soalnya kak Elang nggak ijinin" Ucap Zahra.
"Yah, kok gitu sih?" Ucap Angel.
"Kan cuma pemotretan saja Ra, masak nggak boleh sih? Lagian yang jadi fotografernya juga kak Jack kok" Ucap Anita.
"Gue juga sudah tau kok kalau lo nggak di bolehin. Kemarin gue sudab telfon dia" Ucap Yoga.
"Memangnya apa alasannya? Kenapa Zahra tidak boleh ikut?" Tanya Angel yang di angguki oleh Anita.
"Katanya, dia nggak mau Zahra jadi konsumsi publik. Zahra itu hanya miliknya jadi dia tidak membolehkannnya" Ucap Yoga.
"Ya sudah sih nggak papa. Nanti bajunga buat lo saja Ra. Tapi lo kalau keluar pakai baju dari gue ya. Walaupun nggak pemotretan tapi lo bisa bantu butil gue dengan caya lo pakai pakaian dari gue itu" Ucap Yoga.
"Ya sudah, aku akan pakai kalau aku pergi deh" Ucap Zahra.
"Makasih sayang kuuh" Ucap Yoga yang mencium Zahra dari jarak jauh.
Jack, Edo dan Eko masuk ke dalam kantin. Mereka menghampiri Zahra dan yang lain di sudut kantin. "Hai sayang" Ucap Jack mencium pucuk Angel lalu berganti ke Anita.
"Lo cowoknya 2 cewek ini?" Tanya Yoga.
"Apa maksud lo?" Tanya Jack bingung.
__ADS_1
"Kok lo cium Angel sama Anita?" Tanya Yoga balik yang membuat Eko dan Edo tertawa lepas mengerti maksud pertanyaan Yoga barusan.
"Hahaha. Heh Yog, Anita itu adik kandungnya Jack. Kalau Angel baru kekasihnya" Ucap Eko.
"Oh" Ucap Yoga santai lalu menyendok siomaynya lagi.
"Cuma 'oh'?" Tanya Jack.
"Terus mau lo apa? Mau gue cium?" Goda Yoga.
"Amit amit" Ucap Jack geli.
🌹🌹🌹
Sepulang sekolah, Yoga, Anita, Angel, Jack dan Eko menuju ke butik milik Yoga. Mereka semua terperanga ketika masuk ke dalam butik milik Yoga. Banyaknya koleksi gaun dari berbagai usia, serta interior butik yang klasik menambah nilai plus butik tersebut. Hiasan hiasan dari kayu seta barang barang klasik yang menghiasi hampir di setiap sudut butik membuat nyaman pengunjung yang datang di sana.
"Ini butik lo Yog?" Ucap Eko takjub.
"Iya, ayo masuk. Gue mau pilih pakaian untuk 2 model cantik gue ini" Ucap Yoga mengajak mereka ke sebuah ruangan yang di khususkan untuk tamu VIP.
"Kalian duduk saja dulu, gue siap siap dulu" Ucap Yoga.
"Ok" Jawab Anita dan Angel bersamaan.
Jack menghubungi supirnya yang saat ini berada di rumah. Dia meminta sang supir untuk mengantarkan kamera yang ia miliki ke butik Yoga.
Tak lama 3 orang pegawai butik membawa satu troli pakaian yang akan di kenakan oleh Anita dan Angel. Mereka berdua seketika bangkit dari duduknya ketika melihat banyaknya gaun gaun malam yang mewah dan disain yang unik. Angel dan Anita segera menghampiri troli tersebut dan menyibak gaun gaun itu dengan mata berbinar binar.
"Bagus, cocok buat lo" Jawab Jack tersenyum.
"Kalau aku kak?" Tanya Anita yang memperlihatkan gaun merah marun yang panjang namun belahannya sampai di paha atasnya.
"Selera lo Ta itu mah" Ucap Eko yang menjawabnya.
"Gimana? Suka nggak?" Tanya Yoga yang kini memakai celana pendek jins selutut dengan kaos oblong over sizenya berwarna kuning.
"Gue suka banget sama gaun rancangan lo Yog" Ucap Anita berbinar.
"Bagus deh, tapi masalahnya sekarang studio yang gue pesan di batalkan dari pihak sananya. Sepertinya kita pemotretannya di undur deh" Ucap Yoga menyesal.
"Ngapain di undur? Di clubnya Anita saja" Ucap Jack.
"Lo punya club malam Nit?" Tanya Yoga terkejut.
"Hehehe, iya" Jawab Anita malu.
"Lo ngapain malu, lo itu hebat di umur segini lo bisa menjalankan club malam. Gue bangga sama lo" Ucap Yoga senang.
"Makasih" Ucap Anita tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, untuk malam ini club malam lo gue booking." Ucap Yoga.
"Nggak usah lo booking semua Yog, kita pakai lantai 3 saja." Ucap Anita.
"Memangnya lantai 3 nggak di pakai?" Tanya Eko yang kini penasaran.
"Lantai 3 memang di pakai khusus untuk party teman teman terdekat saja. Interiornya malah lebih asik untuk pemotretan" Jelas Jack.
"Ok deh, setelah pemotretan kita party" Ucap Yoga.
"Ajak anak anak lain ke club Ko, biar gue yang tanggung biayanya" Ucap Jack.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja