
Alice masuk ke ruang ganti dengan di bantu 2 karyawan Yoga. Yoga duduk di sofa dengan memainkan ponselnya sambil menunggu Alice kembali.
Tak lama Alice keluar dari ruang ganti, Yoga tersenyum puas melihat gaun buatannya kini telah melekat pada tubuh Alice. Yoga mulai memotret Alice yang tengah asik bercermin di cermin full body yang ada di ruangan itu.
Setelah puas memotret, Yoga berjalab menghampiri Alice. Dia memeluk Alice dari belakang. "Tau nggak kalau gue buat gaun ini setelah lo pindah ke sekolah kita. Ketika melihat lo, bayangan gaun ini terpampang nyata di otak gue. Tapi hasilnya lebih dari yang gue bayangkan. Lo lebih cantik dari bayangan gue" Ucap Yoga.
"Jadi ini buat gue?" Tanya Alice.
"Iya, dan gue hanya buat 1 ini untuk lo. Gue nggak akan mau membuat seperti ini lagi untuk orang lain" Ucap Yoga.
"Makasih" Ucap Alice tersenyum.
"Tunggu di sini, gue mau ganti baju. Gue mau ajak lo ke suatu tempat" Ucap Yoga. "Jangan ganti baju" Imbuh Yoga.
"Ok" Jawab Alice tersenyum senang.
Tak lama Yoga kembali menghampiri Alice di ruangan tadi. Yoga memakai kemeja polos berwarna abu bau di padukan dengan celana kain hitam serta jaket kulit warna coklat yang ia tenteng.
"Ayo" Ucap Yoga.
"Kita mau ke mana?" Tanya Alice.
"Nanti juga akan tau" Ucap Yoga mengusap pucuk rambut Alice
Akhirnya mereka keluar dari butik. Yoga mulai melajukan mobilnya meninggalkan area butik menuju ke restoran yang sudah dia pesan tadi saat menunggu Alice mengganti bajunya.
"Lo cantik banget pakai gaun itu Lice" Ucap Yoga.
"Makasih. Tapi gaun buatan lo itu bagus kok. Tadi gue lihat di tabloid lo" Ucap Alice.
"Ada satu hal yang belum gue utarakan ke lo Lice. Tapi gue harap lo bisa terima, kalaupun lo nggak terima juga itu hak lo sih" Ucap Yoga.
"Ada apa sih? Kok buat gue deg degan gini" Ucap Alice.
"Gue sebenarnya sudah lulu kuliah s1 Lice. Gue sekolah di SMA Dirgantara karena tugas gue untuk melindungi Zahra" Jelas Yoga.
"Memangnya berapa umur lo?" Tanya Alice.
"20 tahun" Jawab Yoga. Namun Alice hanya ber 'oh' ria tanpa perduli dengan tatapan aneh dari Yoga. "Kok cuma 'oh'?" Tanya Yoga.
"Terus gue harus bilang apa? Gue nggak perduli dengan status lo atau pun umur lo. Lo mau 30 tahun pun gue akan tetap cinta sama lo" Ucap Alice
"Lo serius?" Tanya Yoga tidak percaya.
"Iya gue serius, jadi orang mau bilang apa tentang lo pun gue nggak perduli karena yang ada di mata gue, lo itu lebih jauh sempurna" Ucap Alice.
"Makasih ya" Ucap Yoga mengusap lembut punggung tangan Alice.
Malam ini Yoga terus memanjakan Alice. Dia mengajak Alice ke banyak tempat romantis dan menghabiskan waktu berdua. Dengan balutan gaun buatan Yoga, Alice tampak lebih bercaha dari hari hari biasanya.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Alice dan Yoga berangkat ke sekolah bersamaan. Mobil Yoga sudah masuk ke area sekolah. Dia keluar dari mobil bersamaan dengan Edo yang keluar dari mobil Zahra. Mereka sama sama membukakan pintu untuk para gadis yang ada di kursi penumpang mobil masing masing.
