
Sudah 3 bulan ini Edo ikut kerja di rumah Zahra dan Elang sebagai supir pribadi Zahra. Kakek Dirga juga membuatkan warung kecil untuk usaha ibu Edo di rumah. Namun Zahra tidak mau jika Edo memanggilnya bos atau non, karena menurut Zahra, Edo tetap lah temannya. Edo sangat bersyukur bisa mengenal Zahra dan Elang yang sangat baik padanya. Elang tidak begitu saja memberi uang pada Edo. Tapi dia mengajarkan Edo untuk tanggung jawab agar bisa mendapatkan uang dari hasil jeri payahnya sendiri.
Baru saja Yoga menyantap baksonya, dia melihat wanita yang sempat ia lihat di foto yang di kirim oleh Langit. Iya wanita yang di lihat Yoga adalah Lita guru BK mereka.
"Lo lihat apa sih?" Tanya Angel yang mengikuti pandangan mata Yoga.
"Oh itu bu Lita, dia guru BK kita" Ucap Angel.
"Bukannya dia istrinya Langit?" Tanya Yoga.
"Iya, beliau juga kerja di sini" Jawab Angel.
"Terus siapa pria yang sama dia?" Tanya Yoga yang mendapat gelengan kepala dari Angel karena dia tidak tau siapa yang sedang berbincang dengan Lita saat ini.
"Baby, lo tau nggak siapa tuh cowok" Tunjuk Yoga yang sebelah tangannya memukul bahu Jack.
"Jangan panggil gue begitu, jijik gue" Ucap Jack.
"Iya iya enggak lagi deh. Lo tau nggak diapa tuh cowok?" Tanya Yoga.
"Nggak tau, dia bukan bagian Naga Darat" Jawab Jack santai dengan menikmati suapan bakso dari Angel.
Yoga merasa aneh dengan sikap pria yang berbincang dengan Lita saat ini. "Gue ke sana dulu ya" Pamit Yoga yang bangkit dari duduknya. Dia berjalan menghampiri Lita yang sepertinya bertikai dengan pria itu.
"Salamat pagi bu Lita" Sapa Yoga centil namun mampu menghentikan sikap arogan dari pria yang ingin menarik tangan Lita.
"Eh kamu anak baru ya, ini sudah siang lo kok ucapannya sealamat pagi sih" Ucap Lita yang mampu menyembunyikan kegelisahannya.
"Karena kalau lihat bu Lita saya merasa sangat terus seperti di pagi hari" Ucap Yoga tertawa.
"Kamu bisa saja" Ucap Lita tersenyum.
"Lita, ikut gue" Ucap pria itu yang ingin kembali menarik tangan Lita namun dengan sigap Yoga mencekal tangan pria itu.
"Jangan kasar dong, cakep banget sih" Ucap Yoga mencubit dagu pria itu.
"Heh bencong jaga sikap lo ya" Ucap pria itu yang marah dengan sikap Yoga.
Yoga masih saja tersenyum lalu melangkah lebih dekat ke arah pria itu. "Berani lo sentuh dia, gue pastikan bagian bawah lo itu tidak akan selamat" Ancam Yoga yang melirik bagian intim pria itu. Yoga melepaskan tangan pria itu dengan senyuman devilnya yang membuat pria itu bergidik ngeri.
"Sia***n" Umpat pria itu lalu berjalan pergi dari sekolah.
Lita menghela nafas, dia merasa lemas. Dengan sigap Yoga menangkap Lita yang merasa kakinya tidak bertenaga. Melihat hal itu Eko Edo dan Jack segera berlari menghampiri Lita dan Yoga.
__ADS_1
"Bantu gue bawa bu Lita ke UKS" Ucap Yoga pada ketiga temannya yang menghampirinya.
Di UKS bu Lita mulai sedikit tenang. Dia tersenyum melihat ke empat anak didiknya sekaligus teman suaminya itu berada di sana menemaninya. "Makasih sudah menolong saya" Ucap Lita tersenyum
"Dia siapa bu?" Tanya Jack.
"Dia teman kuliah saya, entah kenapa dia sering datang ke sini hanya untuk menemui saya. Saya merasa tidak nyaman dengan sikap kasarnya" Jawab Lita. Lita bicara jujur pada mereka karena seperti yang di ucapkan Langit sebelum pergi. Dia bilang kalau apapun yang terjadi anak anak Naga Darat akan membantu menjaganya saat Langit pergi.
"Ya sudah, ibu istirahat saja dulu. Kami permisi dulu" Pamit Yoga.
"Makasih ya Yoga" Ucap Lita tersenyum. Lalu Yoga hanya mengangguk untuk balasannya.
"Cari rau siapa dia Jack. Gue nggak mau kalau dia berbuat nekat pada Lita. Bisa bisa gue di bantai sama Langit" Ucap Yoga serius.
"Wih, lo bisa serius seperti ini Yog" Ucap Eko yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yoga.
"Ya bisa lah bang, adek kan jago ekting" Ucap Yoga mencubit pinggang Eko.
"Najis" Ucap Eko terkejut. Jack dan Edo hanya tersenyum melihat tingkah Yoga dan Yoga. Namun saat mereka kembali berjalan senyuman Jack kembali hilang. "Siapa dia sebenarnya?" Guman Jack dalam hati mebatap punggung Yoga. Jack terbelalak ketika melihat di leher belakang Yoga tergambar sayap yang sama seperti tato yang di miliki Elang.
Jack tau jika Yoga sahabat ketiga pentolan Naga Darat namun dia tidak tau siapa sebenarnya Yoga ini. Dia merasa banyak rahasia yang ada dalam diri Yoga. Tapi dia juga percaya jika Yoga berada di kubu Naga Darat.
Jam pulang sekolah.
"Ada apa pak, kok gerbangnya belum di buka?" Tanya Zahra pada satpam sekolah.
"Maaf mbak Zahra, tapi tadi ada yang melempar batu ke pos saya dan ada pesan kalau ada anak anak SMK Makarta yang ingin menyerang sekolah kita" Jawab satpam khawatir.
"Panggil semua anggota Naga Darat." Ucap Jack. "Anita, Angel bawa anak anak ke tempat aman" Imbuh Jack.
"Iya" Jawab Anita dan Angel bersamaan.
"Ra, lo mau ikut mereka atau tetap bersama kami?" Tanya Jack.
"Tubuh ku kaku nih, asik kali ya kalau peregangan sedikit" Ucap Zahra yang menggetak gerakkan tangannya untuk pelemasan.
"Lo serius Ra?" Tanya Edo khawatir karena anak anak SMK Makarta terkenal kebringasannya bahkan banyak anak anak yang membawa senjata tajam.
"Lo tenang saja Do, kita lihat haja aksi dari sang Ratu kita ini" Ucap Eko menepuk bahu Edo.
"Hah, baru juga sampai gue sudah harus olah raga lagi" Ucap Yoga memijat tengkuknya.
"Gue pensaran sama lo Yog" Ucap Eko.
__ADS_1
"Kita bersenang senang say" Ucap Yoga bertos ria dengan Eko.
Tak lama anak anak SMK Makarta sudah sampai di depan sekolah SMA Dirgantara. Mereka turun dari motor lalu pak satpam sekolah SMA Dirgantara membuka gerbang.
"Setelah kita keluar, tutup kembali gerbangnya pak. Jangan biarkan siapapun keluar sebelum kita kembali" Ucap Zahra.
"Baik mbak" Jawab satpam.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja