Balada Cinta Belahan Jiwa

Balada Cinta Belahan Jiwa
Syukuran


__ADS_3

Siang yang cerah saat Rania memasuki halaman rumah Mela yang luas dengan motor matic kesayangannya.Hasil jerih payahnya sendiri.Akhirnya dia berhasil juga datang kemari naik motor setelah perdebatan alot dengan mamanya yang ngotot agar Rania membawa mobil yang dibelikan untuknya.Sang mama juga menggerutu panjang dan mengancam akan menjual mobil itu karena tidak pernah dipakai dan hanya memenuhi garansi rumah.Tapi Rania tetap bersikukuh akan naik motor.Dengan berat hati Yanti menyetujui walau harus ikut menata bingkisan yang sengaja dia siapkan untuk datang kerumah Mela pagi itu.


"Ehh..mbak Rania,itu sudah ditunggu nyonya sama non Mela." sapa mbak Sri,pembantu mereka ramah.Rania masuk dan mengucapkan salam.Mama Rania sangat antusias menerima bingkisan dari mamanya.


"Ran,nanti kamu bantu-bantu dulu ya.Acaranya kan nanti habis maghrib." ujar mama Mela ceria.Lama tak bertemu Rania membuatnya kangen.Dulu hampir tiap hari Rania datang sepulang sekolah,sejak kuliah saja dua sahabat itu jarang bertemu.Apalagi status Rania yang sudah menikah membuat mereka tidak leluasa bertemu dan berkumpul seperti dulu.


"Ran,Mel,kedapur yuk.Itu kuenya kurang dua adonan lagi.Kalian bantu mama biar semua selesai tepat waktu dan bisa langsung dikemas ya." ujar Mama Mela.Beliau melangkah ke dapur diikuti Mela dan Rania yang sibuk bercanda kesana kemari.Sebelum datan ketempat itu,Yanti sudah lebih dulu menelepon mama Rania dan meminta tolong agar tidak ada yang menyinggung masalah Dewa di depan Rania.Mama Mela sangat maklum dan berjanji akan membuat Rania sibuk dan terhibur hari itu.


Menjelang sore semua urusan masak memasak selesai.Keluarga Mela mengundang rekan kerja Firman dan tetangga kanan kiri mereka untuk syukuran kecil-kecilan itu.Kesibukan masih terlihat dirumah megah itu hingga acara dimulai.


"Ran..mandi sana gih!" kata Mela sambil menepuk bahunya.


"Kalau gitu aku pamit dulu ya Mel.Kan sudah selesai repotnya."


"Kenapa pulang?oooiiii...nggak boleh!pulangnya ntar kalau sudah selesai acaranya." balas Mela ketus sambil memasang muka cemberut.Rania terkekeh melihat sahabatnya itu.Sejak dulu mereka memang seperti saudara.


"Aku nggak bawa baju Mel.Ntar juga balik lagi.Cuma mau mandi aja."


"Baju dilemari banyak Ran,ukuran tubuh kita juga sama aja.Kayak nggak pernah pinjam bajuku aja." gerutu Mela.Rania menyerah.Dia tidak akan pernah melawan Mela yang cerewet saat berdebat.


"Baiklah.Terserah kamu aja." jawab Rania kemudian.Mela berhambur memeluknya.Terlihat sekali gadis itu bahagia bisa melewatkan banyak waktu dengan sahabatnya.


"Ya udah,mandi sana!cari baju yang kamu suka.Pakai aja!" katanya sambil berlalu kembali ke dapur.Rania menggelengkan kepalanya lalu melangkah ke kamar Mela.


Didekat tangga,Rania berpapasan dengan Firman yang baru pulang mengajar.Terlihat wajahnya begitu kusut,kecapekan.Tapi sungguh tidak mengurangi ketampanannya.Walau tak setinggi dan segagah Dewa,tapi Firman tetap menarik dengan tubuh proporsionalnya.Jangan lupakan hidung mancung dan mata elang yang melengkapi kharisma pria muda itu.

__ADS_1


"Baru pulang kak?" tanya Rania basa-basi.Firman mengangguk.


"udah lama Ran?"


"Dari tadi siang kak."


"Mau naik?"


"iya.Mau mandi dikamar Mela kak."


"ohh..ya udah,naik bareng aja." ajaknya ramah,secara tiba-tiba menggandeng tangan Rania yang berubah salah tingkah.Firman baru melepaskan genggaman tangannya saat sampai di depan kamar Mela.


"Dandan yang cantik ya.Sampai nanti." ujar Firman manis,lalu masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Mela.Rania masih mematung disana saat sebuah tepukan kembali mendarat dipunggungnya.


"udah deh lihatnya Ran.Ntar jatuh cinta sama kak Firman kamunya." Mela mengagetkannya.


