
Satu minggu telah berlalu. Alice sudah sekolah di SMA Dirgantara selama 1 minggu lamanya. Dia juga sudah satu minggu terakhir terus mengejar cintanya pada Yoga. Seperti pagi ini, Alice baru saja sampai di sekolah dengan motor sport putihnya yang baru saja sampai di parkiran motor. Dia melihat Yoga yang baru turun dari mobilnya.
"Selamat pagi Bobo" Ucap Alice tersenyum manis dengan gigi gingsulnya yang menambah kesan manis pada wajahnya.
"Nggak usah panggil gue gitu, gue jijik" Ucap Yoga melangkah pergi dari area parkir. Alice segera melepas helmnya yang bergambar bear berwarna coklat lalu dia berlari ke arah Yoga. Dia bergelayut manja pada lengan kekar Yoga.
"Lepasin gue" Ucap Yoga melepas tangan Alice dari lengannya.
"Gue kagen tau Bo sama lo, 2 hari kemarin gue nggak ketemu sama lo itu terasa 2 tahun tau nggak" Ucap Alice.
"Bodo amat" Ucap Yoga cuek.
Alice menghentak hentakkan kakinya dengan ucapan Yoga yang membuatnya geram. Yoga senyum sangat tipis melihat Alice yang cemberut dari pantulan kaca kelas. Namun dia kembali tersadar ketika di balik kaca iti ada wajah Zahra yang tersenyum ke arahnya.
Yoga menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Dia segera masuk ke dalam kelas dan langsung duduk di bangkunya. Zahra terus tersenyum menatap ke arah Yoga.
"Apaan sih lo Ra? Ngapain lo melihat gue seperti itu?" Tanya Yoga gugup.
"Enggak apa apa kok. Oh iya kak Elang akan pulang. Katanya sih aku harus memberi tahulan hal kepulangannga ke kamu" Ucap Zahra.
"Iya" Jawab Yoga singkat.
Zahra berjalan menghampiri Yoga. Dia duduk di bangku Eko yang masih kosong karena Eko belum datang. "Yoga" Panggil Zahra.
"Mau apa lo?" Tanya Yoga jutek.
"Kamu tidak ada yang mau di ceritakan ke aku?" Tanya Zahra.
"Soal apa?" Tanya Yoga bingung.
"Apapun. Soal Alice juga tidak apa apa kok" Ucap Zahra yang membuat Yoga tegang seketika.
"Gue kenapa?" Tanya Alice yang baru saja masuk ke dalam kelas karena tadi dia di tarik Anita untuk menemaninya ke kamar mandi dulu.
"Ra" Panggil Yoga dan di balas senyum serta anggukan kepala oleh Zahra.
"Enggak apa apa, yuk duduk sebentar lagi mau masuk" Ucap Zahra memeluk lengan Alice karena Alice lebih tinggi dari Zahra.
"Lo duluan saja, gue mau ke Yoga sebentar" Ucap Alice yang di jawab anggukan kepala oleh Zahra.
Alice berjalan ke arah bangku Jack. Dia duduk di meja dan kursi Jack ia gunakan sebagai tumpuhan kakinya. "Lo mau ngapain lagi sih?" Tanya Yoga lelah.
"Nih,gue belikan lo coklat sama monuman kaleng. Semoga lo suka coklatnya" Ucap Alice.
Yoga melihat kedatangan Eko. Dia melempar kotak coklat dan minuman kaleng pemberian Alice pada Eko. "Wih, rezeki anak shaleh nih" Ucap Eko berbinar binar senang.
__ADS_1
Melihat hal itu Alice meremas jemarinya. Dia merasa sakit hati pada Yoga karena sejak awal Yoga tidak pernah menghargainya.
Brack
Alice mendorong kursi Jack lalu keluar dari kelas. Semua anak anak yang berada di kelas terkejut dengan apa yang sudah Alice lakukan tadi. Eko pun sama, dia langsung berdiri mematung dengan kotak coklat dan minuman kaleng di tangannya.
Setelah Alice keluar dari kelas, Eko duduk di bangkunya. "Tuh anak kenapa sih?" Guman Eko. Namun saat teringat dengan kotak coklat dan minuman kaleng tadi membuat Eko berbinar kembali. Baru saja Eko akan membuka kotak itu namun tiba tiba Yoga merampas kotak dan minuman kaleng itu dari Eko.
"Loh kok di ambil lagi bro?" Tanya Eko bingung.
"Nih beli sendiri sana" Ucap Yoga memberikan selembar uang ke pada Eko.
"Makasih bro" Ucap Eko senang.
Anita yang melihat Alice marah segera bangkit dari duduknya.
Byuuur
Anita menyiramkan air tepat di wajah Yoga.
"Kalau lo memang nggak suka sama Alice, lo bilang dong. Jangan sakiti dia seperti itu" Ucap Anita.
Brack
Yoga menggebrak mejanya keras. "Gue sudah sering bilang ke dia kalau gue nggak suka sama dia. Dia saja yang kegatelan nempel terus ke gue kayak ulat bulu" Bentak Yoga pada Anita.
"Apa masalah lo? Kenapa lo bantak adik gue" Ucap Jack marah.
"Tanya saja sama ADIK lo itu" Ucap Yoga mengambil tas dan kotak coklat pemberian Alice lalu keluar dari kelas. Dia tidak ingin di ganggu dulu saat ini. Dia lebih memilih menghindar dari pada harus bertengkar dengan teman temannya.
Saat sampai di dalam mobil, Yoga melempar tasnya ke bangku belakang. Sedangkan kotak coklat dan minuman kaleng dari Alic ia taruh di kursi penumpang di sampingnya. "Apa sih yang lo harapkan dari gue? Kenapa lo sekeras kepala itu ke gue. Gue saja muak dengan diri gue sendiri."
"Arhgt, sia***n" Teriak Yoga frustasi.
Sedangkan Alice saat ini berada di atap. Dia melihat Yoga yang membawa tas serta kotak coklatnya menuju ke mobil. "Gue tau lo juga suka sama gue Yoga. Lo hanya belum sadar dengan perasaan lo sendiri" Ucap Alice tersenyum manis.
"Gue nggak akan menyerah begitu saja Yoga, gue pasti akan menaklukkan lo dan saat lo sudah berada di pelukan gue, gue nggak akan pernah melepaskan lo lagi" Ucap Alice.
Cukup melelahkan pagi ini karena pagi tadi ada ulangan dadakan yang membuat anak anak XII IPA 1 harus memeras otak mereka demi mendapat nilai yang sempurna. Saat ini anggota Zahra dan kawan kawan tengah berada di kantin.
"Gila bu Ika masuk masuk langsung ulangan, gue kan nggak belajar tadi malam" Ucap Eko.
"Iya nih, gue nggak yakin sama nilai gue tadi" Ucap Angel.
"Nggak papa, besuk besuk lo harus lebih rajin lagi untuk belajar" Ucap Jack mengusap lembut kepala Angel.
__ADS_1
"Memangnya tadi kakak bisa jawab semuanya?" Tanya Anita penasaran.
"Ya...nggak juga sih" Jawab Jack menggarul kepala belakangnya.
"Ye si curut sok nasehati dianya sendiri jebluk" Ucap Eko yang langsung mendapat lemparan cabai utuh dari Jack. Tawa mereka pecah melihat hal itu.
"Hai bestie" Ucap Alice yang ikut duduk di sebelah Zahra.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja