BADBOY ITU SUAMIKU

BADBOY ITU SUAMIKU
55


__ADS_3

...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...


...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....


...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...


...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......


...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏😊...





"Gue akan terus awasi lo bang***t. Kakau sampai lo berani nyakitin adil gue, gue sendiri yang akan habisin lo" Ucap Jack tegas.


Jack berbalik menatap adiknya sekilas, lalu dia berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sedangkan Anita membantu Dika duduk di sofa. Dia melihat sudut bibir Dika yang sobek.


"Gue ambil obat dulu ya, lo tunggu di sini" Ucap Anita yang di angguki oleh Dika.


"Gila tuh si Jack main pukul saja. Gue kan belum siap tadi, sia***n" Umpat Dika yang merasakan nyeri pada sudut bibirnya.


Tak lama Anita kembali dengan membawa kotak obatnya. Dia mulai membersihkan luka Dika dengan lembut. "Maaf ya baby, gara gara Jack, lo sampai terluka begini" Ucap Anita.


"Sudah lah nggak usah di pikirkan, lagian gue sudah biasa kena pukul dari kakak lo kok" Jawab Dika tersenyum.


"Iya lah, lo tawuran terus sama gengnya" Sahut Anita tersenyum.


Dika mengusap lembut wajah Anita. Dia tersenyum melihat wajah Anita yang manis dengan gigi gingsulnya yang menambah daya tariknya.


"Happy birthday hunny, wishing you have a long and healthy life full of joy and happiness" Ucap Dika lembut.


"Thak you baby" Jawab Anita tersenyum.


"I LOVE YOU Hunny" Ucap Dika lembut.


"I LOVE YPU TO Baby" Jawab Anita. Dika menarik tengakuk Anita lalu dia pun mencium lembut bibir Anita. Dia ******* bibir Anita penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Ahhh, ssshhh" Dika merasa sakit lagi di bagian sudut bibirnya yang membuat dia melepaskan ciumannya pada Anita.

__ADS_1


"Hahaha, sakit lagi?" Tanya Anita tertawa melihat Dika yang kesakitan.


"Jelas lah kan masih basah lukanya" Jawab Dika.


"Ya sudah sini aku obati lagi" Ucap Anita memegang wajah Dika dengan kedua tangan mungilnya itu.


Jack melihat jelas semua yang adiknya dan Dika lakukan dari lantai atas. Dia sedikit melunak melihat kelembutan Dika pada adiknya. Dia juga senang melihat adiknya yang selama ini pendiam kini mulai tertawa kembali.


"Gue akan pertimbangkan lo Dika. Gue akan lihat keseriusan lo ke adik gue" Guman Jack dalam hati. Dia kembali masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan Dika dan Anita bersenang senang di bawah.


🌹🌹🌹


Zahra dan Angel datang ke rumah Anita. Mereka sengaja datang karena hari ini adalah hari ulang tahun Anita. Mereka sebagai sahabat Anita ingin memberikan kejutan di rumahnya.


"Eh kuenya Ra" Ucap Angel yang kini masih berada di dalam mobilnya bersama Zahra.


"Oh iya lupa" Jawab Zahra. Zahra mengambil kue yang ada di kursi penumpang belakang. Setelah itu mereka keluar dari mobil bersamaan.


Namun saat keluar dan mulai berjalan menuju ke pintu rumah Anita, Zahra melihat banyak motor yang terparkir di samping rumah Anita.


"Kenapa perasaan ku tidak enak ya" Guman Zahra dalam hati.


"Ayo Ra, Anita pasti akan sangat senang nanti" Ucap Angel.


Akhirnya Zahra pun menepis perasaannya yang tidak nyaman itu. Dia segera berjalan ke arah pintu utama rumah Anita. Betapa terkejutnya Zahra ketika melihat anak anak geng motor dari Jack saat ini tengah berkumpul di ruang tamu Jack. Bahkan orang yang sempat Zahra lawan dan berakhir di rumah sakit pun kini berada di sana.


Jamal melihat kedatangan Zahra segera bangkit namun dia di tahan oleh Jack. "Ngapain lo di sini?" Tanya Jamal.


"Jangan ganggu mereka" Ucap Jack.


"Naik lo, Anita di kamarnya" Ucap Jack yang menahan bahu Jamal.


"Iya" Jawab Zahra.


Zahra dan Angel yang sejak tadi memegangi tangan Zahra segera naik ke lantai atas untuk menemui Anita di kamarnya.


Plack


Jamal menepis tangan Jack kasar. Dia kecewa pada Jack karena lebih membela Zahra dari pada dirinya. "Lo apa apaan sih Jack. Kenapa lo tahan gue?" Tanya Jamal marah.


"Mereka sahabat Anita, gue tidak bisa meneyentuh dia. Berbeda lagi jika itu Elang" Ucap Jack.


"Alah banyak bac***t lo" Ucap Jamal yang bangkit dari duduknya. Dia berjalan keluar dari rumah Jack dengan penuh emosi dan rasa kecewa pada Jack.


"Kalian juga pulang deh, gue mau istirahat" Ucap Jack pada anak amak gebg motornya.

__ADS_1


"Ok, bang kita pulang dulu" Pamit Edo.


Jack hanya mengangguk oelan, akhirnya mereka semua keluar dari rumah Jack. Jack melihat ke lantai atas, dia melihat Zahra dan Angel yang masih berada di depan kamar Anita. Mereka akan menyalakan lilin namun sialnya mereka tidak membawa pematik.


"Lo sih Ra tidak ingatkan gue" Ucap Angel memukul pelan bahu Zahra.


"Hahaha, aku juga lupa Ngel" Ucap Zahra.


Jack terwenyum melihat teman teman adiknya itu yang tampak manis baginya. Jack menaiki tangga lalu menghampiri mereka. "Nih pakai ini" Ucap Jack yang menyerahkan pematik ke Angel.


"Eh...em... iya makasih" Ucap Angel menerima pematik dari Jack. Jack berjalan melewati Zahra dan Angel untuk menuju ke kamarnya sendiri.


"Ra, dia kan musuhnya Elang?" Tanya Angel.


"Iya, tapi dia tidak seburuk yang kita pikirkan. Dia sangat baik pada ku karena berteman dengan Anita. Dengan kata lain, dia lebih mementingkan keluarganya dari pada gengnya" Ucap Zahra.


"Baik juga dia" Guman Angel.


"Sudah ayo cepat nyalakan" Ucap Zahra.


Angel baru saja menyalakan satu lilin di kue yang di bawa Zahra namun sialnya di saat bersamaan Anita keluar dari kamarnya.


"Kalian sedang apa?" Tanya Anita bingung.


"Yah, Anita kok lo keluar dulu sih? Nanti dong keluarnya. Jadi nggak surprise kan" Ucap Angel jengkel dengan Anita


"Hahaha mana gue tau kalau lo pada mau surprisin gue" Ucap Anita tertawa lepas.


"Lo sih Ra banyakan cerita" Ucap Angel.


"Kok aku sih Ngel, kan kamu tadi yang lupa bawa pematiknya" Ucap Zahra.


"Arght bodo ah" Angel. "Happy birthday Anita" Ucap Angel mengoleskan krim kue pada wajah Anita.


"Angeeeeel, lo gila ya. Gue baru selesai pakai masker" Teriak Anita marah.


Angel langsung berlari turun tangga untuk menghindari Anita. Anita yang melihat Angel kabur pun segera mengejarnya. "Hati hati, jangan lari di tangga" Ucap Zahra berjalan mengikuti mereka.


Jack yang melihat keseruan Anita dan sahabtnya itu hanya tersenyum manis. Dia merasa senang karena sejak berteman dengan Zahra dan Angel, Anita sudah berubah menjadi ceria. Ya...walaupun dia masih jutek jika bertemu dengan Jack, tapi hal itu lebih baik karena yang Jack inginkan hanya kebahagiaan Anita saja.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2