
Semburat kemerahan terlukis jelas diwajah seputih pualam Rania saat Dewa menatapnya intens.Pria tampan itu mengelus pipinya dengan sangat lembut,mangambil hair dryer dari tangannya lalu membantunya mengeringkan rambutnya yang masih separuh basah.
"Kau cantik sekali." bisiknya ditelinga Rania mesra.Dia bahkan sudah membungkukkan badannya dan memeluk Rania dari belakang.Lagi,wanita itu tersenyum malu,pun saat Dewa mengecup pipinya singkat,dia terus menundukkan kepalanya.
"Kenapa dek?kau tidak mau menatapku,apa kau masih belum bisa memaafkan aku?" lirihnya saat Rania tak merespon ciumannya.Sontak Rania menolehkan wajahnya kearah Dewa hingga mata keduanya bertemu.Hembusan nafas Dewa menerpa pipinya,sangat dekat.
"bu ...bukan begitu mas." jawabnya terbata.
"Lalu?kenapa kau terlihat begitu kaku?jangan bilang kau mau menerima pernikahan ini karena desakan papa dan mama."
"Tidak.A...aku sendiri yang mau." Rania meruntuk di dalam hati karena menjadi gagap disaat yang genting.Dicengkeramnya lengan Dewa yang berada disisi tubuhnya.Dia takut Dewa akan kembali meninggalkannya.
"Sungguh?aku sama sekali tidak percaya."
"Aku ...aku..."
"Buktikan padaku dek."
"apa...yang harus..ku buktikan mas?" katanya memelas.
"Cium aku." balas Dewa enteng dengan wajah datar.Mata Rania melebar.
"Tunggu apa lagi?Disini cuma kita berdua,kau juga sudah halal bagiku.Atau..." Tak ingin suaminya berpikir macam-macam,dengan tergesa mau tak mau dia bergerak mencium pipi kiri Dewa dengan bibir bergetar lalu buru-buru melepasnya.Dewa tersenyum masam.
"Bukan begitu cara mencium suami,aku bukan papamu dek.Kenapa kau menciumku seolah aku ini Ardianata?" Desis Dewa.Rania terus menundukkan wajahnya.Detak jantungnya berpacu cepat hingga terasa hampir meloncat dari rongga dadanya.Berlahan Dewa mengangkat dagu Rania.
"Lihat mataku Rania." bisiknya serak.Mau tidak mau Rania melakukannya.Dewa menatapnya dengan pandangan tak terbaca.Berlahan namun pasti diraihnya tengkuk Rania dan menariknya bersamaan dengan menempelnya bibirnya pada bibir merah muda Rania.Sekejap,wanita itu seperti hilang kesadaran hingga Dewa mengigit bibir bawahnya lembut.Rania membuka bibirnya,memberi celah pada Dewa agar memasukinya.Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas dan liar karena Rania sudah membalasnya dengan penuh keriduan yang serasa membuncah di dadanya.
__ADS_1
"ahhh Ya Tuhann..." pekik seseorang.Rania dan Dewa sontak melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah pintu.Disana,Laura berdiri dengan salah tingkah.Rania juga merasakan hal yang sama,wajahnya kembali bersemu.
"Maaf...tadi aku sudah mengetuk pintu,tapi tidak ada sahutan.Makanya aku masuk,kukira Rania sendirian di dalam." jelas Laura tidak enak hati.Dewa berdehem mencoba menguasai keadaan dan mengatur nafasnya yang memburu.
"Ada apa La?" tanyanya seraya mendekat ke arah pintu.Dalam hati dia menggerutu,kenapa sampai lupa mengunci pintunya.
"Semua menunggu kalian dibawah.Mumpung semua kumpul kak.Mesra-mesraannya dilanjut nanti malam saja ya." ledek Laura sambil menjulurkan lidahnya lalu pergi dari sana.
"Mas Dewa nggak mandi dulu?" tanya Rania.
"Iya dek,tunggu aku ya.Kita turun bersama." Dewa masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya,sedang Rania mengganti bajunya dengan dres panjang berwarna coklat tua dengan lengan sampai kesiku,senada dengan kemeja batik yang dia siapkan untuk Dewa.Pakaian itu hadiah dari om Budi kemarin.Tak memakai hijabnya,Rania memilih menyanggul rambut panjangnya dan memasang korsase kecil sebagai aksesorisnya.
Sesaat kemudian,Dewa keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk selutut.Matanya terpana menatap siluet Rania.Tanpa sadar dia terus mendekat.
"eehmm..mas,mau apa?" Rania terkejut saat tau Dewa tiba-tiba sudah ada didekatnya.Suaminya itu bahkan dengan cepat menerkam bibirnya hingga tersengal kehabisan nafas.Ranua berusaha memukul-mukul kecil dada Dewa agar melepaskan pagutannya.
" Mas,mau apa?kita sudah ditunggu..eehmmpp..ehmmmppp." Dewa sudah lebih dulu membungkam bibir Rania dengan ciuman yang panas dan liar.Tidak ada lagi rasa sayangnya pada Rania.Yang tersisa hanyalah gejolak penuh hasrat antara pria dan wanita dewasa.Dia menginginkan Ranianya sebagai pasangan,bukan gadis kecil yang dia anggap sebagai anaknya.
"Mas ...kita harus turun." kata Rania cepat saat Dewa memberinya sedikit jeda untuk bernafas.Bukannya menanggapi,suami tampannya itu sudah beralih kepintu dan menguncinya.Rupanya dia tidak mau kecolongan lagi.
"Biarkan mereka menunggu sayang." bisiknya sensul sambil menyelusuri leher jenjang Rania dan mengecupnya.
"Apa tidak sebaiknya...."
"ssstttt..sayang,dengar...mereka pasti tau dan mau mengerti.Aku janji tidak akan lama." bisik Dewa lagi tanpa menghentikan aktifitas tanganya yang sudah mempreteli kancing gaun Rania dan melemparkannya asal.Sedikit bergetar,Dewa mengelus tubuh mulus dan sintal Rania penuh kerinduan.Rania hanya mampu memejamkan matanya,menikmati setiap sentuhan lembut lelakinya.Jiwanya melayang entah kemana hingga tidak menyadari jika tubuhnya sudah tidak ditutupi selembar benangpun.
Pergumulan terjadi,semua menggelap dalam tarikan nafas yang memburu,keringat yang bercucuran dan sentuhan-sentuhan penuh rasa cinta hingga keduanya melengguh hampir bersamaan dan mengakhiri ritme gerakan erotisnya.Dewa menggulingkan tubuhnya kesamping dan mengecup kening Rania mesra.Dia membiarkan wanitanya mengatur nafasnya dan menikmati sisa-sisa orgasmenya.
__ADS_1
Kata tak lama yang dijanjikan Dewa malah melebihi setengah jam.Rania yang tersadar buru-buru melompat bangun.
"Mas Dewa iihh...tuhkan,lisptik dan bajuku jadi berantakan." gerutunya.Dewa menghampirnya dan memeluknya dari belakang.
"Bukankah tugas istri itu untuk menyenangkan suami sayang?aku malah lebih suka kalau kau tidak berdandan dan tidak pakai apa-apa." goda Dewa yang mendapat hadiah cubitan dilengannya.Keduanya tertawa berbarengan,lalu menuju kamar mandi bersama.
"Lho,kok diurai rambutnya dek?" tegur Dewa.Dia memang tidak suka melihat istrinya menggerai rambut indahnya,takut ada orang yang melirik Rania.
"Mas Dewa maunya apa sih?Mas yang bikin rambutku basah,juga bikin tanda beginian." tunjuk Rania dengan wajah cemberut.Di leher hingga pangkal dadanya,nampak beberapan tanda merah yang meresahkan.Dewa tersenyum nakal.
"Aku sangat merindukanmu Rania." ucapnya,membuat Rania kembali merona.Dia bisa merasakan gerakan posesif saat mereka bercinta tadi.Walau tidak kasar,tapi jauh berbeda dari pada saat mereka menikah dulu.Hari ini Dewa terlihat begitu mendamba padanya dengan mata dipenuhi kilatan gairah.Pria itu juga meninggalkan banyak kiss mark ditubuhnya,hal yang tidak pernah dia lakukakan dulu,Pria itu seolah ingin menunjukkan pada dunia kalau Rania adalah belahan jiwanya,miliknya,dan pusat hasrat dalam jiwanya.
"Aku tau mas." balasnya singkat sambil membelai pipi suaminya dengan mata berkaca.
"Jangan menangis Rania,berjanjilah kau akan selalu disisiku sayang.Kebahagianku adalah dirimu.Wanitaku,calon ibu anak-anakku." Tangis Rania pecah,tubuhnya luruh dalampelukan erat suaminya.Hari ini pertama kali Dewa memandang dan mengakuinya sebagai wanitanya.Pedih itu sudah sirna,lelah itu sudah tiada.Hari ini dia akan menatap dunia dengan satu warna,pengabdian pada suami dan keluarga kecil mereka nantinya.Dewa melepaskan peluknnya dan menghapus air mata istrinya.
"Ya udah,pakai gamis aja lalu pakai jilbab." ujarnya kemudian.Rania menyetujuinya.Dia berganti pakaian secepat kilat lalu bergelayut manja dilengan suaminya yang terlihat gagah dalam balutan kemeja dan celana bahannya.Mereka bergegas menuruni tangga keruang keluarga,berkumpul dengan yang lainnya.Bersama orang-orang yang menyayangi mereka.
Cinta memang tidak kenal pada siapa dan kapan dia akan berlabuh.Usia juga bukan halangan untuk sebuah kata yang disebut cinta dan pernikahan.Percayalah,apa yang sudah ditakdirkan untukmu tidak akan pergi darimu karena jodoh,rejeki dan maut sudah digariskan atas dirimu.Tidak akan diberikan padamu rasa sakit kecuali Tuhan akan menggantinya dengan berjuta kebaikan padamu dikemudian hari.
************
Readers,ceritanya dibuat end dulu ya..tapi author janji akan memberikan ekstra part untuk kalian hingga Dewa Rania menimang buah cinta mereka.Untuk kisah cinta Mela,Bintang dan Laura..insyaallaah akan saya bikin dalam judul lain setelah tugas saya di lapak lain selesai.
Sampai jumpa di karya baru berikutnya...
I Love U allππππ
__ADS_1