BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
36


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...


^^^●^^^




"Tubuh lo saja yang lo tutupi dan jadi sok alim. Ternyata lo tidak jauh dari pecun"


"Sok suci lo pecun"


Banyak anak anak wanita yang mengerubungi Zahra dan Angel di kelasnya saat ini. Angel yang sejak tadi sudah beradu mulut dengan anak anak itu kini terdiam karena tidak habis pikir dengan ucapan mereka yang merendahkan Zahra.


"Jaga ya ucapan lo" Ucap Angel marah.


"Lo....." Ucapan Angel terhenti ketika mendengar suara gebrakan meja dari depan kelasnya.


Brack


Semua mata kini menoleh ke sumber suara. Mereka terkejut melihat Dion yang kini tengah berdiri di hadapan mereka dengan wajah memerah akibat menahan amarahnya.


"Apa yang sudah lo lakuin ke Zahra" Teriak Dion marah.


Zahra yang melihat Dion datang segera bangkit dari duduknya. Dia berlari ke arah Dion, Dion memeluk Zahra dan Zahra mulai menangis dalam pelukan Dion. Hancur hatinya di hina oleh teman temannya yang tidak tau apapun dan hanya bisa menghinanya saja.


Elang ingin ikut masuk ke kelas Zahra namun di tahan oleh Langit. Elang menoleh ke arah Langit dan Langit hanya menggelengkan kepalanya saja agar Elabg tidak masuk ke dalam kelas Zahra.


"Dia hanya wanita penggoda Ion. Dia sudah menggoda Elang dan sekarang dia menggoda kamu"


"Iya Ion, dia hanya pecun yang berkedok agama"


"Pakaiannya saja yang sok suci, tapi lihat lah kelakuannya, dia tidak jauh beda sama kecun di luar sana"


Brack

__ADS_1


"Hentikan ucapan busuk lo itu. Lo tidak tau apa apa dan beraninya lo menghina Zahra"


"Memangnya kenapa kalau gue menggenggam tanganya? Memangnya kenapa kalau gue cium kening dia bahkan gue peluka dia"


"KARENA DIA ADIK KANDUNG GUE SENDIRI BANG***T" Teriak Dion marah besar.


Semua yang sejak tadi menghina Zahra seketika tertunduk merasa bersalah. Mereka saling pandang dan menundukkan kepalanya karena takut dengan Dion yang marah besar sekarang.


"Kalian semua sudah membuat adik gue sampai seperti ini, apa kalian sudah puas?"


"APA KALIAN PUAS?"


Barck


"JAWAB BANG***T" Teriak Dion menendang meja guru sampai berantakan.


"Wih waketos gila kalau marah ternyata" Ucap Dika yang merasa takut dengan kemarahan Dion.


"Orang yang pendiam memang lebih menakutkan jika mereka marah. Apa lagi yang membuat dia marah adalah orang orang yang menyakiti adiknya sendiri" Ucap Langit.


"Jadi si Zahra itu adiknya Dion?" Tanya Dika yang baru mengetahuinya dari Langit barusan.


"Iya, masak lo tidak sadar sih, nama belakang mereka kan sama" Jawab Langit.


"Gue tidak sadar akan hal itu" Sahut Dika menggelengkan kepalanya.


"Eh tuh mau ngapain dia" Ucap Dika menunjuk ke arah Dion


Elang dan Langit yabg terkejut dengan ucapan Dika segera berlari masuk ke dalam kelas Zahra. Mereka memegangi bahu Dion agar Dion tidak semakin menggila.


"Ion, sadar lo. Kita sedang di sekolah sekarang" Ucap Langit.


"Gue nggak perduli, gue akan habisi mereka semua" Ucap Dion dengan terus menatap segerombol anak anak itu.


Angel yang sudah tidak tahan dengan kemarahan Dion segera bangkut dari duduknya dan....


