
"ehhhmmmm" suara deheman itu membuat keduanya menoleh.Firman lekas melepaskan jemari Rania yang ada dalam gengamannya.Mereka refleks berdiri hampir bersamaan.Disana,ada Dewa yang berdiri dengan tampang gusar dan tatapan mata dingin mengarah pada keduanya.Selangkah demi selangkah Dewa mendekat,Firman sudah siap pasang badan walau posturnya kalah jauh dari Dewa.Dosen muda itu tidak terlihat gentar.
"Anda siapa?" tanya Dewa dengan nada sinis.Firman mengulurkan tangan dan mau tidak mau disambut oleh Dewa.
"Saya Firman om,kakak Mela." sahut Firman yang memang sudah tau bahwa Dewa adalah paman angkat Rania yang selalu menjaga dan melindungi gadis itu.Pria di depannya itu yang membuat para pemuda mundur teratur karena tidak mau berurusan dengan sang bodyguard yang terkenal overprotective pada Rania.
"hmmm..jadi anda pemilik ruko yang ditempati istri saya?
" istri?maksud anda....." Dewa melangkah mendekati Rania dan meraih pinggangnya,mengikis jarak diantara keduanya.
"Dia istri saya...Rania." seketika Firman terperangah.Dia sama sekali tidak tau jika Rania sudah menikah.Pun Mela juga tidak pernah membicarakan tentang status sahabatnya itu.
"Maaf saya rasa ada salah paham disini.Tadinya saya bertemu Rania hanya bersama om dan tante Ardinata.Saya pikir Rania datang mengikuti orang tuanya."
"Apa anda lupa undangan hanya berlaku untuk dua orang?itu artinya Rania datang bersama orang lain selain orang tuanya.Dan itu saya." jelas Dewa tidak mau kalah.
''kalau begitu maafkan saya om." Firman sama sekali tidak ingin memperpanjang masalah dan membuat kegaduhan yang akhirnya akan mempermalukan keluarganya.
"Baiklah,saya tidak akan mempermasalahkannya lagi karena anda sudah begitu banyak menolong istri saya.Terimakasih tua Firman." ucap Dewa tulus sambil menjabat tangan Firman yang masih membeku dalam kebingungan.
"Kalau begitu kami permisi."
"silahkan om." selepasnya Dewa terus membuat tubuh Rania menempel rapat pada tubuhnya hingga gadis itu jengah.
"mas,lepas!" bisik Rania dengan mata melotot.Tapi Dewa seperti tuli.Saat dia membawa Rania menuju kepintu keluar mereka berpapasan dengan Ardin dan Yanti yang mencari keberdaan putrinya.
"Kalian mau kemana?" tanya Ardin penuh selidik.
__ADS_1
"Kami mau pulang duluan pa." tukas Dewa.
"Acara bahkan belum dimulai Wa,kenapa tergesa-gesa.Jangan bilang kalian lagi marahan ya." sela Yanti setengah bercanda namun urung meneruskan karena melihat wajah Dewa begitu kesal.
"kami mau pulang duluan ma.Ada sedikit urusan.Asalamualaikum." jawab Dewa sekalian pamit.Rania meraih tangan orang tuanya dan menciumnya.Anehnya Dewa melakukan hal yang sama.Banyak orang tertawa aneh melihat sepasang sahabat itu.Mereka memang tidak tau bawa keduanya telah berganti status secara kilat.
"Walaikumsalam.Hati-hati dijalan." balas keduanya.Dewa segera mengajak Rania pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan pulang,tidak ada suara yang keluar dari bibir suami istri itu.Rania tetap diam dan melihat keluar jendela,sedang Dewa berulang kali memijit dahinya sambil tetap berusaha fokus ke jalan.
Dewa meletakkan mobilnya begitu saja setelah sampai halaman dan memberi isyrat pada seorang penjaga agar memarkirkan kendaraannya.Dia menyusul Rania yang lebih dulu masuk ke kamar mereka.Tangan panjangnya meraih lengan Rania yang hendak masuk ke kamar mandi.
"Rania.Tunggu!"
"Ada apa mas?"
"kau..bagaimana bisa kau berpegangan tangan dengan pria lain dipesta tadi?apa pandangan orang padamu?kau istriku,tempatmu disampingku.Kenapa kau malah berada ditempat sepi bersama pria lain?" sarkas Dewa kesal.Giginya bergemletuk menahan marah.Rania mendongak menatapnya.
"Kau harus peduli.Yang kau lakukan itu bentuk perselingkuhan."
