
Selepas makan siang,Christ memutuskan pergi ke mall yang bekerjasama dengan Wright crop ditemani Rania yang sama sekali tidak tau jika itu adalah anak cabang usaha keluarga suaminya.Yang dia tau,mall itu yang paling besar dan ramai disana.
Berulang kali Rania dibuat terkejut karena Christ yang entah sengaja atau tidak menarik tangannya atau sekedar melingkarka tangan dibahunya.Rania salah tingkah.Dia tidak mau ada kesalah pahaman nantinya.Sepanjang jalan dia hanya sibuk berpikir bagaimana menjaga jarak dari Christ yang nampak baik-baik saja dengan wajah innocentnya.
"Apa kau lelah?" tanya Christ begitu melihat Rania berjalan lelet dibelakangnya.Bukan masalah lelah atau tidak,tapi sungguh Rania ingin menghindar dari om bule itu.
"Ayo." ajaknya.Rania segera berjalan cepat menyusulnya,takut pria itu akan menggengam tanganya lagi.Dua orang satpam yang berdiri dipintu lift khusus mengangguk hormat pada mereka setelah Christ menunjukkan tanda pengenalnya.Raut kebingungan menyelimuti Rania yang berdiri disamping Christ,menunggu pintu lift terbuka.Seingatnya,lift itu adalah lift khusus untuk pengurus atau jajaran pemilik mall karena dijaga oleh satpam,tidak seperti yang lain.Apa mungkin.....
Tanpa melanjutkan berbagai asumsi yang muncul dalam benaknya,Rania masuk mendahului Christ.Dia tersenyum pada dua satpam tadi sebelum pintu tertutup.
"Kau lihat?wanita cantik tadi istri CEO Wright crop yang terkenal itu." kata pria berkumis tebal disisi pintu kanan saat lift sudah tertutup.
"CEO baru kita juga tampan dan baik hati.Dia tidak seperti ayahnya yang kaku dan tegas." jawab satunya.
"Ya,dia benar-benar manusia baik.Tapi kau lihat..bule adik kandung tuan Alex tadi?sepertinya dia menyukai istri tuan Daniel."
"Kau jangan bicara macam-macam." Pria satunya terkekeh.
__ADS_1
"Aku ini sudah tua,cukup banyak makan asam garam kehidupan.Aku juga bisa melihat nyonya Daniel menolaknya.Dia tidak setampan dan sebaik tuan Daniel." mereka terus membicarakan dua orang itu hingga tidak tau waktu.
Ditempat lain,Rania dan Christ sudah sampai diparkiran khusus.Pak Rusman sudah berdiri disana dan membuka pintu.Kali ini Rania tidak ingin kecolongan lagi.Dia bergegas membuka pintu depan,melewati Christ yang memantung dipintu samping.Terlihat sekali pria itu menahan geram.Tak kalah cepat dia membuka pintu kemudi dan duduk disana,menyisakan pak Rusman yang berdiri kebingungan diluar mobil itu.
"Masuk dan serahkan kuncinya pada saya pak." perintah Christ tegas.Pak Rusman menatap Rania,meminta persetujuan.
"Apa om yakin hafal jalannya?" tanya Rania kemudian.Dia serba tidak enak hati sekarang.Christ menyalakan GPS dan menunjuknya tanpa bicara.Rania mengalah.Dia memberi isyarat agar pak rusman masuk.
Christ menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang.Tak ada percakapan diantara mereka hingga sampai kerumah.Rania tanpa basa-basi berjalan masuk.Namun beberapa langkah memasuki rumah,sebuah tangan kuat mencekal lengannya dan membuatnya berhenti seketika.
"Ada apa om?" Tanya Rania saat melihat Christlah yang menahannya.Pria itu menyeringai.
"Saya hanya capek,ingin mandi dan istirahat om." elaknya.Christ mendekatinya,membuat Rania mundur hingga menabrak tembok.Christ sudah mengungungnya dengan tubuh tinggi besarnya.
"om,jangan begini.om mau apa?" Rania setengah berteriak,berharap bik Sum atau yang lain mendengarnya dan menolongnya.Tapi rumah sangat sepi.Dia lupa jika tadi bik Sum minta ijin keluar hingga sore.Pak Rusman juga pasti sibuk digaransi,satpam juga jauh di dekat gerbang.Suara Rania tercekat ditenggorokan.Christ kembali tersenyum smirk dan membuat lututnya gemetaran.