Plack


Satu tamparan keras tepat mengenai pipi Dion. Dion menatap lirih ke arah Angel yang tadi menamparnya.


"Apa yang ada di pikiran lo sih Ion? Lo sadar tidak sih, lo semakin membuat Zahra ketakutan." Ucap Angel marah.


Dion seketika merasa lemas seluruh badannya ketika mengingkat Zahra yang masih menangis. "Lepasin gue" Ucap Dion lirih.


"Lepaskan dia Lang" Ucap Angel pada Elang.


Elang dan Langit pun melepaskan bahu Dion. Dion berjalan ke arah Zahra dan kembali memeluk Zahra lagi. "Maafkan abang dek, maafkan abang" Ucap Dion memeluk erat tubuh Zahra.

__ADS_1


Zahra semakin menangis dalam pelukan Dion. Dia memukul keras punggung Dion untuk meluapkan rasa sakit di hatinya. Dia sangat menjaga tubuh dan dirinya namun pandangan orang orang dan ucapan mereka membuat hati Zahra hancur. Padahal mereka tidak tau apa yang terjadi tapi mereka selalu menghakimi tanpa bertanya lebih dulu.


"Lebih baik bawa Zahra ke UKS dulu Ion" Ucap Dika.


"Iya" Jawab Dion.


Dion dan Angel membawa Zahra ke ruang UKS. Sedangkan Dika mulai menutup pintu kelas Zahra dan menguncinya dari dalam. Elang dan Langit menatap semua orang yang ada di kelas Zahra saat ini karena sudah berani menghina Ratu Naga Darat.


"Apa kalian tau siapa gadis yang kalian hina tadi?" Tanya Langit.


"Apa kalian sadar jika kalian sudah salah mengusik orang?" Ucap Dika.


Namun Elang mulai mengepalkan tangannya erat, bahkan otot otot tanganya terlihat jelas oleh anak anak yang ada di dalam kelas.


"Asal kalian tau, Zahra Denisa Tarawijaya adalah Ratu dari geng motor Naga Darat. Dia adalah kepala setelah gue. Tapi dengan ucapan kalian membuat dia terluka. Apa kalian tau apa yang akan Naga Darat lakukan jika Ratu mereka tersakiti?" Ucap Elang penuh penekanan.


"Maaf, kami......sa.....salah"


"Maafkan kami kak"


"Kami sungguh tidak tau"


Brack


Dika menendang meja yang ada di depannya karena semakin emosi dengan ucapan maaf mereka.


"Maaf lo bilang? Kalau semudah itu kata maaf bisa menghapus semua luka yang dirasakan Ratu gue. Maka gue akan habisi kalian semua setelah itu gue baru akan mibta maaf pada lo lo pada" Ucap Dika menyeringai.


"Gue akan kasih kalian kesempatan sekali lagi. Kalau sampai gue lihat kalian masih berani menyentuh Ratu dari Naga Darat, kalian tanggung sendiri akibatnya" Ucap Langit.


"Ayo pergi" Ucap Langit menarik tangan Elang.


Brack


Dika menendang kembali meja di hadapannya. Semua anak anak semakin takut dan gemetaran karena ancaman dari Dika barusan.


Dika yang biasanya ceria dengan menggandeng cewek yang berganti ganti, kini terlihat sangat menyeramkan. Bahkan tatapan matanya saja sudah mampu membuat mereka gemetaran.


Saat sampai di UKS ketiga sahabat itu melihat Dion yang baru saja keluar dari ruang UKS.


"Ion, gue mau ketemu Ara. Tolong ijinin gue untuk ketemu dia sebentar saja Ion. Gue khawatir dengan keadaan dia Ion" Pinta Elang memohon.


"Dia baru saja tidur setelah minum obat. Lo telfon pak Dirga sekarang. Gue akan tunggu lo dan pak Dirga di rumah malam ini" Ucap Dion yang berjalan meninggalkan Elang dan 2 sahabatnya itu.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2