
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
"Tuh mobil hanya ada 5 buah di dunia, dan lo satu satunya yang punya tuh mobil di negara ini" Ucap Dika.
"Kakak serius?" Tanya Zahra terkejut.
"Iya" Jawab Anita dan Angel bersamaan.
"Aku nggak mau" Ucap Zahra menyerahkan kunci mobilnya ke Elang.
"Kalau kamu menolaknya, buang saja biar jadi rongsokan" Ucap kakek Dirga.
"Horang kaya" Ucap anak anak bersamaan. Laly mereka pun tertawa lepas.
Elang meraih kedua tangan Zahra. Dia tersenyum ke arah Zahra untuk menenangkan Zahra tentunya. "Ini hadiah dari kakek khusus untuk kamu. Jangan di tolak karena kakek sangat menyayangi kamu." Ucap Elang.
"Lagian harganya ini belun ada secuil dari harta kakek" Bisik Elang yang membuat Zahra kembali terkejut.
Semakin malam anaka anak semakin ramai. Namun karena ada Zahra, Elang melarang keras untuk minum minuman yang berbau alkohol. Sebagai gantinya, Elang sudah menyiapkan minuman bersoda.
"Mau makan sesuatu?" Tanya Elang yang saat ini sedang duduk di kursi panjang yang ada di taman itu.
"Nanti saja by. Lagian aku masih kenyang tadi habis makan sama Anita dan Angel." Jawab Zahra.
"Kamu pasti sangat sedih bukan?" Tanya Elang.
"Iya jelas lah, mulai sekarang aku tidak mau jika ada yang seperti itu lagi. Aku tidak bisa jika kamu mendiamkan aku begitu" Ucap Zahra cemberut.
"Hahahaha baik lah, maaf sayang. Aku janji tidak akan mengerjai kamu lagi seperti tadi" Ucap Elang.
__ADS_1
Elang melihat ke arah Langit. Langit mengangguk lalu ia mematikan semua lampu lagi. "Kok lampunya mati?" Tanya Zahra.
"Lihat saja ke depan" Ucap Elang santai.
Langit menghidupkan lampu besar yang mengarah ke Dika. Dika saat ini tengah berada di tengah bersama Anita yang kebingungan karena saat ini mereka di kelilingi anak anak Naga Darat yang membawa lilin.
"Lo mau ngapain di sini? Bikin malu tau nggak?" Ucap Anita berbisik pada Dika.
Anita ingin melepaskan tangannya dari Dika namun dengan erat Dika menggenggamnya kembali.
"Gue suka sama lo Anita" Ucap Dika yang mampu menbuat Anita bungkam.
"Gue tau, gue bukan pria yang baik. Bahkan gue termasuk dalam golongan pria baj***n yang suka melukai hati para wanita."
"Tapi perasaan gue ke lo tulus Anita. Gue tulus suka sama lo. Gue sayang sama lo. Gue cinta sama lo Anita."
"Bukan maksud gue mau saat lo sudah berubah seperti sekarang, gue hanya takut jika lo pergi dan menghilang seperti dulu lagi. Gue tidak ingin itu terjadi Anita. Gue sungguh hancur saat lo menghilang dulu"
"Gue memang pria berng**k yang sembunyi tanpa melakukan apapun saat lo di sakiti mereka. Hanya karena ego gue membuat gue kehilangan lo. Bahkan sampai saat ini pun gue yakin masih ada perasaan benci lo ke gue."
"Tapi percayalah Anita, gue tulus mencintai lo." Ucap Dika serius.
Ini kali pertama Anita, Zahra dan Angel yang melihat keseriusan dalam diri Dika. Pria yang suka tebar pesona dan ceria. Bahkan pria yang petakilan seperti Dika pun bisa serius seperti saat ini.
"Jawab dong Ta, capek nih nunggunya" Ucap Angel yang membuat Dion tersenyum.
