Balada Cinta Belahan Jiwa

Balada Cinta Belahan Jiwa
Surabaya


__ADS_3

Hawa panas Surabaya menyapa kulit Rania dan rekan-rekan mereka saat turun dari bus yang membawa mereka dari Jakarta.Perjalanan panjang dan melelahkan membuat puluhan mahasiswa itu terlihat lelah.Mereka sudah diarahkan pada rumah-rumah yang memang sudah disewa lebih dulu dan sudah dibagi-bagi sedemikian rupa agar mereka bisa tinggal lebih nyaman dalam dua bulan kedepan.Pihak kampus memang mencarikan lokasi yang tidak jauh dari tempat mereka magang nantinya.


Firman membantu Mela mamasukkan barang-barangnya kerumah yang seyogyanya bisa disebut perumnas baru yang belum ditempati.Jika yang lain bisa disewa empat atau lebih mahasiswa,tapi tidak bagi Rania dan Mella yang tidak ingin ketenangannya terusik.


"Kak,nanti tidur dimana?" tanya Mela saatt tau rumah itu hanya punya dua kamar.Sebenarnya tidak jadi masalah kalau Firman mau menginap disini karena dia bisa saja tidur sekamar dengan Rania lebih dahulu.Tapi tak urung Mela menanyakan juga hal itu pada kakaknya untuk memperoleh kepastian.


Firman masih asyik membalas beberapa chat yang masuk ke ponselnya.Sebenarnya dia tidak harus ikut mengantar mahasiswanya ke Surabaya karena sudah ada dosen pembimbing yang dia serahi tanggung jawab itu.Tapi karena Mela,adik cantiknya itu ikut ke sana,maka mau tidak mau di akan ikut mengantar Mela dan memastikan saudarinya itu baik-baik saja.Firman juga tidak kuat mendengar omelan mamanya yang menuduhnya sengaja mengirim Mela ke Surabaya,padahal itu murni kemauan Mela sendiri.Emak-emak memang maha benar dalam segala omelannya.


"Nanti kakak menginap di hotel dekat sini sama rekan-rekan." jawabnya kemudian.Awak bus memang menyaranka mereka menginap dulu dan baru kembali ke Jakarta esok hari.


"Kenapa nggak disini saja sih kak?" rengek Mela.Firman hanya tersenyum tipis menatap Rania yang baru masuk menentang tas terakhirnya.


"Udah nggak apa-apa.Lagian kakak tampanmu ini tidak akan hilang kok." canda Firman sambil tertawa renyah.


"Kalian mau makan apa?kakak mau pesan lewat online.”


" Ran,mau makan apa?" Mela balik bertanya pada Rania.


"Terserah.Apa saja.Aku ngikut." jawabnya ringan.Firman bergegas memesan makanan melalui aplikasi online lalu meletakan ponselnya di meja kecil sudut ruangan.Dia ingin mengambil wudhu dan sholat dhuhur.

__ADS_1


"Kenapa nggak sekalian jamaah saja kak?" usul Rania karena dia juga belum sholat.Mela yang tadinya ogah-ogahan jadi semangat membentangkan karpet tebal diruang tamu yang juga akan jadi tempat sholat berjamaah mereka.Gadis itu bahkan dengan tangkas memasuki kamar mandi untuk wudhu.


"Aku harap kamu krasan disini Ran.Aku akan mengunjungimu dua minggu sekali kesini." kata Firman memecah keheningan diantara mereka.


" Menengok saya?" beo Rania.Firman yang sadar telah keceplosan buru-buru meralat kata-katanya.


"Maksudku menengok Mela dan kamu."


"oowwhh..tapi besok kak Firman ikut ke Budi utomo lestarikan?"


"Iya.Mereka mitra baru kampus kita.Aku juga ingin tau lokasi dan cara kerja mereka." yang dikatakan Firman memang benar adanya.Budi utomo lesari memang baru bermitra enam bulan yang lalu dengan kampusnya.Angkatan Rania adalah kloter pertama yang ditempatkan kesana.