"apa?kak Firman itu tampan lho Ran,baik dan rajin lagi.Kalau kamu mau sih..aku bakalan merestui kalian." Rania menoyor kepala sahabatnya kesal.


"kamu promosi ya Mel?"


"nggak juga.Kenyataanya begitukan?kamu juga tau banyak mahasiswa dan dosen dikampus tuh ngefans sama kak Firmankan?dia itu most wanted!" ujar Mela kembali berapi-api.Rania hanya melengos dan menarik Mela masuk ke kamarnya.


"Kamu taukan apa yang terjadi padaku Mel?" Mela mengagguk.Betapa sejak tadi dia menahan diri untuk tidak bertanya pada Rania tentang banyak hal.Dia tidak ingin menyakiti sahabatnya itu.


"Sabar ya Ran.Pasti ada hikmahnya.Masih banyak pria baik diluar sana yang akan menerimamu Ran.Jangan putus asa." Rania mengusap air matanya,membuat Mela memeluknya.Keduanya menangis bersama.Luka Rania adalah luka Mela juga.

__ADS_1


"doakan aku kuat Mel." pinta Rania saat tangisnya reda.Beban di dadanya serasa sedikit berkurang sekarang.


"pasti Ran.Kita akan kembali seperti dulu."


"Aku akan ke Inggris menyusul omku Mel.Aku akan memulai hidup baru dan melupakan mas Dewa." Mata Mela membeliak.


"Kenapa harus pergi Ran?Apa kau yakin akan baik-baik saja ditempat baru?kenapa tidak tetap disini saja?aku berjanji akan menemanimu Ran.Kita akan berbagi suka dan duka bersama." bujuk Mela.


"Entahlah Mel.Tapi akan sulit bagiku melupakannya bila aku masih terus melihatnya.Hatiku masih saja terasa sakit Mel."


"Semua hanya masalah waktu Ran.Percayalah,menghindar tidak akan menyelesaikan masalah.Hanya orang-orang terdekatmu yang akan membantumu sembuh.Pikirkan sekali lagi ya..kumohon." pinta Mela dengan pupyeyesnya yang membuat Rania geli.Dicubitnya kedua pipi sahabatnya itu hingga Mela berteriak kesakitan.Rania tertawa lepas lalu menuju kamar mandi.Di harus cepat karena harus bergantian dengan Mela.


Usai mandi,Rania melihat baju yang disiapkan Mela untuknya.Terusan lengan panjang beserta kerudungnya tertata rapi diatas ranjang bersebelahan dengan gaun selutut yang akan dipakai Mela.Dalam hati dia bertanya-tanya,sejak kapan Mela punya koleksi baju panjang dan jilbab?


"kenapa Ran?"


"ini,lagi bingung aja.Kok kamu punya baju beginian?"


"itu juga baru dikirim kurir Ran."


"baru?aku kan cuma mau pinjam punya kamu Mel?"


"Yee..emang aku punya baju model begitu Ran?tadi kak Firman yang pesen online pada kak Citra karena kuberi tau kamu nggak bawa baju." jelas Mela.Pantas tadi Rania sempat melihat Citra,sepupu Rania menenteng paperbag saat turun dari mobilnya.


"Aku jadi nggak enak sama kak Firman Mel." keluh Rania.Tau begini dia akan memilih menelepon rumah agar mamanya menyuruh mang sodik sopirnya mengantarkan pakaian ganti.

__ADS_1


"Ya nggak pa-pa kali Ran.Secara kak Firman itu lajang,uangny banyak,buat apa coba?hanya sehelai baju tidak akan membuatnya miskin.Anggap saja tanda mata pra jadian." goda Mela sambil tertawa lebar.Rania kembali mencubit lengan sahabatnya itu.Dia heran,seharian ini Mela dan mamanya sama-sama sibuk menjodoh-jodohkan dia dengan Firman meski dia tau keduanya hanya bercanda karena masalah jodoh menjodohkan itu sudah terjadi saat mereka masih SMA.Mama Mela sangat berharap Rania menjadi menantunya.


Firman berdiri gagah didepan pintu,mendampingi papanya menyambut para tamu.Dia juga megajak ngobrol mereka tanpa sungkan.Tubuh tingginya dibalut kemeja batik lengan panjang senada dengan papa dan mamanya.Warna dasarnya yang bernuansa gelap kontras dikulit putihnya.Ekor matanya melirik ke tangga saat Mela dan Rania turun bersama.Seketika dia menoleh,terpana melihat Rania yang tampil anggun berbalut terusan coklat muda berpayet beserta kerudungnya.Sungguh,Rania terlihat lebih dewasa dan feminin dimatanya.


__ADS_2