Dika tersenyum tertunduk dengan terus menggenggam tangan Anita. "Sorry gue lupa" Ucap Dika yang membuat semua tertawa.
"****** lo" Umpat Elang tertawa.
"Ok ok. Kita serius lagi" Ucap Dika.
"Anita apa lo mau jadi kekasih gue?" Tanya Dika kembali serius.
"Hanya kekasih?" Tanya Anita balik.
"Kalau lo mau kita bisa menikah sekarang juga" Sahut Dika.
"Ok, diel" Jawab Anita yang membuat mereka terbelalak terkejut.
"Lo serius Ta?" Tanya Angel terkejut.
"Iya lah, tapi nikahnya nanti saat gue sudah siap" Jawab Anita.
"Gue akan tunggu lo sampai lo siap" Sahut Dika.
"Ye gue kira lo kau nikah sekarang juga" Ucap Angel.
__ADS_1
"Kalau Anita nggak mau jikah sekarang, gimana kalau kita hang nikah saja Ngel?" Ucap Coki.
"Ngarep lo? Gue sih ogah" Ucap Angel cuek.
Dika yang telah mendapat jawaban dari Anita pun menarik tangan Anita lalu membawa Anita ke dalam pelukannya. Rasa hangat dan nyaman saat ini yang Anita rasakan. Dia memang sejak dulu sudah suka dengan Dika namun karena rasa sakit hatinya membuat dia mengubur perasaan itu. Tapi dengan seiring berjalannya waktu ketika dia kembali dekat dangan Dika, membuat perasaannya kembali tumbuh dan mungkin lebih besar dari sebelumnya.
Pesta ulang tahun Zahra telah selesai. Dika mengantar Anita pulang dengan cara mengikuti mobil Anita samapai di rumahnya.
"Gue masuk dulu ya" Ucap Anita yang kini keluar dari mobilnya untuk berpamitan dulu pada Dika.
"Iya, mandi dulu baru tidur" Ucap Dika.
"Iya" Jawab Anita tersenyum.
Dika mengusap lembut wajah Anita, dia menarik tengkuk leher Anita lalu mencium kening Anita lembut. "Gue sayang sama lo Nita" Ucap Dika.
"Gue juga sayang sama lo Dika" Jawab Anita tersenyum.
"Masuk gih" Ucap Dika dan di angguki oleh Anita.
"Selamat malam hunny" Ucap Dika.
"Selamat malam juga baby" Jawab Anita.
Anita masuk kembali ke dalam mobilnya. Satpam mulai membuka pintu gerbang lalu Anita melajukan mobilnya masuk ke dalam rumah. Sedangkan Dika yang sudah melihat Anita masuk ke dalam rumah pun segera melajukan motornya pergi dari area rumah Anita.
🌹🌹🌹
Ke esokan harinya Lita sudah siap dengan pakaian formalnya. Dia sedang menata rambutnya untuk menunjang kesempurnaan penampilannya saat ini.
Langit yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang tampak berbeda kali ini. Biasanya saat akan ke kampus Lita hanya memakai celana jins dan kemeja atau kaos saja. Tapi saat ini dia tampak lebih rapi.
"Lo mau ke mana?" Tanya Langit.
"Mau jadi guru pengganti di sekolah kamu" Jawab Lita. "Gimana bagus nggak?" Tanya Lita.
Langit menghampiri Lita, dia mengambil jepit rambut yang Lita kenakan dan membuat rambutnya tergerai indah. "Loh kok di lepas sih" Ucap Lita marah.
"Hanya gue yang boleh lihat leher lo. Gue nggak rela mata para baji***n itu melihat leher lo" Ucap Langit berjalan melewati Lita menuju ke ruang ganti.
Lita tersenyum karena dia baru sadar ternyata saat ini suami kecilnya itu sedang cemburu. Lita berlari ke dalam ruang ganti dan melihat Langit yang sedang mengenakan seragam sekolahnya. Lita berjalan menghampiri Langit lalu memeluknya dari belakang.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1