"Tidak akan ada yang menolongmu Rania." bisiknya,membuat Rania jijik dan berusaha mendorong Christ,namun sia-sia.Dia kalah tenaga.
__ADS_1
"Aku akan membuatmu menjadi milikku dan membuang suami sialanmu itu dari daftar pewaris harta kak Alex.Dia tidak pantas untuk itu.Dia juga tidak pantas mendapatkan wanita terindah sepertimu." kali ini Christ mencium pipi kiriRania yang dibalas dengan tamparan kuat dipipi kanannya.Wajah Rania merah padam menahan amarah.Christ yang kalap mendekap tubuhnya kuat dan memaksakan ciuman liar dibibir Rania membuat wanita itu bergerak tak beraturan menghindari semuanya.Chist sedikit berteriak saat Rania mengigit bibirnya kuat.Darah mengucur dari bekas gigitan itu.Saat dia menyekanya,Rania menghempaskan tubuhnya dan berlari sekuat tenaga menuju pintu keluar.Tapi gerakannya kalah cepat.Christ dengan mudah meraihnya dan membanting tubuh semampai itu ke sofa lalu mengungkungnya hingga Rania tidak bisa bergerak.Hanya tangisan dan jeritan tertahan karena Christ membekap mulutnya dengan tangan kekarnya.Berulang kali dia melafazkan doa agar Tuhan mengirim seseorang untuk menolongnya.Berkali-kali juga dia menyebut nama Dewa dalam hatinya.Berharap suaminya pulang cepat dan menyelamatkannya.Kaki Rania menendang sekuat tenaga,namun segera dengan mudah ditakhlukkan oleh Christ yang kuat.Baju yang dikenakannya koyak tak berbentuk,memperlihakan tubuh mulusnya yang diciumi Christ dengan rakus.
"Tuhaaann..bunuh saja akuu.." jerit Rania dalam hati saat Christ melepas celananya paksa dan menempatkan tubuhnya diantara kaki Rania.Lagi-lagi air matanya menetes,tapi tak juga menggugah naluri Christ yang berubah menjadi binatang.
"Dengar Rania...setelah aku menyingkirkan anak haram itu,aku akan menikahimu dan menjadikanmu Ratu dikerajaan Wright.Kau wanitaku sayang." bisiknya lagi sambil melepas kaosnya dengan gerakan cepat.Rania hanya memejamkan matanya.Jijik melihat Christ yang menelanjanginya dirinya sendiri.
"Hentikan!" Teriak seseorang dari arah pintu.Seseorang berlari cepat kearah keduanya dan melanyangkan sebuah pukulan keras yang mengenai rahang Christ.Pria itu langsung terjungkal kelantai.Belum sempat bangkit,pria tadi meraih lehernya dan menghajar Chris habis-habisan hingga darah mengucur dimana-mana.Sesosok lain,menarik korden rumah paksa dan menyelimutkannya ditubuh telanjang Rania.
"Maass..." teriak Rania histeris dan bangkit dari posisinya.Sekuat tenaga dia memeluk Dewa yang tak memberi reaksi apapun padanya.Wajahnya dingin dengan reaksi tubuh yang sama pula.Rania mengendurkan pelukannya,menarik dirinya.
"Hentikan Frans." perintah pria itu menggema.Frans menghentikan pukulannya.Sekuat apapun Christ,dia tetap bukan tandingan Frans yang memang merupakan agen khusus yang direkrut Alexander untuk menjaga pewarisnya.
Christ menyeka darah yang mengucur dari dahinya lalu tersenyum licik pada Dewa.
"Telepon polisi Frans.Aku ingin dia menerima hukuman setimpal dan merenungi kesalahannya."
"Kenapa tidak kita lenyapkan saja manusia durjana ini presedir?" kukuh Frans yang masih diselimuti emosi.
__ADS_1
"Biarkan dia hidup dan pastikan tidak ada siapapun yang mau menerima dirinya lagi." ucapnya pelan menahan emosi.Suaranya bergetar penuh rasa dendam.Rania yang merasa diacuhkan bergegas berdiri dan berlari cepat memasuki kamarnya.Mengunci diri dikamar mandi dan mengguyur tubuhnya yang terasa sangat kotor.Suaminya...Dewa..orang yang dicintainya bahkan tidak mau menyentuhnya walau hanya sekedar membalas pelukannya.Dia sudah kotor.Tangisnya meledak,hatinya hancur berkeping-keping.