"Hai Edo" Sapa Alice melambaikan tangannya pada Edo yang di jawab dengan senyuman manis oleh Edo.
"Nggak usah tebar pesona lo" Ucap Yoga merangkul bahu Alice lalu membawa Alice menjauh dari Edo.
Zahra yang baru keluar dari mobil hanya tersenyum melihat tingkah Yoga yang sudab mulai posesif pada Alice.
"Mau langsung ke kelas atau ke kantin dulu Ra?" Tanya Edo.
"Mau ke kelas saja. Kamu duluan saja, aku bisa kok ke kelas sandiri" Ucap Zahra.
"Nggak bisa, gue harus foto lo dulu di dalam kelas untuk laporan ke bang Elang" Ucap Edo.
"Kak Elang selalu saja begitu. Ya sudah ayo" Ucap Zahra berjalan lebih dulu menuju ke kelasnya.
Edo berjalan mengikuti Zahra dari belakang. Anak anak lain sudah banyak yang tau kalau Edo bekerja pada Zahra. Edo pun tidak malu karena Elang dan Zahra sudah banyak membantu dirinya dan juga keluarganya. Zahra juga tidak menganggap bahwa Edo pelayan atau supirnya. Dia lebih menganggap Edo sebagai saudaranya saja.
Tak lama Zahra sudah sampai di depan kelas. Dia masuk ke dalam kelas lalu duduk di bangkunya. Edo dengan segera mengambil gambar Zahra saat tengah menata tasnya di bangkunya.
"Ra, gue balik ke kelas dulu ya" Pamit Edo.
"Iya, jangan lupa di kirim. Nanti dia marah besar kalau kamu nggak kirim" Ucap Zahra.
"Siap bu bos" Ucap Edo.
"Edo" Ucap Zahra dan di jawab anggukan oleh Edo. Dia tau kalau Zahra paling tidak suka di panggil bu bos oleh dirinya .
Edo menoleh sekilas ke arah Yoga yang tengah duduk berdua dengan Alice di bangku paling belakang. Yoga menatap tajam ke arah Edo namun Edo tidak perduli dan langsung pergi begitu saja dari kelas Zahra.
Tak lama Anita, Angel dan Jack masuk ke dalam kelas. Anita dan Angel tersenyum melihat Yoga yang terus merangkul bahu Alice. Sedangkan Alice tengah sibuk dengan ponselnya.
"Ciyeee yang sudah gopublic " Goda Anita.
"Berisik lo" Ucap Yoga.
"Batu lo" Ucap Anita.
"Kalau nggak di pancing memang bisa tuh mereka jadian" Ucap Angel.
"Sudah biarkan mereka. Biar happy juga tuh si Yoga" Ucap Jack.
"Kayal kamu kan" Ucap Angel.
"Iya lah, ceweknya cantik gini gimana nggak happy" Ucap Jack mengusap pucuk kepala Angel.
"Bucin teruuus" Ucap Anita sewot.
"Ih sirik" Ucap Jack berjalan menuju ke bangkunya.
__ADS_1
"Wih mepet terus nih yang baru jadian" Ucap Eko yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Suka suka gue, cewek cewek gue sendiri" Ucap Yoga.
"Ya ellah, di goda gitu doang. Sinis amat sih lo bang. Lagi dapet lo" Ucap Eko menaruh tasnya di sebelah Jack.
"Ko, beli cmailan gih, gue laper nih" Ucap Jack memberikan uang pada Eko.
"Siap bos qyu" Jawab Eko langsung keluar lagi dari kelas.
🌹🌹🌹
Beberapa bulan telah berlalu.
Minggu ini anak anak kelas Xll tengah melakukan ujian akhir. Mereka yang biasanya sering bercanda kini diam dan fokus pada buku mereka masing masing untuk ujian akhir mereka yang akan di laksakan 30 menit lagi.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja