
"Hentikan Anita. Aku sudah memutuskannya. Aku akan hadapi mereka. Aku akan habisi mereka dengan tanganku sendiri" Ucap Zahra penuh penekanan.
"Gila aura Ratu Naga Darat mengerikan sekali, apa lagi kalau sedang marah seperti itu. Habis lo Jamal di tangan snag Ratu" Guman Edo dalam hati.
🌹🌹🌹
Di ruang inap Dion.
Zahra dan Elang masuk ke dalam ruangan, mereka melihat Dion yang masih belum sadarkan diri dengan kaki yang di balut perban gang cukup tebal. Dengan lengan yang juga di balur perban namun tidak separah di kakinya. Zahra sedikit tersenyum karena wajah tampan abangnya itu masih mulus tanpa luka sedikitpun.
"Bang, kakinya pasti sakit sekali ya? Maaf ya bang, Zahra tidak membantu abang saat abang dalam kesusahan" Ucap Zahra mengusap lembut kepala Dion.
"Sayang kamu bisa ke kafe depan untuk bicara sama anak anak. Biar aku di sini menunggu Dion sampai dia sadar" Ucap Elang.
"Iya by, aku ke sana ya sama Dika dan Langit juga" Ucap Zahra.
"Jack sama Edo juga sayang, Edo sudah menjadi keluarga kita sekarang" Ucap Elang.
"Iya by" Jawab Zahra. Elang mencium kening Zahra sekilas. Lalu setelah itu Zahra keluar dari kamar inap Dion.
"Lho kok sudah kaluar?" Tanya Dika.
"Ikut aku ke kafe depan, anak anak di sana. Kita bicarakan rencana kita di sana" Ucap Zahra.
"Ok" Jawab Dika sedanglan Langit mengangguk.
"Gue ikut boleh nggak?" Tanya Anita.
"Boleh dong Ta, yuk temani aku" Jawab Zahra menggandeng tangan Anita.
Baru saja Elang duduk di sofa. Dia mendengar ponsel Dion yang berdering. Dia berjalan ke arah nakas yang berada di samping ranjang.
"Naira? Siapa dia?" Guman Elang. Elang tidak mengangkat panggilan telfon dari Naira. Dia kembali menaruh ponsel Dion ke nakas. Namun lagi lagi ponsel Dion berdering lagi.
"Sorry Ion, gue lancang angkat tekfon lo" Ucap Elang.
"Hallo, siapa ini?" Tanya Elang saat sudah mengangkat telfon dari Naira.
"Saya Naira, ini siapa? Kenapa pegang ponselnya Dion?" Tanya Naira balik.
"Dia belum sadar sekarang. Dia du rawat di rumah sakit S" Jawab Elang.
"Apa? Kenapa bisa dia di rawat di sana? Ok aku akan ke sana sekarang" Ucap Naira mematikan telfonnya sepihak.
Elang kembali menaruh ponsel Dion ke atas nakas. "Cewek aneh, siapa sih dia? Apa dia kekasihnya Dion?" Guman Elang. Elang yang tidak ingin ambil pusing memilih untuk duduk di sofa kembali. Dia memainkan ponselnya sambil menunggu Dion yang belum sadarkan diri.
Di kafe Zahra dan Anita menjadi pusat perhatian semua orang karena malam ini suasana kafe cukup ramai pengunjung. Di tambah Zahra yang memakai cadar namun tidak menutupi kecantikannya sedang di kawal oleh 4 pria yang sangat tampan.
Zahra bersama Anita berjalan ke arah gerombolan anak anak Naga Darat yang sedang bercanda gurau di sudut kafe.
__ADS_1
"Woy woy ada Ratu datang"
"Sudah waktunya sholat maghrib, kita cari masjid dulu" Ucap Zahra.
"Baik Ratu"
"Untuk yang non muslim pesan makan saja. Kami pergi dulu" Ucap Zahra lembut.
"Baik Ratu.
Zahra berbalik dan melihat ke arah Edo. "Kamu muslim?" Tanya Zahra.
"Iya Ratu, gue muslim" Jawab Edo.
"Ikut sholat ya sama kami" Ucap Zahra.
"Baik Ratu" Jawab Edo tersenyum.
"Aku duluan ya Anita, kalau lapar pesan makan saja tidak usah menunggu ku" Ucap Zahra mengusap lembut bahu Anita.
"Lo tenang saja, malam ini gue akan kuras ATM suami lo" Ucap Anita tersenyum.
"Ya deh terserah kamu" Jawab Zahra tersenyum.
Zahra dan anak anak Naga Darat keluar dari kafe. Mereka memilih berjalan menuju masjid yang tidak jauh dari area kafe.
Lebih dari satu jam Zahra dan anak anak Naga Darat berada di masjid. Mereka memilih tetap di masjid untuk menunggu sholat isa' sekalian. Setelah menunaikan kewajibannya, Zahra serta anak anak Naga Darat kembali ke kafe.
"Ratu tidak perlu bicara seperti itu. Kata Ratu kami keluarga Ratu, jadi sudah sewajarnya jika kami saling membantu. Jika salah satu dari kami terluka, pasti Ratu pun akan melakulan hal sama"
"Iya Ratu, kami pasti akan melakukan apapun untuk keluarga kedua kita ini"
"Lo tidak perlu merasa tidak enak Ra, kita di sini keluarga lo juga" Ucap Dika.
"Iya Ra, walaupun Dion tidak masuk ke dalam geng kita, tapi dia satu sekolah dengan kita. Sekolah yang wajib kita lindungi" Ucap Langit.
"Terima kasih semuanya. Tapi untuk penyerangan malam ini hanya aku, kak Dika, Kak Elang, kak Langit dan kak Jack saja yang akan maju. Untuk kalian cari tempat persembunyian dengan terus mengawasi kami. Jika kami tidak bisa menanganinya, baru kalian maju untuk membantu kami" Jelas Zahra.
"Tidak Ratu, kami tidak bisa hanya melihat saja"
"Iya Ratu, kami tidak rela jika nanti lo terluka"
"Ini urusan pribadi aku, jadi tolobg mengerti lah" Ucap Zahra
"Baik lah Ratu, kami akan menuruti ucapan Ratu. Tapi kami harap Ratu tetap jaga diri baik baik. Sepotong kuku Ratu saja sampai terlepas, kami akan menghabisi mereka semua"
"Terima kasih, aku akan berusaha untuk tetap menjaga diri" Jawab Zahra tersenyum.
"Jadi kapan kita berangkat?" Tanya Langit.
__ADS_1
"Malam ini jam 12 malam" Jawab Dika. "Gimana menurut lo Ra?" Tanya Dika.
"Aku setuju, kita cari waktu yang tepat agar tidak membahayakan orang lain" Jawab Zahra.
"Ok, gue setuju" Ucap Langit.
Namun tanpa mereka ketahui, bahwa ada anggota geng Lion yang berada di kafe itu juga. Dia memang tidak mendengar semua pembicaraan anggota Naga Darat, tapi yang sudah dia ketahui bahwa anak anak Naga Darat akan melakukan penyerangan ke camp mereka.
"Halo bos, anak anak Naga Darat akan menyerang kita malam ini."
"Dari mana lo tau?" Tanya Jamal yang tidak begitu percaya karena dia masih kecewa soal Edo yang menghianatinya.
Anak buah Jamal mengambil gambar anak anak Naga Darat yang sedang berbincang bincang di sudut kafe lalu mengirimkannya ke ponsel Jamal. Jamal tersenyum melihat mereka dari foto kiriman anak buahnya itu.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja