
Hai hai hai....
Kemarin mamak Diyah habis halan halan....
Kalau ada dari kota yang sama, salam kenal ya Bestie...
Next....
Next...
Next...
●
●
●
"Kenapa harus lo sih Ra yang ke sini, lo tau sendiri kalau gue tidak akan bisa marah kalau sama lo" Ucap Dika.
"Hihihihi, maaf ya kak. Karena sebab itu lah aku menemui kakak sekarang" Ucap Zahra.
"Sia***n lo Zahra. Bisa banget lo bikin gue tenang" Ucap Dika.
"Ok gue akan dengarkan penjelasan lo sekarang" Ucap Dika.
"Sebelumnya aku mau minta maaf ke kakak. Bukan maksud kita untuk membuat kakak kecewa, hanya saja kami khawatir jika kakak mabuk dan biacar ngelantur ke semua orang bahwa kami...." Ucapan Zahra terhenti.
"Ok gue paham. Lo tidak usah jelaskan lagi. Gue juga salah dalam hal ini jadi gue akan bicara dengan Langit dan Elang nanti" Ucap Dika.
"Makasih ya kak, kakak mau kan memaafkan Zahra?" Tanya Zahra.
"Tentu saja Ra, gue sudah anggap lo seperti adik gue sandiri" Ucap Dika.
"Enggak" Ucap Dion yang segera berjalan menghampiri Zahra lalu memeluk Zahra dari belakang.
"Dia hanya adik gue dan nggak ada yang boelh jadi abangnya selain gue" Ucap Dion tegas.
"Woy, dia milik gue. Gue yang lebih berhak atas dia dari pada lo" Ucap Elang yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Hah, mulai lagi deh nih anak" Guman Dika.
Langit yang melihat keributan antara Elang dan Dion dengan Zahra yang berada di tengah hanya menghela nafasnya. Dia berjalan ke belakang lalu duduk di samping Dika.
"Nih, kalau mau nonton drama jangan lupa bawa minumannya" Ucap Langit memberikan minuman kaleng pada Dika.
"Makanannya saja nih yang kurang" Ucap Dika.
"Sia***n lo, sudah untung gue bawakan minuman lo" Ucap Langit merangkul bahu Dika.
Sedangkan Elang dan Dion masih saja berdebat memperebutkan Zahra. "Kak tolong dong" Pinta Zahra.
"Nanti kalau gue sudah bosan melihat drama mereka" Ucap Langit.
__ADS_1
"Kak Dika, katanya Zahra adiknya kak Dika. Tolong dong kak" Ucap Zahra.
"Enggak" Ucap Elang dan Dion bersamaan ketika mereka mendengar ucapan Zahra.
Dika dan Langit seketika tertawa lepas melihat tingkah konyol Dion dan Elang. Sedangkan Zahra menutupi telinganga menggunakan kedua tangnnya.
Zahra berjongkok lalu dia mulai jalan jongkok menuju ke pintu. Saat sudah merasa aman, dia segera berlari menuju ke kelasnya sendiri.
Bruk
Zahra bertabrakan dengan Anita yang baru turun dari tangga. "Eh sorry, lo nggak papa kan?" Tanya Anita yang membantu Zahra berdiri.
"Nggak papa kok. Terima kasih sudah membantu ku" Ucap Zahra.
"Lo kekasihnya Elang ya?" Tanya Anita.
"Iya, aku Zahra" Ucap Zahra.
"Gue Anita. Seharusnya kita sudah pernah ketemu sebelum ini." Ucap Anita.
"Oh iya? Kapan?" Tanya Zahra antusias karena dia merasa Anita anak yang asik di ajak bicara.
"Mungkin beberapa bulan yang lalu, soalnya gue baru masuk lagi hari ini." Ucap Anita.
"Mau ke kantin bareng?" Tanya Anita.
"Kalau kamu tidak keberatan boleh" Jawab Zahra.
"Ya sudah ayo" Ucap Anita langsung menggandeng tangan Zahra menuju ke kantin.
Saat sampai di kantin, Anita memesankan bokso dan es jeruk untuk Zahra, sedangkan dirinya hanya minum es jeruk saja.
"Enggak, gue sudah kenyang lihat lo makan" Jawab Anita.
"Lo hebat ya" Ucap Anita.
"Hebat apa sih, aku masih banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Jadi itu tidak bisa di katakan hebat" Ucap Zahra.
"Lo itu hebat Ra, lo bisa bertahan dengan pakaian lo yang tertutup di saat semua orabg berlomba lomba memperlihatkan kelebihan badannya" Ucap Anita.
"Lo juga tidak malu saat banyaknya orang yang mencibir penampilan lo" Imbuh Anita.
"Aku hanya berpegangan dengan apa yang aku yakini saja kok. Kamu juga bisa jika kamu bersungguh sungguh" Ucap Zahra.
"Lo mau nggak ke rumah gue nanti" Ucap Anita.
"Untuk apa?" Tanya Zahra.
"Gue akan memperlihatkan siapa diri gue ke lo" Ucap Anita.
"Kita kan baru saja kenal, kenapa kamu ingin memperlihatkan hal yang kamu sembunyikan?" Tanya Zahra.
"Karena gue mau jadi teman lo Ra. Gue sudah nyaman sama lo" Jawab Anita.
"Alhamdulillah kalau begitu, semakin banyak teman semakin banyak pula pahala kita"
__ADS_1
"Aku akan ijin dulu, nanti aku kabari kamu ya" Ucap Zahra
"Ok gue tunggu" Ucap Anita mengangguk.
Tak lama Dika Langit dan Elang menghampiri Zahra ke kantin. Elang penasaran Zahra sedang bersama dengan siapa karena dia tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya.
"Sayang" Panggil Elang.
Ketika melihat Elang dan kedua temannya datang, Anita langsung bangkit dari duduknya. Dia mencoba pergi dari kantin namun tangannya di cegah oleh Dika.
"Lo masih berhutang penjelasan ke gue" Ucap Dika.
"Siapa lo berani meminta penjelasan gue" Ucap Anita lalu menghempaskan tangan Dika. Dia berjalan keluar dari kantin dengan senyumannya yang licik.
Langit menarik tangan Dika agar Dika duduk di kursinya. Dia menepuk bahu Dika lalu mereka mulai berbincang kembali.
"Jadi gimana jaketnya by? Sudah di tentukan belum warnanya?" Tanya Zahra.
"Belum. Buar nanti saja aku akan bicara langsung ke anak anak saat di warung" Jawab Elang.
"Oh iya by, aku nanti ijin ke rumah Anita ya" Ucap Zahra.
"Siapa Anita?" Tanya Elang.
"Cewek barusan, dia namanya Anita" Sahut Dika.
"Lo kenal Dik sama dia?" Tanya Langit.
"Iya, kemarin malam gue ketemu dia di club. Dia bartender di sana" Jawab Dika.
"Nggak mungkin lah dia bartender, mobilnya saja sport" Ucap Langit.
"Mungkin dia pemiliknya." Sahut Elang.
"Cari tau siapa nama lengkapnya dan dari keluarga mana dia" Pinta Elang ke Langit.
"Ok, gue pergi dulu" Pamit Langit.
"Nggak makan dulu kak?" Tanya Zahra.
"Masih kenyang" Jawab Langit lalu berjalan pergi dari area kantin.
🌹🌹🌹
Hari ini semua murid di pulangkan lebih awal karena akan ada rapat para guru yang mengharuskan mereka memulangkan para murid.
Dan di sini lah Zahra sekarang. Dia berada di depan rumah mewah milik keluarga Anita. "Ini rumah kamu Ta?" Tanya Zahra
"Bukan lah, ini rumah orang tua gue. Sudah ah yuk masuk" Ucap Anita menarik tangan Zahra.
Saat Zahra dan Anita masuk ke dalam rumah. Mereka di kejutkan dengan suara berat sari sang kakak Anita. "Lo bolos lagi?" Tanya Jack.
Anita menghela nafasnya malas. Dia paling malas jika harus berdebat dengan kakaknya itu. Sedangkan Zahra terbelalak ketika melihat musuh sng suami yang kinu berada di hadapannya. Begitu pun dengan Jack. Dia terkejut melihat Ratu dari Naga Darat sedang berada di rumahnya.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