"Selingkuh?kami hanya berpegangan tangan."
"Raniiiiaaaaa!!! " bentak Dewa menggema dipenjuru kamar.
"iya mas?" lagi-lagi Rania menjawab dengan kalem,seolah tidak terjadi apa-apa.
"Mulai sekarang aku tidak mau kau dekat-dekat dengan pria lain!!"
__ADS_1
"lhoo...bukanya udah dari dulu ya mas?bahkan aku tidak pernah punya pacar karena sikap overprotectifmu itu."
"Kau ini...istri macam apa?" hardik Dewa kesal.Bahkan sangat kesal hingga matanya berkilat tajam.
"Kau juga suami yang bagaimana mas?bahkan kau tidak pernah mengakuiku sebagai istrimu.Kau meninggalkan aku karena bertemu dengan belatung menjijikkan berbaju hijau tadi.Kau sudah mempermalukan aku didepan semua orang juga orang tuaku mas!!!" teriak Rania berapi-api.Hilang sudah kesabaran yang berusaa dia tahan.Sikap Dewa sungguh sangat menyakitinya.
"Kau salah paham Rania.Aku dan Karin hanya....."
"Aku tidak peduli hubungau dengan wanita itu mas.Tapi tolong....seburuk apapun hubungan rumah tangga kita,jangan mempermalukan aku didepan mama papa." Gadis itu mulai terisak.Dewa terkesiap,berlahan wajahnya melunak.Tangannya tergerak menyentuh bahu wanitanya,tapi segera ditepis oleh Rania.
"Dek,maafkan aku.Aku hanya sedikit bercakap-cakap tadi.Maaafkan aku yang melupakanmu.Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." kata Dewa dengan nada yang sangat-sangat lembut dan tatapan teduh yang menyejukkan.Tapi Rania sudah terlanjur illfeel padanya.
"Aku capek mas." sahut Rania lalu pergi ke kamar mandi dan menguncinya.Dewa terpekur dalam diam.Ada penyesalan yang mendalam pada relung hatinya.
Rania mengisi air dibathub,menuangkan sabun aroma terapi lalu masuk ke dalamnya.Tangisnya semakin menjadi tanpa bisa ditahan lagi.Seperti inikah rasanya cinta yang bertepuk sebelah tangan?sakitnya bahkan sampai ke ulu hati.Sampai kapan dia akan bertahan pada pilihannya.Andai menikah itu seperti dongeng para putri yang berjumpa pangerannya dengan akhir bahagia dalam cerita masa kanak-kanaknya..tentu dirinya tidak akan sesedih ini. Tak terasa Rania terlelap dalam kesedihannya.
Dewa yang menunggu Rania keluar sudah gelisah didepan pintu.Pria tampan itu sudah berulang kali mondar-mandir tidak jelas dan sesekali mengetuk pintu pelan,tapi tidak ada jawaban.Dia memutuskan menelepon Emma agar mengambilkan kunci cadangan dan mengantarnya keatas.Asisten rumah tangga itu telah sampai ke kamarnya beberapa menit kemudian.
Dewa serta merta membuka pintu dan melongok ke dalam.Rania tertidur lelap didalam bathtube.Berlahan dia mendekat.Jantungnya hampir berhenti berdetak saat melihat istri kecilnya berendam tanpa sehelai benangpun disana.Refleks Dewa membalikkan badannya,namun sesaat kemudian dia berbalik lagi diposisinya semula.Kenapa menghindar?bukankah Rania sudah menjadi istrinya.Bahkan wanitanya itu sudah halal baginya,juga ladang pahala terbesar dalam hidupnya.Tidak ada larangan baginya untuk menyentuh Rania.
"Dek....bangun." Dia mengguncang lembut bahu Rania.Gadis itu membuka matanya sesaat lalu terpejam kembali.
"Astaga.Tubuhmu panas lagi dek." pekik Dewa.Tergesa dia menggendong tubuh lemah itu,membilas sisa sabun lalu membawanya keluar.
"mas ..kau jahat." gumam Rania lemah.Dewa mengelap tubuh basah itu lalu mengambil piyama tidur untuk Rania.
*******
__ADS_1
Readers,maafkan author yang terlalu lama update cerita ya..tapi othor janji akan selalu up tiap hari sepulang bekerja untuk mencari sebongkah berlian😂😂
next ada tambahan up tiap weekend dan hari libur.Ditunggu selalu ya ..jangan lupa tab like,koment dan masukan dari kalian untuk menyempurnakan karya saya.Terimakasihhh🙏🙏🙏