
"Di mana Zahra?" Tanya Elang.
"Kalau mobilnya berada di area bandara bos"
"Cari" Ucap Elang singkat. Elang mengambil ponselnya yang berada di saku jaketnya. Dia mulai menghubungi ponsel Zahra. Cukup lama dia menghubungi ponsel Zahra hingga berkali kali namun tidak juga di angkat padahal panggilannya masuk.
"Lo di mana sih sayang?" Guman Elang mulai khawatir. Elang melihat mobil Zahra, hadiah dari kakek Dirga yang kini di pakai oleh anak buahnya yanv tadi ia suruh untuk mencari mobil Zahra.
"Nona tidak ada bos"
"Bang***t" Umpat Elang yang mulai memerah wajahnya karena emosi dan khawatir.
Elang kembali menghubungi ponsel Zahra dan dia bernafas lega ketika panggilannya di jawab. "Halo sayang, kamu di mana?" Tanya Elang.
"Wanita lo sedang bersama gue ELANG" Ucap pria yang tadi menculik Zahra
"Siapa lo? Berani lo sentuh istri gue, gue pastika lo akan menyesal seumur hidup lo" Ucap Elang meremas pegangan kopernya.
"Hahahaha, gue semakin tertantang karena amarah lo Lang. Gue akan kasih waktu lo selama 1 jam untuk mencari keberadaan gue sekarang. Jika lebih dari 1 jam lo nggak juga menemukan gue, gue pastika lo akan kehilangan wanita lo yang cantik ini"
"Seujung kuku pun lo berani sentuh Zahra, gue akan habisi lo" Ucap Elang penuh amarah.
Elang segera mematikan panggilannya. Dia masuk ke dalam mobil anak buahnya dan mengambil alih leptop milik anak buahnya itu. Jemari Elang sangat lihai menekan tombol tombol yang berada di leptop tersebut.
"Pergi dari sini, kita coba cari di sekitar sini dulu." Ucap Elang.
"Baik bos"
"Lo siapkan anak buah lo untuk mencari Zahra" Ucap Elang pada anak buahnya yang lain.
"Baik bos"
Elang terus menekan huruf huruf di leptopnya. Dengan tangan gemetar dan wajah yang sendu dia terus mencoba mencari keberadaan Zahra saat ini. "Aku akan membunuh mereka jika mereka berani menyentuh kamu sayang. Aku akan membuat mereka memilih mati dari lada hidup" Guman Elang dalam hati.
"Minum dulu bos, bos gemetaran sejak tadi" Ucap anak buah Elang.
"Jangan perdulikan gue, gimana anak buah lo?" Tanya Elang.
"Mereka sudah meluncur ke sini bos. Sebentar lagi mereka akan bergabung dengan kita" Ucap anak buah Elang.
__ADS_1
"Bagus" Jawab Elang singkat.
Di sisi lain Zahra sudah mulai sadarkan diri. Namun saat ia membuka matanya, kepalanya tersa sangat berat dan ia susah untuk menggerakkan tangan dan kakinya.
"Siapa kamu?" Tanya Zahra lirih ketika melihat orang yang tadi mengancamnya di bandara.
Orang itu bangkit dari duduknya lalu berdiri di hadapan Zahra yang saat ini tengah duduk di kursi dan terikat kaki dan tangannya. Pria itu membuka topinya dan memperlihatkan wajah yang tidak asing untuk Zahra.
"Jamal" Ucap Zahra lirih dengan membulatkan matanya.
"Halo cantik, gue beruntung sekali karena bisa bertemu lo tanpa gue harus mencari lo" Ucap Jamal.
"Apa yang kamu mau Jamal? Jangan macam macam, kamu sudah tau keganasan kak Elang. Kamu akan menyesal jika berani membuatnya marah" Ucap Zahra.
"Gue tidak perduli cantik, yang gue ingin hanya melihat dia hancur. Dan dengan adanya lo mempermudah rencana gue untuk menghancurkan baj***n itu" Ucap Jamal.
Jamal berbalik lalu menarik kursi yang ia duduki tadi tepat di depan Zahra. Dia duduk di kursi tersebut dan menatap mata Zahra yang menatapnya tajam. "Semakin lo narah, semakin gue ingin menyentuh lo cantik. Gue tidak perduli dengan baj***n itu, gue tidak perduli dengan apa yang akan dia lakukan ke gue. Tapi gue akan lebih dulu mencicipi lo di depan dia" Ucap Jamal menyeringai.
"Jangan gila Jamal, aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Ucap Zahra tegas.
"Hahahaha, memangnya lo bisa apa? Lo akan menikmatinya nanti" Ucap Jamal bangkit dari duduknya dengan tawanya yang memenuhi ruangan pengap itu. Dia berjalan ke arah meja yang berada di sudut ruangan itu. Dia menaruh pistol dan ponselnya di atas meja itu.
"5 menit lagi" Guman Jamal menyeringai. Jamal mengambil gelas kosong. Ia menuangkan air putih ke dalam gelas itu lalu memasukkan obat yang sudah berbentuk serbuk itu ke dalam gelas yang berisi air.
"Gue nggak mau minum minuman dari tangan kotor lo itu" Ucap Zahra yang sudah mulai marah karena dia tau ketika Jamal tadi memasukkan obat ke dalam minuman itu.
"Ok" Jawab Jamal bangkit dari duduknya. Dia menarik cadar Zahra dan memperlihatkan wajah cantik Zahra. Dia tersenyum melihat wajah Zahra yang sangat cantik. Dia ingin membelai wajah Zahra namun karena Zahra marah, dia meludah tepat di pipi sebelah kiri Jamal.
Jamal menyeringai lalu mengusap ludah Zahra cepat. Dia memegang dagu Zahra kuat lalu meminuman air yang ia pegang ke Zahra. "Jangan sok suci jal***g. Sebentar lagi gue yang akan nikmati tubuh lo itu" Ucap Jamal dengan terus memaksa Zahra meminum minumannya.
Uhuk uhuk uhuk
Zahra tersedak minuman itu karena Jamal tanpa ampun menyuruh Zahra meminum minuman itu. Saat Jamal selesai meminumkan minuman itu ke Zahra, di saat bersamaan juga terdengar suara mobil yang berhenti di depan bangun tua yang saat ini ia tempati.
"Lihat lah pangeran lo sudah datang, cukup mengesankan. Padahal waktunya masih 2 menit lagi" Ucap Jamal menyeringai.
Jamal duduk kembali di depan Zahra yang terlihat mulai kepanasan. Deru nafas Zahra mulai tersengal sengal. Melihat hal itu Jamal mulai tersenyum senang. "Sudah mulai panas sayang" Ucap Jamal membela wajah Zahra. Zahra memalingkan wajahnya karena dia tidak sudi bersentuhan kulit dengan pria baji**n seperti Jamal.
"Zahra" Ucap Elang lirih ketika melihat Jamal yang berhadapan dengan Zahra yang terlihat lemas dengan cadar Zahra yang sudah terbuka dan memperlihatkan wajah cantik sang istri.
__ADS_1
"Apa yang lo lakukan bang**t" Teriak Elang penuh amarah. Elang berjalan ke arah Jamal namun dia terhenti katika melihat Jamal yang mengarahkan pisaunya ke leher Zahra.
"Lo maju selangkah lagi, maka gue akan pastika leher cantik istri lo ini akan terluka cukup dalam" Ucap Jamal.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#BadBoyItuSuamiku
#badboy
__ADS_1
#kampus
#fiksiRemaja