"Ran,ayo makan!" kata Mela mengagetkannya.Tenggelam dalam lamunan membuatnya tidak menyadari kapan kurir makanan itu datang.


"wah...banyak banget makanannya!" serunya kaget karena Mela sudah menghidangkannya.Ada lima menu yang dipesan Firman hari itu.


"Ya biar kalian tidak kelaparan nanti.Tapi berdasarkan informasi disekitar sini banyak penjual makanan,atau kalau kalian tidak mau ribet sebaiknya pesan catering saja." usul Firman solutif.


"Kakak kenal tukang cateringnya?ada nomernya?" tanya Mela sambil mulai menyantap makanannya.Firman mengirimkan nomer tukang catering pada Mela lalu mengikuti adiknya untuk segera makan.Jauh-jauh hari sejak tau Rania dan Mela memilih pergi ke Surabaya,dia memang sudah mencari banyak informasi tentang Budi utomo lestari dan lingkungannya hingga dia menemukan tempat itu.Firman ingin semuanya baik-baik saja saat dia tidak ada.

__ADS_1


"Kalian ingin jalan-jalan?" tanya Firman yang langsung disambut Mela antusias.Adik semata wayangnya itu memang gemar berburu kuliner dan pernik-pernik cantik.Jangan tanyakan lagi bagaimana tertariknya dia pada hal-hal baru.


"Kita perlu penanak nasi,kompor kecil dan alat makan Mel.Sebaiknya ketoko terdekat saja." usul Rania.Mela menggelengkan kepalanya.


"Tidak.Uang dia kan banyak.Kita ke mall saja sekalian jalan-jalan." sahut Mela sambil menunjuk kakaknya yang langsung melotot ke arahnya.Firman sangat sebal kalau adiknya itu membeberkan masalah materi,apa lagi di depan Rania yang sempurna dimatanya.Wanita cantik,mandiri,cerdas dan sukses dengan usahanya.


"Ayolah kak...sekalian kita makan malam disana." Rengek Mela karena hari memang menjelang sore.Apalah daya Firman yang tidak pernah bisa melawan rengekan dan omelan para wanita terutama mama dan adiknya.Dengan berat hati dia mengangguk,mengirimkan pesan pada dosen pembimbing agar ke hotel lebih dulu karena dia ada keperluan mendadak dengan Mela.Padahal dia capek,ingin istirahat.


"Trus,kita jalannya pake apa kak?itu enak yang mahasiswa asal Surabaya,langsung bisa jalan-jalan karena dikirimin motor dari rumah." tunjuk Mela pada beberapa rekannya yang sudah berseliweran keluar masuk kompleks dengan motornya.Kebanyakan yang memilih magang disana memang mahasiswa yang berasal dari daerah sekitar hingga mereka sangat kenal daerah itu dan leluasa pergi kemanapun,serasa liburan pulang kampung.


"Ini jaman modern nona,kita tinggal buka aplikasi trus pesan grab mobil.Mudahkan?kok masih ada ya mahasiswa dari Jakarta yang nggak gaul dan serasa hidup di tahun 90an." sindir Firman kesal.Mela memang kadang berubah bodoh saat bingung atau terdesak.Seketika wajah muram itu berbinar.


"Hey,kenapa aku lupa ya?kak,segera pesan deh,keburu sore."


"ini juga sudah sore Mel." timpal Rania membuat Mela menepuk dahinya lucu.Jam yang melingkar dipergelangan tangannya sudah menunjuk angka 4 kurang sedikit.


Mobil yang mereka pesan sampai dalam beberapa menit.Mela langsung melompat ke jok depan,menepis tangan sang kakak yang sudah membuka pintu depan.Firman hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kakak dibelakang saja.Aku pengen menikmati sore hari dikota pahlawan.Mumpung sopirnya cakep." bisik Mela terkikik geli.Matanya memang jeli kalau menyangkut para pria tampan.Jiwa jomblo memang mudah peka.Mau tidak mau Firman membuka pintu belakang,duduk bersebelahan dengan Rania yang sudah lebih dulu disana.

__ADS_1


__ADS_2